RAUDHAH — Langkah strategis menuju tata kelola aset yang profesional dan berdampak luas kembali ditunjukkan oleh Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Tiga delegasi resmi melangkah ke ajang nasional dengan mengikuti program Sekolah Wakaf Berkah Indonesia (SWBI). Ketiga delegasi tersebut adalah Ustaz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom (Wakil Direktur), Bapak H. M. Hardisyah Ndaramta Keloko, S.H., M.Kn. (Sekretaris Umum Badan Wakaf), serta Ustazah Dr. Arridha Harahap, M.E.I. (Guru). Keikutsertaan ini menjadi bukti komitmen kuat lembaga dalam memperkokoh fondasi keumatan melalui penguatan kapasitas pengelolaan wakaf.

Program bergengsi ini diselenggarakan oleh Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melalui kolaborasi strategis bersama Bank Indonesia (BI), Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Muhammadiyah, Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), serta Kementerian Agama RI. Berlangsung selama enam bulan, SWBI diawali dengan sesi pelatihan tatap muka (offline) secara intensif pada 24–28 Agustus 2026 di Ponorogo, Jawa Timur, sebelum nantinya dilanjutkan dengan pendampingan dan implementasi proyek secara berkala melalui platform Learning Management System (LMS).

Selama program berlangsung, para peserta dibekali cakupan materi yang komprehensif, mulai dari eksplorasi regulasi perundang-undangan, tata kelola kelembagaan (good nazhir governance), hingga penguatan ekosistem wakaf modern. Tidak hanya berfokus pada teori dasar, SWBI memberikan porsi besar pada praktik penggunaan sistem digital perwakafan serta strategi penghimpunan dana (fundraising). Penekanan utama pelatihan ini bermuara pada transformasi paradigma; bagaimana mengoptimalkan dan mengembangkan harta wakaf agar nilainya terus bertumbuh secara produktif, sehingga mampu menghasilkan kemaslahatan yang jauh lebih besar dan inklusif bagi masyarakat.

Melalui partisipasi aktif dalam program SWBI ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menargetkan lahirnya inovasi dan akselerasi dalam pengelolaan aset wakaf di lingkungan pesantren. Pembekalan yang didapat diharapkan mampu mentransformasi potensi aset yang ada agar terkelola secara lebih akuntabel, transparan, dan berbasis teknologi digital. Langkah ini menjadi pijakan nyata Ar-Raudlatul Hasanah dalam mewujudkan kemandirian lembaga sekaligus memperluas kontribusi sosialnya bagi kemajuan umat dan bangsa.

Chat Via WhatsApp