Manasik Haji Santriwati Kelas 1 dan 1 Intensif

Manasik Haji Santriwati Kelas 1 dan 1 Intensif

RAUDHAH – Suasana pembelajaran ibadah terasa lebih nyata dan bermakna ketika seluruh santriwati kelas 1 dan 1 Intensif Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti kegiatan manasik haji di Asrama Haji Medan, Jumat, 16 Januari 2026 / 28 Rajab 1447 H.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembelajaran praktik ibadah, di mana santriwati tidak hanya mempelajari manasik haji melalui penjelasan di kelas, tetapi juga mempraktikkan secara langsung setiap rangkaian ibadah sesuai tuntunan syariat Islam. Dengan bimbingan penuh dari para asatidzah, seluruh tahapan manasik haji dilalui secara runtut, tertib, dan penuh penghayatan.

Sejak pagi hari, rombongan bertolak dari Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menuju Asrama Haji Medan. Setibanya di lokasi, para santriwati tampak antusias mengikuti arahan pembimbing, menelusuri setiap prosesi manasik dengan kesungguhan yang mencerminkan kesiapan mereka dalam memahami rukun Islam kelima secara menyeluruh.

Melalui manasik haji ini diharapkan mampu menanamkan pemahaman yang kuat, sehingga menjadi bekal berharga bagi santriwati ketika kelak menunaikan ibadah haji secara langsung di Tanah Suci.

Tidak hanya berfokus pada praktik ibadah, kegiatan ini juga dirangkai dengan kunjungan edukatif ke Istana Maimun dan Masjid Raya Al-Mashun Medan. Kunjungan tersebut menjadi sarana pengenalan sejarah, budaya, dan jejak peradaban Islam di Sumatera Utara.

Praktik Mengajar (‘Amaliyatu at-Tadris):  Pahami Cara Mengajar Yang Baik

Praktik Mengajar (‘Amaliyatu at-Tadris): Pahami Cara Mengajar Yang Baik

RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah terus meneguhkan komitmennya dalam mencetak kader pendidik melalui sistem pendidikan Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) yang diadopsi dari Pondok Modern Darussalam Gontor. Salah satu implementasi kurikulum tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan ujian praktik mengajar (amaliyah tadris) bagi santri dan santriwati kelas akhir KMI, sebagai salah satu syarat kelulusan dari pesantren.

Dalam pelaksanaannya, mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing terdiri dari 12 orang. Setiap hari, satu santri/wati mendapat giliran untuk melaksanakan praktik mengajar di kelas dengan materi yang telah ditetapkan oleh Kantor KMI tiga hari sebelumnya. Selain menentukan materi dan jadwal, Kantor KMI juga menunjuk guru pembimbing yang akan mendampingi peserta ujian.

Selama masa persiapan, santri/wati mendapatkan bimbingan intensif, mulai dari penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) hingga teknis pelaksanaan pembelajaran secara menyeluruh, dari pembukaan hingga penutupan pelajaran.

Ujian praktik mengajar dijadwalkan berlangsung pada 12–29 Januari 2026. Dalam setiap sesi, santri/wati yang bertugas akan dinilai oleh 11–12 orang rekan sekelompok serta guru pembimbing. Penilaian meliputi aspek metode pembelajaran, penguasaan materi, sikap dan kepribadian, serta ketepatan penggunaan bahasa Arab atau Inggris. Seluruh catatan evaluasi tersebut kemudian dipaparkan dalam forum evaluasi di bawah arahan guru pembimbing sebagai bahan perbaikan bersama.

Sebelum memasuki ujian praktik di kelompok kecil, seluruh santri/wati terlebih dahulu mengikuti praktik mengajar perdana di kelompok besar yang dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Ahad, 10–11 Januari 2025.

Adapun lokasi praktik mengajar perdana ditetapkan di beberapa gedung. Untuk santri putra, kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna, Gedung Indonesia, dan Gedung Palestina. Sementara santriwati melaksanakan praktik di Gedung Fatimah, Gedung Hafshah, dan Gedung Cordova.

Melalui rangkaian ujian amaliyah tadris ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berharap santri/wati tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga siap mengemban amanah sebagai pendidik umat yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab.

Outbound Santriwati Kelas 5 KMI

Outbound Santriwati Kelas 5 KMI

RAUDHAH — Outbound santriwati kelas 5 Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berlangsung sukses di Raudhah Camping Ground Sugau, Pancur Batu, Jumat, 9 Januari 2026 bertepatan 20 Rajab 1447 H.

Kegiatan yang digagas Bidang Pengasuhan Putri ini menjadi bagian dari pembinaan karakter dan kepemimpinan santriwati melalui aktivitas luar ruang yang memanfaatkan keunggulan alam. Beragam permainan edukatif dan tantangan kelompok dirancang untuk melatih ketahanan fisik, kecakapan mental, serta kerja sama tim.

