by Ar-Raudlatul Hasanah | Feb 9, 2026 | Berita
RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menerima kunjungan silaturahmi dari rombongan pesantren pada Senin, 9 Februari 2026 / 21 Sya’ban 1447 H. Kali ini, rombongan berasal dari Pesantren Nur Asri Abadan, Binjai Langkat, yang datang untuk mempelajari sekaligus mengamati secara langsung sistem organisasi pelajar di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Sebanyak 38 orang turut hadir dalam kunjungan tersebut, terdiri dari 29 santri dan 9 guru. Rombongan disambut dengan hangat oleh Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., bersama sejumlah asatidzah. Kegiatan ramah tamah berlangsung di Gedung Hafsah lantai 3 dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Carles Ginting menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan. Ia kemudian menjelaskan secara singkat profil Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, mulai dari sejarah pendirian, perkembangan pesantren, hingga peran Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) dalam membina kepemimpinan dan tanggung jawab santri.
“Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah adalah lapangan perjuangan, bukan tempat pencari penghidupan,” ujar Wakil Direktur. Ia juga berpesan kepada para santri agar senantiasa berbuat dan memberikan kontribusi terbaik untuk pondok sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Sementara itu, Ketua Rombongan Pesantren Nur Asri Abadan, Ustadz H. Zubir, S.Sos.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menambah wawasan santri dan guru, khususnya dalam memahami pola kepesantrenan serta sistem organisasi pelajar yang diterapkan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Usai kegiatan ramah tamah, rombongan diajak berkeliling lingkungan pesantren bersama para pengurus OPRH. Dalam sesi tersebut, para peserta terlibat diskusi langsung mengenai dinamika organisasi pelajar di pesantren, mulai dari peran pengurus hingga tata kelola kegiatan, sebagai bekal dalam membangun kepemimpinan santri yang disiplin dan bertanggung jawab.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Feb 8, 2026 | Berita
RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menggelar Perkemahan Rabu–Jumat (Prakajum) bagi santri/wati kelas IV dan III intensif di Bumi Perkemahan Raudhah, Sugau Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni pada 28–30 Januari 2026 untuk santriwati dan 4–6 Februari 2026 untuk santri.
Beragam kegiatan mewarnai rangkaian Prakajum, mulai dari materi kepramukaan, senam pagi, pelatihan teknik survival, perlombaan antarregu, permainan edukatif, hingga penampilan seni yang berpuncak pada malam unggun gembira. Seluruh agenda dirancang untuk melatih kedisiplinan, kebersamaan, serta tanggung jawab peserta.
Kegiatan perkemahan ini juga berdampak besar dalam pembinaan mental peserta didik agar terbiasa hidup di alam, mencintai lingkungan, memiliki rasa tanggung jawab, serta mampu menjaga tata krama dan adab. Di alam terbuka, setiap langkah menuntut kesadaran, kedisiplinan, dan rasa hormat terhadap sesama serta lingkungan, karena peserta tidak dapat bertindak semaunya sendiri.
Sementara itu, Ust. Reza Pratama menjelaskan bahwa secara garis besar tujuan Prakajum mencakup pengembangan diri, sosial, hingga teknis. Hal tersebut meliputi pengembangan karakter dan kemandirian, keterampilan sosial dan kerja sama, edukasi alam dan lingkungan, serta keterampilan teknis berupa survival skills.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dampak positif dari kegiatan perkemahan biasanya terasa dalam jangka panjang, baik bagi kesehatan fisik maupun mental. Di antaranya mengurangi stres, meningkatkan kepercayaan diri, memperdalam komunikasi antar peserta, memperkuat solidaritas, menumbuhkan empati dan kepedulian, serta melatih keterampilan bertahan hidup.
Melalui kegiatan Prakajum ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berharap santri/wati tidak hanya siap secara teknis dalam kepramukaan, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, peduli lingkungan, serta memiliki semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Feb 2, 2026 | Berita
RAUDHAH — Gelaran bergengsi Lomba Penggalang dan Penegak (LP3) Ke-V Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Gerakan Pramuka Santri Sumatera Utara resmi ditutup pada Minggu, 1 Februari 2026/13 Sya’ban 1447 di Pesantren Al-Kausar Simalungun, Kabupaten Simalungun. Dalam ajang tersebut, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan memborong berbagai gelar juara, baik dari kontingen putra maupun putri.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Pelita No. 8, Panei Tongah ini diikuti oleh lebih dari 350 santri dan santriwati dari 12 pesantren lintas provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Ajang ini menjadi wadah silaturahmi antarpesantren sekaligus sarana penguatan ukhuwah Islamiyah melalui gerakan kepanduan Pramuka Santri.
Kontingen putra Ar-Raudlatul Hasanah tampil dominan dengan menyabet gelar Juara Umum Penggalang Putra, disertai raihan Juara Utama 1 Penggalang dan Juara Utama 2 Penegak. Prestasi ini semakin lengkap dengan terpilihnya Kak Harry Shobari sebagai Bindamping Tergiat 2 Putra.
Sementara itu, kontingen putri juga menunjukkan performa luar biasa dengan meraih Juara Umum Penggalang Putri, Juara Utama 1 Penggalang, serta Juara Utama 3 Penegak. Selain itu, Sekar Tita dinobatkan sebagai Adika Teladan Penegak Putri, menegaskan kualitas karakter dan kepemimpinan santriwati Ar-Raudlatul Hasanah di tingkat regional. Kak Nazwa Fazira pun berhasil meraih penghargaan sebagai Bindamping Tergiat 1 Putri.
