RAUDHAH — Lembaga Dakwah Ar-Raudlatul Hasanah (LDRH) memperluas jangkauan pembinaan keagamaan hingga ke Desa Limang, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Program yang berlangsung sejak Agustus 2026 ini menerjunkan dua ustaz muda serta empat santri kelas 5 dan 6 KMI untuk mendampingi masyarakat secara langsung.
Proses dakwah dilakukan secara bertahap melalui pendekatan personal guna membangun kepercayaan warga dan tokoh masyarakat setempat. LDRH menekankan bahwa dakwah tidak cukup sebatas ceramah atau penyampaian teori, tetapi memerlukan keteladanan dan interaksi sosial.
“Dakwah diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan agama, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ustaz Yudi Irawan, salah satu penanggung jawab program.
Dampak positif dari kehadiran tim dakwah mulai dirasakan warga. Aktivitas di masjid setempat kian hidup melalui tradisi salat berjamaah, azan, hingga majelis kajian. Anak-anak mendapat bimbingan membaca Iqra dan Al-Qur’an—mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga hukum tajwid—sementara para ibu difasilitasi wadah belajar Al-Qur’an dan kajian keislaman. Selain itu, dinamika dakwah ini juga diwarnai momen hangat ketika seorang warga setempat, Dedi Damianus Sembiring, memutuskan untuk menguncapkan dua kalimat syahadat usai berniat meminang seorang Muslimah.
Rangkaian kegiatan keberlanjutan yang telah terlaksana meliputi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, pelatihan praktik salat, hingga penguatan bimbingan Al-Qur’an harian.
Guna menjaga keberlanjutan pembinaan, LDRH kini tengah mempersiapkan pembangunan Hidayah Center di Desa Limang. Pusat kegiatan ini rencananya dilengkapi fasilitas musala dan taman kanak-kanak untuk menunjang pendidikan serta aktivitas keagamaan masyarakat. Tak hanya di Desa Limang, LDRH juga menjalin kerja sama dengan Yayasan Haji Hanif untuk membangun musala di Desa Kuta Mbelin sebagai bagian dari komitmen dakwah yang lebih luas di Kabupaten Karo.