Raudhah Pertahankan Juara Olimpiade Ekonomi Islam Nasional

Raudhah Pertahankan Juara Olimpiade Ekonomi Islam Nasional

Raudhah (11/04/2019). Ar-Raudlatul Hasanah kembali mengikuti Olimpiade Ekonomi Islam Nasional yang dilaksanakan di STEI Tazkia Bogor dengan mendelegasikan dua tim masing-masing 3 putra dan 3 putri didampingi oleh ustad M. Syihabuddin Nasution, S.E.I. Delegasi RH merupakan dua dari 10 tim terpilih mengikuti babak semifinal dan final setelah sebelumnya berhasil lolos pada babak penyisihan yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai sekolah menengah atas se-Indonesia.
Babak final olimpiade dilaksanakan di kampus STEI Tazkia Bogor, Jawa barat pada 8-10 April 2019. Babak semifinal terdiri dari ujian tulis berkelompok dan cerdas cermat, pada babak kedua tim Raudhah berhasil menyingkirkan tim lain sehingga dapat melanggeng ke babak final yang menyajikan soal-soal studi kasus dan presentasi di hadapan juri.
Tim RH putri yang diwakili oleh Afina Maharani (VE), Dena Amanda (VE) dan Syafiqa Az-Zahra (IVE) berhasil meraih peringkat kedua, sedangkan tim RH putra yang diwakili oleh Putra Faiz Rifqi (VD), Zulfadhli (VH), dan Abil Arqam (IVA1) berhasil meraih peringkat ketiga,seluruhnya merupakan anggota tetap kelompok studi ‘Raudhah Islamic Economics Study Club’ (RIESC).
Ini merupakan tahun keempat partisipasi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam olimpiade ekonomi Islam bergengsi ini sekaligus secara berturut-turut mampu mempertahankan gelar juara di even ini, ini juga kali pertama dua tim Raudhah bersamaan berkompetisi di babak final. Ed.HS

Santri dan Santriwati Kelas Akhir KMI Laksanakan UNBK

Santri dan Santriwati Kelas Akhir KMI Laksanakan UNBK

Raudhah (08/04/2019). Tahun ini adalah tahun kedua Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sesuai dengan regulasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama. Dalam rangka mendukung program pemerintah serta menfasilitasi santri-santriwati, Pesantren menambah ruang laboratorium komputer menjadi 5 ruang terdiri dari 40 unit laptop setiap ruangnya.
Secara terpisah, pelaksanaan UNBK tahun ini diikuti oleh 419 santri dan santriwati kelas akhir KMI selama 4 hari (tanggal 1, 2, 4 dan 8 April 2019).
Direktur Pesantren KH. Solihin Adin, S.Ag., MM berpesan kepada santri-santriwati untuk menjaga kewibawaan UNBK dengan patuh terhadap disiplin serta serius dalam mempersiapkan diri. Bapak Direktur juga mengingatkan agar tidak lupa bersyukur kepada Allah SWT dan berdoa agar mendapatkan hasil yang terbaik. Ed.HS

Kunjungan Santri Dayah Al-Fityan Aceh

Kunjungan Santri Dayah Al-Fityan Aceh

Raudlah (030/04/2019). Bumi wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah selalu membuka selebar-lebarnya pintu silaturahmi bagi siapa saja baik perorangan maupun komunal yang berkunjung.
Pada Rabu 3 April 2019, Raudlah kedatangan tamu yang berasal dari Dayah Al-Fityan Aceh dalam rangka melakukan kunjungan edukasi seputar organisasi santri yang ada di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Rombongan Dayah Al-Fityan terdiri dari 12 santri dan 3 ustadz pendamping. Seluruh santri yang diutus merupakan pengurus Al-Fityan School Student Association (ASSA).
Selama di Raudlah mereka melakukan tour kampus melihat sarana-prasarana Pesantren dan juga berkonsultasi langsung dengan pengurus Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) seputar program kerja di bagian mereka masing-masing, sehingga mereka dapat langung bertukar ide dan gagasan seputar kegiatan di organisasi masing-masing.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin silaturahmi dan silatulfikri antara pengurus OPRH Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan ASSA Dayah Al-Fityan, sehingga dapat berkontribusi maksimal bagi santri-santriwati di pondok masing-masing. Ed.HS

Pembongkaran Gedung Madinah

Pembongkaran Gedung Madinah

Dibangun pada akhir tahun 1995 dengan menelan biaya Rp. 15.000.000, gedung Madinah yang terletak di sebelah barat mesjid Pesantren dibongkar pada Senin 8 April 2019. Gedung semi permanen berukuran 33x9m ini telah mengalami beberapa perubahan fungsi. Awalnya, gedung ini diperuntukkan sebagai dapur dan ruang makan santri putra yang saat itu berjumlah 420 orang. Seiring bertambahnya jumlah santri, Pada tahun 2004, ruang makan santri putra dipindah ke gedung baru di sebelah barat daya kampus putra hingga saat ini, dan gedung Madinah beralih fungsi menjadi kamar guru, toko pelajar, dan studio foto. Selanjutnya, toko pelajar dipindah ke gedung Indonesia lantai 1 yang telah selesai direnovasi pada bulan Maret, dan lahan bekas gedung Madinah akan dijadikan sebagai area terbuka dan akses utama dari gerbang utama Pesantren jalan Setia Budi menuju mesjid dan pusat kantor administrasi.

Kunjungan KH. Luthfi Bashori ke Ar-Raudlatul Hasanah

Kunjungan KH. Luthfi Bashori ke Ar-Raudlatul Hasanah

Raudlah (05/04/2019). Ulama kharismatik dan juga pengasuh Pondok Pesantren Ribath Al-Murtadla Al-Islami, Singosari, Malang, Jawa Timur, KH. Luthfi Bashori melakukan safari dakwah di Sumatera Utara pada 2-6 April 2019. Salah satu agenda beliau adalah berkunjung ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan memberikan tausiyah di hadapan santri-santriwati.
Tiba di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada Jumat siang menjelang Ashar, Kiai Lutfhi Bashori yang juga merupakan ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Malang ini diterima oleh Ketua Umum Badan Wakaf Pesantren Drs. H. Mohd. Ilyas Tarigan beserta Direktur Pesantren KH. Solihin Adin, S.Ag., MM., dan para asatidz di ruang direktur.
Setelah menunaikan shalat Ashar berjamaah di mesjid, KH. Luthfi Bashori menyampaikan tausiyah. Dalam tausiahnya, beliau menceritakan kisah perang Khandaq antara pasukan kaum muslimin yang dipimpin Rasulullah SAW dengan pasukan kafir Quraisy.
Salah satu peristiwa yang bersejarah dalam perperangan tersebut adalah pertarungan antara Imam Ali bin Abi Thalib RA dengan Amr bin Abd al-Wud yang saat itu dikenal sangat sadis dan dijuluki ksatria ahli tarung di kalangan suku Quraisy. Namun catatan pribadi Amr bin Abd al-Wud tersebut tidak membuat Imam Ali bin Abi Thalib RA yang jauh lebih muda gentar menghadapinya, dan akhirnya berhasil memenangkan pertarungan tersebut. Dari kisah tersebut Kiai Luthfi Bashori memberi kesimpulan bagi santri-santriwati bahwa usia muda tidak menjadi halangan dalam membela agama dan bangsa dan menegakkan kebenaran. Ed.HS

Chat Via WhatsApp