RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah terus meneguhkan komitmennya dalam mencetak kader pendidik melalui sistem pendidikan Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) yang diadopsi dari Pondok Modern Darussalam Gontor. Salah satu implementasi kurikulum tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan ujian praktik mengajar (amaliyah tadris) bagi santri dan santriwati kelas akhir KMI, sebagai salah satu syarat kelulusan dari pesantren.
Dalam pelaksanaannya, mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing terdiri dari 12 orang. Setiap hari, satu santri/wati mendapat giliran untuk melaksanakan praktik mengajar di kelas dengan materi yang telah ditetapkan oleh Kantor KMI tiga hari sebelumnya. Selain menentukan materi dan jadwal, Kantor KMI juga menunjuk guru pembimbing yang akan mendampingi peserta ujian.
Selama masa persiapan, santri/wati mendapatkan bimbingan intensif, mulai dari penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) hingga teknis pelaksanaan pembelajaran secara menyeluruh, dari pembukaan hingga penutupan pelajaran.
Ujian praktik mengajar dijadwalkan berlangsung pada 12–29 Januari 2026. Dalam setiap sesi, santri/wati yang bertugas akan dinilai oleh 11–12 orang rekan sekelompok serta guru pembimbing. Penilaian meliputi aspek metode pembelajaran, penguasaan materi, sikap dan kepribadian, serta ketepatan penggunaan bahasa Arab atau Inggris. Seluruh catatan evaluasi tersebut kemudian dipaparkan dalam forum evaluasi di bawah arahan guru pembimbing sebagai bahan perbaikan bersama.
Sebelum memasuki ujian praktik di kelompok kecil, seluruh santri/wati terlebih dahulu mengikuti praktik mengajar perdana di kelompok besar yang dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Ahad, 10–11 Januari 2025.
Adapun lokasi praktik mengajar perdana ditetapkan di beberapa gedung. Untuk santri putra, kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna, Gedung Indonesia, dan Gedung Palestina. Sementara santriwati melaksanakan praktik di Gedung Fatimah, Gedung Hafshah, dan Gedung Cordova.
Melalui rangkaian ujian amaliyah tadris ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berharap santri/wati tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga siap mengemban amanah sebagai pendidik umat yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab.