Raudhah Disambangi Wali Kota Medan: Silaturahmi, Nasehat, hingga Dukungan Renovasi Masjid

Raudhah Disambangi Wali Kota Medan: Silaturahmi, Nasehat, hingga Dukungan Renovasi Masjid

RAUDHAH — Suasana Masjid Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada Selasa, 25 November 2025 / 5 Jumadil Akhir 1447 H, dipenuhi kekhidmatan saat Wali Kota Medan, Bapak Rico Tri Putra Bayu Waas, melakukan kunjungan dan silaturahmi. Kehadiran beliau disambut oleh Direktur dan Wakil Direktur Pesantren, jajaran Badan Wakaf, para kepala bidang, serta ribuan santri yang memenuhi area masjid.

Dalam nasehatnya, Wali Kota menegaskan pentingnya menyiapkan generasi muda sebagai pemimpin bangsa di masa depan. Ia berpesan agar para santri memanfaatkan masa muda secara bijak, termasuk dalam penggunaan teknologi yang kian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

“Kalian adalah calon pemimpin masa depan. Gunakan teknologi dan gadget untuk hal-hal yang bermanfaat, karena apa yang kalian konsumsi hari ini akan sangat berpengaruh pada kehidupan kalian kelak,” pesan beliau.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar yang kaya adat, bahasa, dan budaya. Karena itu, para santri diajak untuk menanamkan kecintaan pada bangsa, menjaga kerukunan, serta memperkuat rasa persatuan—baik di lingkungan pesantren maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan fasilitas lembaga Pendidikan, Wali Kota Medan memberikan dana sumbangan sebesar 50 juta rupiah untuk mendukung renovasi Masjid Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Keluarga besar Pesantren menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian tersebut.

Kunjungan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto, menandai momen silaturahmi yang penuh kehangatan antara Pemerintah Kota Medan dan keluarga besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

 

Direktur Raudhah Sampaikan Gagasan Kemandirian Pesantren pada Silaturrahim dan Tajammuk FPAG Sumut

Direktur Raudhah Sampaikan Gagasan Kemandirian Pesantren pada Silaturrahim dan Tajammuk FPAG Sumut

RAUDHAH – Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan menghadiri kegiatan Silaturrahim dan Tajammuk Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor Sumatera Utara pada Ahad, 23 November 2025, yang diselenggarakan di Pesantren Modern Baitussalam, Simalungun. Kehadiran beliau menjadi salah satu bagian penting dalam forum tersebut, khususnya melalui sambutan yang memaparkan konsep strategis mengenai kemandirian pesantren.

Dalam penyampaiannya di hadapan para asatidz yang berasal dari 39 pondok pesantren se-Sumatera Utara, Direktur menegaskan bahwa kemandirian merupakan ruh yang tidak dapat dipisahkan dari identitas pesantren. Ia menjelaskan bahwa kemandirian pesantren harus dibangun melalui empat fondasi utama yaitu kemandirian kelembagaan, kemandirian sistem pendidikan, kemandirian sumber daya insani, dan kemandirian ekonomi.

“Jika keempat kemandirian ini telah dimiliki, maka akan lahir kemandirian kelima, yaitu kemandirian sikap. Inilah empat sehat lima sempurna ala pesantren,” ujar Direktur dalam sambutannya.

Beliau menekankan bahwa kemandirian ekonomi tidak boleh dimaknai sebatas penghematan pembiayaan. Sebaliknya, pesantren harus mampu memperbesar dan memperbanyak instrumen funding agar semakin kuat dan mandiri dalam menjalankan perannya.

Pandangan tersebut disambut baik para peserta, karena memberikan arah konkret dan visioner dalam penguatan lembaga pesantren di era modern.

Acara Silaturrahim dan Tajammuk FPA Gontor Sumut sendiri dihadiri lebih dari 150 peserta, termasuk sejumlah tokoh pesantren. Namun, gagasan yang disampaikan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menjadi salah satu poin yang paling mencuri perhatian, terutama terkait masa depan kemandirian dan pengembangan pesantren di Sumatera Utara.

Langkah Menuju Kelulusan: Ujian Gelombang Pertama Resmi Dimulai

Langkah Menuju Kelulusan: Ujian Gelombang Pertama Resmi Dimulai

RAUDHAH – Suasana penuh semangat dan kesungguhan menyelimuti Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada Sabtu, 22 November 2025 / 1 Jumadil Akhir 1447 H, saat ujian gelombang pertama bagi santri dan santriwati Akhir Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) resmi dimulai. Momentum ini menandai tahapan penting dalam perjalanan akademik mereka menuju penyelesaian studi di Pesantren.

