RAUDHAH — Rombongan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah melawat ke Pesantren Darul Hikmah, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, pada Ahad, 11 Oktober 2026/29 Rabi’ul Akhir 1448.

Kunjungan yang dipimpin Direktur Pesantren, Ustaz KH. Miftakhuddin, M.M., dan Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah, Ustaz Assoc. Prof. Dr. H. Rasyidin, M.A., tersebut berlangsung dalam rangka menghadiri ajang silaturahmi dan tajammu’ Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) Sumatra Utara. Pertemuan berkala ini digagas untuk merawat tali silaturahmi sekaligus membangun sinergi pendidikan antarpesantren alumni Gontor di wilayah Sumatera Utara.

Suasana hangat dan kekeluargaan menyelimuti kedatangan rombongan. Sebelum agenda resmi dimulai pukul 14.00 WIB, para Pimpinan Pesantren dan Asatidz yang hadir menyempatkan diri makan bersama.

Acara kemudian dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, disusul pemutaran video profil Pondok Pesantren Darul Hikmah sebagai pengetahuan gambaran umum lembaga tuan rumah.

Dalam sambutannya, Direktur Pondok Pesantren Darul Hikmah, Ustaz H. Yahya Ishak, M.A. menyampaikan ucapan selamat datang (ahlan wa sahlan) sekaligus memaparkan rekam jejak sejarah serta perjalanan dinamika pesantren yang dipimpinnya.

Gubernur FPAG, Ustaz H. Abdul Wahid Sulaiman, Lc., M.M. menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga serta konsolidasi sistem kemandirian ekonomi pesantren—mengadopsi jaringan pesantren yang telah berkembang pesat di Yogyakarta.

Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, KH. Miftakhuddin, menegaskan bahwa kurikulum Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) merupakan inti (core), ruh, dan jati diri pendidikan pesantren yang harus terus dijaga dan diperkuat.

“KMI bukan sekadar kurikulum akademik, melainkan sistem pendidikan integral selama 24 jam yang membentuk keilmuan, karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan jiwa pengabdian santri.”

Menurutnya, mempertahankan KMI tidak berarti mengabaikan masa depan santri. Pesantren harus tetap memperkuat kompetensi akademik dan keterampilan agar lulusannya mampu bersaing melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan, baik di dalam maupun luar negeri.

“Prinsip kami jelas: KMI tetap menjadi inti pendidikan, sementara penguatan akademik menjadi pendukung untuk mempersiapkan masa depan santri. Pendidikan pesantren harus tuntas, pendidikan lanjutan harus dipersiapkan.”

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur FPAG Ustaz H. Sulaiman Harahap mengajak seluruh pengasuh pesantren untuk berefleksi atas nilai-nilai kepesantrenan, terutama jiwa besar. Jiwa besar ini dinilai sebagai bahan bakar utama untuk memupuk semangat juang dan pengabdian dalam mengelola lembaga.

Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama. Silaturahmi lintas pesantren alumni Gontor se-Sumatra Utara ini disepakati akan diselenggarakan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

Chat Via WhatsApp