RAUDHAH — Suasana Masjid Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada Senin malam, 7 September 2026, terasa hangat seusai ibadah Isya. Malam ke-26 Rabiul Awal 1448 Hijriah itu menjadi momen berharga bagi para santri saat menyambut kehadiran tamu istimewa asal Timur Tengah: Guru Besar Universitas Damaskus Suriah, Syaikh Prof. Dr. Muhammad Mu’taz As-Subayni.
Syaikh Mu’taz tak datang sendiri. Ia hadir didampingi KH Abdul Latif Malik, Lc., M.Pd., Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rohmah Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Langkah kaki sang ulama disambut pimpinan pesantren – Bapak Ir. H. Achmad Prana Rulianto Tarigan, berdampingan dengan Wakil Direktur – Ustaz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., dan Sekretaris Umum – Ustaz Mar’an Sabuqi Siregar, S.Fil.I., M.Pem.I. Tampak pula jajaran pengasuhan santri, Ustaz Mhd. Adiyani Sembiring, S.Pd.I dan Ustaz Azmi Rauf Hasibuan, M.Pd., turut menyalami hangat rombongan tamu.
Kehadiran Syaikh Mu’taz di kompleks pesantren ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus panggung keilmuan. Di hadapan ratusan santri yang duduk bersila memenuhi ruang masjid, Syaikh menyampaikan tausyiah dan nasehatnya. Suasana khidmat menyelimuti ruang masjid saat ajakan menuntut ilmu dan menjaga nilai-nilai keislaman disampaikan secara mendalam.
Di sela-sela tausyiahnya, Syaikh Mu’taz juga mengisahkan tentang sejarah panjang peradaban Melayu Islam yang kaya akan tradisi keilmuan. Tak hanya itu, beliau memberikan dorongan motivasi yang kuat kepada para santri untuk terus meningkatkan penguasaan bahasa, khususnya bahasa Arab sebagai kunci utama dalam mendalami khazanah keislaman secara komprehensif.
Bagi Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, kunjungan ini merupakan bagian dari penguatan tradisi keilmuan. Kehadiran ulama Timur Tengah tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan keislaman santri, membakar semangat belajar, serta mendatangkan keberkahan ilmu.