Pelaksanaan ujian dipusatkan di dua lokasi utama: santri Akhir KMI mengikuti ujian di Gedung Serbaguna, sementara santriwati melaksanakan ujian di Gedung Zainab lantai 3 serta ruang kelas Fatimah.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, rangkaian ujian berlangsung hingga 4 Desember 2025 / 14 Jumadil Akhir 1447 H. Selama periode ini, para peserta diwajibkan menjaga fokus dan kesungguhan belajar. Waktu belajar malam juga mendapat pendampingan dan pengawasan intensif dari para asatidzah guna memastikan kesiapan mereka menghadapi setiap mata pelajaran.

Setiap sesi ujian berdurasi sekitar dua jam, mencakup materi yang menilai kemampuan hafalan sekaligus pemahaman mendalam para santri/wati. Selain menjadi tolok ukur akademik, ujian ini juga menguji kedisiplinan, ketekunan, serta ketangguhan mental sebagai bagian dari proses pembinaan karakter di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Dengan ikhtiar yang maksimal dan doa terbaik, diharapkan seluruh peserta dapat menjalani ujian dengan lancar serta meraih hasil yang membanggakan.

Ujian Semester Ganjil T. P. 2025-2026

Ujian Semester Ganjil T. P. 2025-2026

RAUDHAH — Sabtu, 22 November 2025 / 1 Jumadil Akhir 1447 H, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyelenggarakan upacara pembukaan Ujian Tulis Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025–2026. Kegiatan berlangsung serentak di dua lokasi: halaman Masjid Pesantren untuk santri dan halaman Gedung Rabiah Adawiyah untuk santriwati.

Dalam amanatnya, Ustadz KH. Miftakhuddin menekankan kembali prinsip dasar pendidikan Islam, yaitu adab sebagai fondasi dalam menuntut ilmu. Pesan ulama yang masyhur, “Al-adabu qabla al-‘ilm” serta nasihat Imam Malik, “Pelajarilah adab sebelum engkau belajar ilmu,” menjadi pengingat bahwa kesuksesan akademik tidak dapat dipisahkan dari adab, akhlak dan kedisiplinan santri/wati.

Beliau juga menegaskan bahwa proses ujian bertujuan mengukur kesungguhan belajar, kejujuran, serta kemampuan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Para santri diimbau untuk memperbanyak doa, menjaga ibadah, dan bertawakkal kepada Allah sebagaimana firman-Nya, “Barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya.”

Begitu juga dengan ungkapan Ustadz Carles Ginting yang menyampaikan bahwa setiap impian besar dan tujuan besar harus ditopang oleh persiapan yang baik dan kesungguhan.

Usai upacara, para santri dan santriwati memasuki ruang ujian yang diawasi oleh 2–3 ustaz/ustazah pada setiap kelas. Ujian tulis akan berlangsung selama dua pekan, yaitu 22 November hingga 4 Desember 2025 atau 1–14 Jumadil Akhir 1447 H, mulai pukul 07.30–11.00 WIB setiap hari.

Dengan persiapan yang matang serta adab yang terjaga, diharapkan seluruh peserta ujian memperoleh hasil terbaik dan semakin meningkat dalam kualitas ilmu maupun karakter.

Raudhah Sambut Hangat Pimpinan Pondok Pesantren Manhijussadat, Banten

Raudhah Sambut Hangat Pimpinan Pondok Pesantren Manhijussadat, Banten

RAUDHAH — Ahad, 23 November 2025, Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menerima kunjungan silaturahmi dari Dr. KH. Sulaiman Efendi, Pimpinan Pondok Pesantren Manhijussadat Banten.

Kunjungan yang bertujuan untuk ramah tamah dan mempererat tali silaturahmi ini disambut hangat oleh Direktur Pesantren, Ust. Miftakhuddin SS., S.Pd.I., MM.; Wakil Direktur, Ust. Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom.; Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Dr. KH. Rasyidin, MA.; serta beberapa Kepala Bidang Pesantren.

Acara ramah tamah dilaksanakan di ruang kedirekturan, di mana suasana berlangsung akrab dan penuh kehangatan. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai perkembangan pesantren serta pentingnya menjaga hubungan antarlembaga pendidikan Islam.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat ukhuwah antara Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan Ponpes Manhijussadat Banten dalam memajukan pendidikan di Indonesia

Chat Via WhatsApp