Kak Harry Shobari, selaku pembina pendamping, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas perjuangan para santri. Ia mengapresiasi kesungguhan adika-adika kontingen yang telah mengerahkan seluruh kemampuan mereka.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi ini. Rasa bangga saya tujukan kepada adika-adika kontingen yang sudah berjuang hebat dan serius. Semoga perolehan ini dapat menumbuhkan serta menambah semangat juang dalam diri seluruh santri Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kak Nazwa Fazira. Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi di masa mendatang. “Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT. Saya bangga kepada santriwati yang telah berjuang dengan sungguh-sungguh. Semoga ke depan prestasi ini dapat terus ditingkatkan dan kembali meraih hasil yang membanggakan,” tuturnya.
Keberhasilan ini semakin menegaskan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan sebagai salah satu pesantren dengan pembinaan kepramukaan yang aktif, solid, dan kompetitif di tingkat regional.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Jan 31, 2026 | Berita
RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar kegiatan studi banding ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery serta Museum Negeri Medan pada Jumat, 23 Januari 2026/3 Sya’ban 1447 (Putri) dan 30 Januari 2026/ 12 Sya’ban 1447 (Putra). Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan para santri/wati, yang nantinya dapat diterapkan dalam pembelajaran di Pesantren.
Peserta studi banding terdiri dari seluruh santri kelas 4 dan 3 Intensif KMI. Rangkaian kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery pada pagi hari dan dilanjutkan ke trip berikutnya.
Museum yang didirikan oleh Dr. H. Rahmatsyah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi hewan langka. Museum ini terletak di Kelurahan Petisah Hulu, Medan Baru, Kota Medan dan mengusung konsep konservasi dengan pemanfaatan, sebagaimana yang diterapkan oleh Safari Club International.
Setelah dari kunjungan di trip pertama, para santri melanjutkan perjalanan ke Museum Negeri Medan. Museum yang terletak di jalan H.M. Jhoni No. 51 Medan ini merupakan museum terbesar di Sumatera Utara dengan berbagai peninggalan sejarah budaya bangsa, hasil seni dan kerajinan dari berbagai suku Provinsi Sumut.
Museum ini dibangun pada tahun 1954 dan diresmikan pada April 1982. Maka tak dapat dipungkiri, Pesantren juga menjadwalkan kunjungan tersebut bagi para santri kelas 4 dan 3 intensif guna menambah wawasan dan pengalaman.
Dalam kunjungan ini, santri didorong untuk mengamati lingkungan sekitar, membaca informasi mengenai berbagai pengetahuan, memahami nama-nama ilmiah, serta aktif bertanya kepada pembimbing dan berdiskusi dengan sesama teman.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Jan 31, 2026 | Berita
RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mendapat kehormatan atas kehadiran tamu istimewa, Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Ibu Deva Rachman, yang disambut hangat oleh para Ustaz/ah dan seluruh santriwati selepas shalat Subuh berjamaah. Kehadiran beliau menjadi momen penuh makna bagi para santriwati dalam memperkuat keimanan sekaligus menata masa depan.
Dalam nasehatnya di hadapan seluruh santriwati, Ibu Deva Rachman menyampaikan pesan-pesan inspiratif tentang peran generasi muda sebagai masa depan bangsa. Ia menegaskan bahwa para santriwati merupakan generasi penerus umat dan bangsa yang diharapkan mampu membawa kebaikan di tengah masyarakat dengan bekal iman yang kuat, ilmu yang bermanfaat, serta akhlak yang mulia.
Beliau mengajak para santriwati untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap keadaan.
“Saat galau, bacalah Al-Qur’an. Jika masih sedih, bacalah ta’awudz. Dan apabila hati belum tenang, dirikanlah shalat,” pesan beliau, seraya menekankan pentingnya menjadikan ibadah sebagai sandaran hidup.
Ibu Deva juga memberikan arahan mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan sejak dini. Santriwati diharapkan mampu membaca potensi diri dan menentukan arah karier yang sesuai dengan bakat serta nilai-nilai Islam. Dalam kesempatan tersebut, beliau turut berbagi pengalaman hidupnya sejak masa kuliah hingga dunia kerja, sebagai motivasi bahwa keberhasilan diraih melalui proses panjang, kesungguhan, dan keikhlasan.
Ibu Deva Rachman merupakan putri tokoh pendidikan nasional, Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd. dan istri almarhum Syekh Ali Jaber, ulama kharismatik yang dikenal luas di Indonesia. Selain aktif dalam kegiatan sosial dan dakwah, beliau memiliki latar belakang pendidikan di bidang sosiologi dan kebijakan publik, serta pengalaman panjang di dunia profesional, khususnya dalam bidang komunikasi dan pengembangan sumber daya manusia. Perjalanan hidupnya menjadi teladan bahwa perempuan muslimah dapat berkiprah luas tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Sebagai penutup, Ibu Deva Rachman mengajak seluruh santriwati untuk memedomani Surah Al-Baqarah ayat 1–5 sebagai landasan hidup agar meraih keberhasilan di dunia sekaligus kebahagiaan di akhirat.
Alhamdulillah, para santriwati tampak antusias menyimak setiap nasehat yang disampaikan. Kehadiran Ibu Deva Rachman diharapkan dapat menambah semangat belajar serta memperkuat tekad santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah untuk senantiasa menjadi muslimah yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi umat dan bangsa.