Berkunjung ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery serta Medan Zoo

Berkunjung ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery serta Medan Zoo

Raudhah (26/1/2024). Studi banding merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang akan diterapkan kedepannya untuk menjadi lebih baik.

Dalam hal ini Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan mengadakan kegiatan studi banding ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery serta Medan Zoo pada Jum’at (26/1/24). Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari seluruh santri kelas 4 dan 3 Intensif KMI. Dimulai mengunjungi Museum Rahmat Gallery pada pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Rahmat International Wildlife Museum and Gallery adalah museum yang didirikan oleh Dr. H. Rahmatsyah yang memiliki kecintaan pada alam dan niatnya mencegah kepunahan hewan langka. Museum ini terletak di Kelurahan Petisah Hulu, Medan Baru, Kota Medan. Konsep pendiriannya sama dengan Safari Club Internasional yaitu konservasi dengan pemanfaatan. Sedangkan Medan Zoo merupakan kebun binatang yang berada di Kota Medan.

Selain berkunjung, Seluruh santri mendapatkan tugas khusus yang akan dipersentasikan di dalam kelas masing-masing. Ustadz Irpan Khairuddin, M.Pd selaku pembimbing dari kegiatan tersebut menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada para santri mengenai berbagai animalia baik dari klarifikasi dan ciri cirinya serta melihat secara langsung dari materi yang telah diajarakan di dalam kelas.

Begitu juga yang dituturkan oleh Wakil Kepala Bidang Pendidikan Ustadz Muhammad Ilyas, S.Pd., M.Si, “Tujuan kegiatan ini adalah untuk melihat secara langsung dan mengenal berbagai hewan yang ada di dunia serta mencatat berbagai jenis nama ilmiah pada setiap hewan yang ada”.

Setiap santri harus mengamati apa yang ada disekitaran mereka dari membaca informasi berbagai hewan, membaca nama-nama ilmiah hewan, bertanya dengan Ustadz/Ustadzah, dan berdikusi dengan teman-teman.

Kunjungan Pondok Pesantren Modern Az-Zuhri, Tanjung Morawa

Kunjungan Pondok Pesantren Modern Az-Zuhri, Tanjung Morawa

Raudhah (25/1/2024). Pesantren jika tidak ada organisasi, maka ada kekurangan di dalamnya. Itulah wejangan pembuka sambutan dari Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Al-Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., di hadapan para rombongan Pondok Pesantren Modern Az-Zuhri, Tanjung Morawa. Rombongan tersebut berjumlahkan 31 santri, 10 santriwati, 8 Asatidzah. Mereka hadir di bumi wakaf ini tepat pada pukul 10.45 WIB dengan menggunakan 1 Bus.

Kunjungan yang dilakukan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan dan menambah wawasan pengetahuan para santri/wati tentang organisasi. Agenda yang dilaksanakan diawali dengan ramah tamah bersama Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang dilanjutkan diskusi secara langsung dengan para santri/wati Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH).

“Apapun bagian yang diamanahkan kepada kita dalam organisasi maka dinikmatilah sehingga dengannya akan membuatmu bijaksana.” Ujar Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Cross Country; Melatih Mental Santriwati

Cross Country; Melatih Mental Santriwati

Raudhah (25/1/2024). Setelah pembukaan resmi kegiatan pramuka di semester genap T.P. 2023/2024 terlaksana pada Kamis, 18 Januari 2024, Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan 06-196 melaksanakan aktivitas tahunan yakni cross coutry. Apa itu cross country? Cross country merupakan kegiatan kepramukaan yang pelaksanaannya dilakukan di luar pesantren dengan peserta seluruh adika pramuka Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Tadabur alam dan belajar bagaimana cara bersosialisasi dengan masyarakat menjadi inti dari kegiatan ini, sehingga memberikan kesadaran tersendiri bagi para peserta akan manfaatnya untuk masyarakat luas.

Cross country santriwati tahun ini dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Januari 2024. Para adika pramuka berkeliling di wilayah perkampungan sekitaran Pesantren. Di mana para adika ini sudah dibagi dalam beberapa kelompok. Terdapat 80 regu yang diisi oleh 10 atau 11 santriwati pada setiap regunya.

Manfaatnya mengetahui kelompok mana yang akan berjalan terlebih dahulu, pengurus koordinator kepramukaan memberikan pertanyaan bagi setiap perwakilan kelompok, yang mana nantinya perwakilan yang benar menjawab dan cepat mengumpulkan akan melakukan perjalanan terlebih dahulu.

Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat membentuk mental yang kuat dalam kepribadian setiap santriwati.