Outbound ini memiliki sejumlah tujuan utama. Pertama, mengembangkan keterampilan pengelolaan diri sebagai upaya menjaga kebugaran jasmani dan membiasakan pola hidup sehat. Kedua, mendorong pertumbuhan fisik yang seimbang dengan penguatan psikis. Ketiga, menumbuhkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, serta kemampuan bekerja sama.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, santriwati dilatih untuk mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab. Hal ini relevan dengan amanah yang saat ini mereka emban sebagai pengurus Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) dan Koordinator Pramuka Gugus Depan 06-196. Sehingga, outbound ini diharapkan menjadi pondasi penguatan jiwa kepemimpinan santriwati.

 

Santri Kelas 1 KMI dan 1 Intensif Ikuti Manasik Haji dan Edukasi Sejarah di Medan

Santri Kelas 1 KMI dan 1 Intensif Ikuti Manasik Haji dan Edukasi Sejarah di Medan

RAUDHAH – Sebagai bagian dari pembelajaran praktik ibadah yang aplikatif, seluruh santri kelas 1 Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) dan 1 Intensif Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti kegiatan manasik haji yang berlangsung dengan penuh antusias.

Kegiatan manasik haji dilaksanakan di Asrama Haji Medan dan dibimbing langsung oleh Asatidz pada Jumat, 9 Januari 2026 / 21 Rajab 1447 H. Tidak hanya penyampaian teori, para pembimbing juga mengarahkan peserta untuk mempraktikkan secara langsung rangkaian ibadah haji dan umrah sesuai tuntunan syariat Islam.

Rombongan berangkat dari Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sejak pagi hari dan tiba di Asrama Haji Medan sekitar pukul 07.30 WIB. Selama pelaksanaan manasik, para santri tampak mengikuti setiap tahapan dengan tertib dan penuh kesungguhan, mulai dari niat, thawaf, sa’i, hingga tahallul.

Usai kegiatan manasik, rombongan melanjutkan agenda edukasi sejarah dan keislaman dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di Kota Medan. Di Museum TNI, para santri mendapatkan penjelasan mengenai sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia, dilanjutkan dengan istirahat dan makan siang bersama.

Pada waktu zuhur, rombongan melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Agung Medan sekaligus menerima penjelasan mengenai fungsi dan sejarah masjid tersebut. Kegiatan berlanjut ke Istana Maimun, tempat para santri memperoleh edukasi tentang sejarah Kesultanan Deli, sebelum akhirnya menuju Masjid Raya Al-Mashun.

Di Masjid Raya Al-Mashun, para peserta kembali mendapatkan penjelasan sejarah serta menunaikan Shalat Ashar berjamaah. Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama di depan Masjid tersebut.

Melalui kegiatan manasik haji dan edukasi sejarah ini, diharapkan para santri tidak hanya memahami pelaksanaan ibadah haji secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman langsung yang membekas sebagai bekal ketika kelak berkesempatan menunaikan rukun Islam kelima. Selain itu, kunjungan ke berbagai situs bersejarah turut memperkaya wawasan keislaman dan kebangsaan para santri.

LPJ dan Pelantikan Koordinator Gerakan Pramuka Tandai Regenerasi Kepemimpinan

LPJ dan Pelantikan Koordinator Gerakan Pramuka Tandai Regenerasi Kepemimpinan

RAUDHAH – Seiring dengan Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH), Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan 06-195 dan 06-196 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah juga melaksanakan regenerasi kepengurusan melalui kegiatan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan serah terima amanat dari pengurus lama kepada pengurus baru.

Kegiatan LPJ dan serah terima amanat Koordinator Kepramukaan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026/11–12 Rajab 1447. Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di dua lokasi, yakni Gedung Serbaguna untuk santri putra dan halaman Gedung Fatimah lantai 3 untuk santri putri.

Dalam sambutannya pada pembukaan LPJ Koordinator Kepramukaan di hadapan seluruh santri, Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz K.H. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., M.M., menegaskan bahwa organisasi merupakan sarana pendidikan yang sarat dengan nilai pembentukan karakter, khususnya dalam menanamkan rasa tanggung jawab dan jiwa kepemimpinan.

Beliau juga menghimbau kepada seluruh santri agar menyimak dan memperhatikan setiap laporan pertanggungjawaban yang disampaikan sebagai bahan pembelajaran dan evaluasi untuk kepengurusan selanjutnya.

Selama dua hari pelaksanaan, para guru dan santri mengikuti serta mendengarkan pemaparan laporan kerja dari masing-masing andalan Koordinator Gugus Depan. Laporan yang disampaikan sebelumnya telah melalui proses verifikasi oleh guru pembimbing, meliputi laporan formatur bagian, program kerja, keuangan, inventaris, serta evaluasi pelaksanaan kegiatan selama satu periode kepengurusan.

Puncak kegiatan berlangsung pada Kamis, 1 Januari 2026/12 Rajab 1447, dengan dilaksanakannya pelantikan pengurus Koordinator Gerakan Pramuka Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah masa bakti 2026–2027. Kepengurusan baru ini terdiri atas dua Gugus Depan, yakni Gugus Depan 06-195 untuk santri putra dan 06-196 untuk santri putri.

Chat Via WhatsApp