RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah secara resmi memulai rangkaian proyek renovasi masjid Pesantren yang ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan menara masjid pada Kamis, 21 Rabiul Awal 1448 H / 3 September 2026, tepat pukul 09.00 WIB.
Acara yang bertempat di kompleks pesantren ini dihadiri oleh Ketua Umum Badan Wakaf beserta jajarannya, Pimpinan, Direktur dan Wakil Direktur, para Kepala Bidang, asatidzah, serta para santri. Rangkaian acara berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan ketakziman, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penyampaian laporan umum oleh panitia pembangunan, sambutan dan pengarahan dari Ketua Umum Badan Wakaf, doa bersama, serta dipuncaki dengan prosesi simbolis peletakan batu pertama.
Dalam laporan umumnya, Ketua Panitia Renovasi Masjid, Ustaz H. Habibie Sembiring Meliala, Lc., M.Pd., memaparkan detail teknis dan rencana tahapan pembangunan. Pekerjaan fisik tahap awal ini difokuskan pada area pondasi menara dengan mengaplikasikan metode bore pile, yaitu pembuatan pondasi dalam berbentuk silinder dengan cara mengebor tanah secara vertikal, memasukkan kerangka besi tulangan, lalu mengecornya dengan beton.
Pembangunan menara ini tidak hanya ditujukan untuk memperluas jangkauan suara azan agar panggilan shalat terdengar semakin jelas oleh masyarakat sekitar serta menjadi mercusuar visual penanda simbol eksistensi komunitas muslim, tetapi juga dirancang secara multifungsi. Di dalam struktur menara tersebut akan dibangun sarana transportasi vertikal berupa fasilitas lift guna memudahkan mobilitas jamaah maupun pengangkutan barang dari lantai dasar menuju area utama ibadah di lantai dua.
Lebih lanjut, panitia melaporkan gambaran anggaran serta perolehan donasi yang telah terhimpun untuk mendukung keberlangsungan proyek ini. Dana yang dibutuhkan khusus untuk pembangunan menara masjid diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar, sedangkan estimasi biaya untuk seluruh rencana pekerjaan renovasi masjid adalah sebesar Rp.15.922.000.000.
Hingga tanggal 2 September 2026 ini, dana infak, sedekah, dan wakaf dari para muhsinin yang berhasil terkumpul melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Raudhah telah mencapai Rp.1.040.281.073 (satu milyar empat puluh juta dua ratus delapan puluh satu ribu tujuh puluh tiga rupiah). Panitia menyampaikan rasa syukur mendalam dan berharap aliran dukungan serta donasi dari para muhsinin dapat terus mengalir secara berkelanjutan demi terselesaikannya seluruh tahapan renovasi rumah Allah ini.
Momen haru dan khidmat menyelimuti lokasi acara ketika Ketua Umum Badan Wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Bapak Drs. H. Mohd. Ilyas Tarigan, menyampaikan sambutannya. Beliau mengajak seluruh keluarga besar pesantren dan jamaah untuk menata kembali niat dalam melaksanakan amanah besar ini. Beliau mendoakan agar seluruh agenda peletakan batu pertama dan proses pembangunan yang dimulai pada hari ini senantiasa dilimpahi keberkahan dan diberi kemudahan oleh Allah SWT.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk memohon kelancaran, keamanan, serta kemudahan dari Allah SWT selama proses konstruksi berlangsung. Usai pembacaan doa, seluruh ustaz dan ustazah yang hadir melakukan prosesi peletakan batu pertama secara langsung. Peletakan batu tersebut secara resmi menandai dibukanya tahap renovasi Masjid Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.