APA YANG MEMBUAT ORANG MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI DAN SOMBONG?
Kita biasa berpikir bahwa kesulitan yang timbul dengan seorang egois adalah bahwa dia terlalu memandang tinggi dirinya, bahwa dia memiliki harga diri yang besar. Maka kalau seseorang merasa dirinya terlalu mementingkan diri sendiri, entah dengan cara apa dia harus melepaskan keinginannya untuk memandang tinggi dirinya dan dia pun akan puas. Dan banyak orang berpikir bahwa cara berurusan dengan orang egois adalah menunjukkan kekurangannya atau menundukkannya dan merampas anggapannya bahwa dirinya sangat penting. Tetapi itu hanya akan membuat orang egois tersebut semakin bersikap memusuhi dan membuat egonya bahkan semakin peka karena sesungguhnya orang yang mementingkan diri sendiri atau orang egois bukan merasa karena harga diri yang terlalu tinggi, melainkan karena merasa harga dirinya terlalu rendah.
Ketika seorang individu bertikai dengan dirinya sendiri dan bertikai dengan orang lain terbukti merupakan masalah kurangnya harga diri yang sesungguhnya. Begitu seseorang mulai menyukai dirinya sendiri, maka dia akan lebih bisa menyukai orang lain. Begitu dia berhasil mengatasi ketidakpuasannya yang menyakitkan dengan dirinya sendiri, dia tidak akan terlalu suka mencela orang lain dan lebih toleran kepada mereka.
Dahaga akan ego juga berifat universal dan alami seperti kelaparan akan makanan. Tubuh memerlukan makanan untuk bisa mempertahankan kelangsungan hidup. Ego yang lapar adalah ego yang jahat. Seseorang yang makan kenyang tiga kali sehari tidak terlalu memikirkan perutnya. Tetapi seseorang yang tidak makan satu atau dua hari menjadi benar-benar lapar dan seluruh kepribadiannya tampak berubah. Dari orang yang pemurah, periang dan baik hati, dia cenderung akan jadi suka bertengkar dan jahat. (more…)



