Raudhah Perkuat Sinergi dengan Wali Santri Kelas Akhir KMI: Siap Antar Generasi Lulusan yang Ikhlas dan Mandiri
RA (more…)
RA (more…)
RAUDHAH — Delegasi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, yang terdiri dari Pimpinan Pesantren, Bapak Ir. Achmad Prana Rulianto Tarigan, dan Direktur Pesantren, KH. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., M.M., menghadiri rangkaian kegiatan Silaturahmi dan Forum Bisnis Pesantren (Forbistren) 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren).
Kegiatan ini merupakan bagian dari perhelatan The 12th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025, yang mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Kemandirian Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif.”
Rangkaian kegiatan dimulai dengan Silaturahmi Pesantren pada 7 Oktober/14 Rabi’ul Akhir 1447 di Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia, dilanjutkan dengan Forum Bisnis Pesantren pada 8–9 Oktober 2025/15-16 Rabi’ul Akhir 1447 di Hotel Borobudur, Jakarta.
Acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Bank Indonesia, Dr. Perry Warjiyo, bersama Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, serta dihadiri oleh ratusan pimpinan pesantren, pengurus Hebitren, dan pelaku usaha halal dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Perry Warjiyo menegaskan pentingnya peran pesantren dalam memperkuat ekonomi syariah nasional.
Forum Bisnis Pesantren menghadirkan sejumlah pembicara nasional, di antaranya Zulkifli Hasan (Menteri Perdagangan), Ibu Destry Damayanti (Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia), yang membahas tema “Ekosistem Pesantren dan Ketahanan Pangan.”
Kehadiran Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Raudhah dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren.
RAUDHAH – Prestasi gemilang kembali menghiasi lembar perjalanan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Di tengah semangat santri yang terus mengukir karya dan mengharumkan almamater, salah satu santri berhasil menorehkan pencapaian membanggakan sebagai Juara II kategori Insya’ Bahasa Arab pada ajang Gontor Language Championship (GLC) 2025.
Perlombaan tingkat nasional yang digelar di Pondok Modern Darussalam Gontor pada 2–5 Oktober 2025 ini diikuti oleh sekitar 300 peserta dari berbagai pesantren di seluruh Indonesia. GLC dikenal sebagai salah satu kegiatan dalam memperingati milad Gontor ke-100 tahun. Ajang ini juga sangat bergengsi yang menguji keterampilan bahasa Arab dan Inggris para santri, baik dalam penulisan, pidato, maupun percakapan.
Tak hanya berkompetisi, para santri utusan Ar-Raudlatul Hasanah juga berkesempatan melakukan kunjungan akademik ke Universitas Darussalam Gontor (UNIDA). Di sana, mereka mendapat pengalaman perihal sistem dan suasana perguruan tinggi Pesantren.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Ar-Raudlatul Hasanah tidak hanya membina kecerdasan intelektual dan spiritual, tetapi juga menumbuhkan semangat kompetitif, kolaboratif, dan cinta bahasa di kalangan santri.
RAUDHAH – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara menyatakan dukungannya terhadap rencana Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah untuk menyelenggarakan Sarasehan Nasional Undang-Undang Pesantren yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 19 Oktober 2025 M / 27 Rabiul Akhir 1447 H.
Dukungan tersebut disampaikan dalam audiensi yang digelar pada Senin, 6 Oktober 2025 M / 14 Rabiul Akhir 1447 H, di kantor Kanwil Kemenag Sumut.
Dalam pertemuan tersebut, Direktur dan Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah memaparkan konsep sarasehan yang akan menghadirkan berbagai kalangan — mulai dari Pimpinan Pesantren Ashriyah dan Salafiyah, akademisi, dan lainnya.
Pihak Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah juga menyampaikan syukur atas dukungan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk menjadikan sarasehan ini sebagai forum dialog konstruktif yang menghadirkan gagasan-gagasan solutif bagi pengembangan pesantren di Indonesia.
Lebih dari sekadar kegiatan ilmiah, sarasehan ini menjadi momentum bagi pesantren untuk mempertegas perannya sebagai pusat peradaban umat.
Raudhah – Seiring berjalannya Ulangan Umum Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025–2026, Seksi Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) kembali mengadakan kegiatan pembekalan bernuansa ilmu dan pendidikan bagi seluruh santri dan santriwati kelas 6. Kegiatan ini merupakan program rutin tahunan Bidang Pendidikan yang dirancang untuk membekali santri dengan wawasan keislaman, sosial, dan keterampilan hidup sebelum mereka terjun ke dunia pengabdian.
Pembekalan tahun ini berlangsung selama empat jam setiap hari, dibagi menjadi dua sesi: pukul 07.30–09.30 WIB dan pukul 10.00–12.00 WIB. Adapun tempat pelaksanaan dibedakan antara putra dan putri, yakni Gedung Serba Guna untuk santri dan Aula Pertemuan Gedung Hafsah Lantai 3 untuk santriwati.
Menariknya, rangkaian pembekalan tidak hanya diisi oleh para ustadz dan ustadzah internal pesantren, tetapi juga menghadirkan tokoh-tokoh luar yang ahli di bidangnya. Di antaranya Dr. Eka Prahadian Ablizaman, S.I.Kom, ICAP I, CP, Ust. Khairul Ghazali, dan Fatmawaty Surya Pasaribu.
Adapun materi pembekalan santri/wati kelas 6 KMI yaitu Pembukaan Pembekalan, Pengabdian, Bahaya Syiah, Liberalisme dan Pluralisme, Kewirausahaan, Teori dan Praktik Bekam, Pengetahuan Bahaya Narkoba, Bahaya Radikalisme dan Terorisme, Takhtim dan Tahlil, Metodologi Dakwah, Teori dan Praktik Fardu Kifayah, Teori dan Praktik Manasik Haji, Pendidikan Luar Negeri, Teori dan Praktik Ruqyiah, Mental Health dalam Menuntut Ilmu, Ke IKRH-an, Pendidikan Dalam Negeri, Keputrian, serta Menjadi Alumni yang Terus Berdakwah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh santri dan santriwati kelas 6 dapat menyerap ilmu dan nilai yang diberikan dengan sungguh-sungguh. Pembekalan ini bukan hanya menjadi ajang menambah pengetahuan, tetapi juga sarana untuk memperkuat keimanan, memperluas wawasan, dan memantapkan niat pengabdian setelah menamatkan pendidikan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.