Raudlah 2. Usai waktu isya’ Bupati tiba di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut, dan di sambut hangat oleh Bapak Badan Wakaf, Bapak Pimpinan, Bapak Direktur dan seluruh Asatidzah (guru-guru) serta santri Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2. Rombongan Bupati beserta jajarannya di jamu Pengurus pesantren di Baitul Anshor (rumah dinas direktur), sambil bercengrama sesaat menyantap jamuannya serta mendengarkan laporan camat bahwa perairan di pesantren sudah di proses, menuju finsih Insya Allah. (29/08/19)

Usai ramah tamah penyambutan bapak bupati, rombonganpun mulai bergegas menuju lapangan acara, sehingga acarapun di mulai. Pada sambutannya bapak Bupati berpesan “Pimpinan adalah seorang yang mampu berdakwah dalam sikap yang lebih nyata, sebab kata-katanya menjadi perintah, perintahnya menjadi kebijaksanaan, kebijaksanaannya saat berefek untuk keberlangsungan masyarakatnya. Di awal-awal saya di lantik, kebijakan pertama, saya tutup 800 lokalisasi di Tapteng ini, dan selanjutnya saat ini, saya membuat kebijakan baru khusus buat anak muda yang teridentifikasi pengedar, pengguna, bandar dan pemakai narkoba, maka akan di usir dari Kabupaten Tapanuli Tengah ini, serta tidak diperbolehkan balik ke kabupaten ini selama 15 tahun. Semua yang saya lakukan ini bukan tidak mendapat kecaman dari banyak pihak, banyak, banyak sekali, namun itulah upaya yang bisa saya dan kita semua lakukan demi menjaga ke berlangsungan hidup yang lebih baik di kampung kita ini.”

“untuk itu, besar harapan kami, anak-anak kami, adek-adek kami yang ada di sini, di pesantren ini harus bisa menjadi pemimpin-pemimpin di masa yang akan datang, kita do’akan, semoga bupati selanjutnya terlahir dari pesantren ini, aamiin, dan Sebelum terakhir, tadi bapak direktur menyampaikan bahwa pesantren membutuhkan Aula pertemuan, saya usahakan, dari pemerintahan mengusahakan untuk bisa membantu, saya sampaikan mungkin Bupati tidak bisa menyubang 10 sak semen, jadi ya 1000 sak aja lah ya.” Canda Bupati di sambut tepuk tangan para hadirin. 

Di akhir Sebelum penutupan sambutan, beliau menanyakan dari para hadirin, adakah orang tua kita yang lanjut usia, yang ikut hadir menonton acara ini?

Seketika seorang Nenek berdiri, di tanya sekilas apakah Sudah pernah haji, belum jawab nenek, kemudian siapa lagi? Berdiri kakek dari sisi tempat duduk bapak-bapak, yang kakek ditanya apakah pernah haji, juga belum pernah jawab kakek. Samar-samar para hadirin bersuara, kakek -nenek suami istri, mendengar berdua suami istri Bupati tanpa ragu meminta camat mencatatat nama kedua pasangan lanjut usia tersebut dan akhirnya,.. Berdua mendapatkan hadiah umroh dari bapak bupati.

Beliau mengikuti acara tersebut hingga pertengahan dan memohon diri, usai berpose bersama dengan aktor penampil pada malam tersebut.