Studi Ekskursi ‘Raudhah Islamic Economic Club’ (RIESC); Menambah Wawasan Santriwati

Studi Ekskursi ‘Raudhah Islamic Economic Club’ (RIESC); Menambah Wawasan Santriwati

Raudhah (20/1/2024). Raudhah Islamic Economics Club (RIESC) Putri mendapat kesempatan belajar langsung dan mengenal Bank Sentral melalui Studi Ekskursi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Bersamaan juga dihadiri oleh Mahasiswa Fakultas Ekonomi Islam UIN Sumatera Utara dan Mahasiswa STAI Panca Budi Perdagangan.

RIESC merupakan kelompok studi ekstrakurikuler Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang berfokus pada kajian ekonomi Islam. Kunjungan kali Ini dilaksanakan pada hari Senin, 15 Januari 2024. Diikuti oleh 10 santriwati kelas 5 dan 15 santriwati kelas 4, serta di dampingi oleh Ustadzah Elaeis Guineensis Jalil HSB, S.E.I, Ustazah Alpi Kurnia Ningsih dan Ustazah Arridha Harahap M.E.I.

Dalam kesempatan ini pun santriwati mendapatkan pembelajaran tentang pengenalan Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Negara Indonesia. Juga, penjelasan tentang keuangan digital yang disampaikan oleh Catherine Tobing, salah satu Asisten Manager bagian Humas Bank Indonesia.

Selanjutnya, para santriwati di perkenalkan perbedaan Bank Indonesia dengan Bank Umum lainnya, bagaimana menjaga dan merawat rupiah seharusnya serta pengenalan terhadap sistem pembayaran digital yang sudah banyak diterapkan di masyarakat.

Kegiatan ini tidak terlepas dari tujuan utama kelompok studi untuk terus memberikan ilmu baru dan meningkatkan ketertarikan santriwati terhadap ilmu perekonomian.

Praktek Mengajar (Amaliyah Tadris) Santri/wati Akhir KMI

Praktek Mengajar (Amaliyah Tadris) Santri/wati Akhir KMI

Raudhah (20/1/24). Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah semenjak berdirinya hingga saat ini menggunakan sistem Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah (KMI) pondok Modern Darussalam Gontor sebagai kurikulumnya. Dalam bahasa Indonesia KMI berarti persemaian guru-guru Islam. Salah satu konsekuensi dari kurikulum tersebut adalah memastikan setiap santri-santriwati memiliki jiwa pendidik dan kemampuan untuk melakukannya yang tidak terbatas hanya dalam kelas saja, akan tetapi pendidik dalam artian yang lebih luas.

Setiap santri-santriwati yang telah duduk di kelas lima hingga kelas enam dibekali dengan ilmu mendidik dan menjadi seorang pendidik. Di penghujung masa studi kelas akhir KMI, setiap santri/wati wajib mengikuti ujian praktek mengajar (amaliyah tadris) sebagai salah satu persyaratan kelulusan dari Pesantren.

Santri/wati kelas enam dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 12 orang. Setiap harinya satu orang santri/wati melakukan praktek mengajar di kelas dan materi yang telah ditentukan oleh kantor KMI tiga hari sebelum pelaksanaan praktek. Selain menentukan hari dan materi yang akan diajarkan, kantor KMI juga menentukan guru pembimbing. Selama tiga hari, santri yang akan melaksanakan ujian praktek mengajar mendapatkan bimbingan mulai dari pembuatan perencanaan pembelajaran (RPP) hingga bagaimana menjalankan seluruh proses mengajar mulai dari awal hingga akhir.

Di hari pelaksanaan ujian praktek yang berlangsung mulai 22 Janurari-7 Februari 2024, selama mengajar, santri/wati yang bertugas akan dinilai oleh 11-12 orang teman-temannya dan guru pembimbing. Seluruh kesalahan dan kekurangan dari unsur metode, materi, sikap, dan kaidah bahasa Arab atau Inggris yang dilakukan oleh pelaksana ujian praktek akan dicatat untuk selanjutnya akan dipaparkan oleh masing-masing pengoreksi di bawah arahan guru pembimbing sebagai evaluasi bagi yang bertugas di hari itu dan juga santri lainnya di kelompok tersebut.

Sebelum pelaksanaan ujian praktek mengajar di kelompok-kelompok kecil, seluruh santri/wati mengikuti praktek mengajar perdana di kelompok besar yang terdiri dari 110 santri dan 15 guru pembimbing selama dua hari yakni pada Sabtu-Ahad, 20-21 Januari 2024. Adapun praktek mengajar perdana dilaksanakan di beberapa tempat yang telah ditentukan yaitu Putra: Gedung Serbaguna, Gedung Indonesia, dan Masjid Lt. 2, sedangkan Putri: Gedung Fatimah, Gedung Hafshah, dan Gedung Ummi Kulsum.

Chat Via WhatsApp