RAUDHAH – Dalam upaya mencetak kader pembina kepramukaan yang berkualitas, tangguh, dan berkarakter, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyelenggarakan kegiatan rutin tahunan Kursus Mahir Dasar (KMD) Pramuka Penegak dan Penggalang tahun 2026.

Agenda pelatihan intensif ini berlangsung selama lima hari, terhitung sejak Ahad, 30 Agustus hingga Kamis, 3 September 2026, dengan pemusatan kegiatan di kampus Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah serta Bumi Perkemahan (Buper) Raudhah yang berlokasi di Desa Sugau, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.

Suksesnya penyelenggaraan KMD 2026 ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pembimbing Kepramukaan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Langkat, serta para santri dan santriwati kelas 6 KMI yang tergabung dalam Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan 06-195 dan 06-196.

Seluruh rangkaian KMD 2026 diikuti oleh sebanyak 564 santri dan santriwati kelas 5 KMI yang telah mencapai tingkat Pramuka Bantara. Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali para calon pembina dengan pemahaman mendalam mengenai pendidikan kepramukaan, tata kelola administrasi satuan di gugus depan, serta metode pengajaran dan pembinaan yang efektif.

Setelah menyelesaikan pendidikan KMD ini, para peserta akan resmi mengemban amanah baru sebagai pembina pramuka di pesantren untuk menggantikan tugas dan estafet kepemimpinan dari kakak-kakak kelas 6 KMI.

Proses pembekalan bagi peserta putra dan putri dilaksanakan secara terstruktur sesuai dengan golongan kepramukaan masing-masing. Pada golongan Penegak dan Penggalang Putra, kegiatan diawali dengan registrasi, upacara pembukaan, pre-test, dan dinamika kelompok. Memasuki hari-hari berikutnya, para peserta putra menerima pendalaman materi mengenai Jam Pimpinan, Kontrak Belajar, Fundamental Gerakan Pramuka, Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan (PD & MK), Ragam Upacara, serta Orientasi Dunia Penegak dan Penggalang. Pembekalan dilanjutkan dengan materi Organisasi Administrasi Satuan, sistem SKU/SKK/SPG, penjelajahan (hiking), teknik penyusunan program latihan (Proglat), praktik membina, hingga perumusan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Sementara itu, bagi golongan Penegak dan Penggalang Putri, jadwal kegiatan dikemas selaras namun disesuaikan dengan alur dinamika santriwati. Peserta putri dibekali materi Orientasi Kursus, Dinamika Kelompok, Jam Pimpinan, Kontrak Belajar, Fundamental Gerakan Pramuka, serta Pengenalan Dunia Penegak dan Penggalang.

Pada tahap pertengahan kursus, para santriwati mendalami keterampilan kepramukaan melalui penjelajahan (hiking), dilanjutkan materi PD & MK, Metode Membina, Organisasi Administrasi Satuan, sistem SKU/SKK/SPG, dan penyusunan Proglat. Di penghujung kegiatan, peserta putri melaksanakan praktik membina mandiri, perumusan RTL, serta partisipasi aktif dalam Open Forum.

Malam puncak seluruh rangkaian KMD 2026 ditutup upacara Api Unggun, serta acara Renungan dan Ulang Janji yang diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh hikmat. Setelah melewati malam keakraban dan refleksi diri, seluruh peserta putra dan putri mengakhiri kegiatan dengan aksi pembersihan area buper.

Melalui penggemblengan teori dan praktik lapangan ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah optimistis melahirkan generasi pembina pramuka yang siap membimbing dan menginspirasi adika-adika di pesantren.

 

Chat Via WhatsApp