Raudhah (20/2/2020). Dalam rangka meningkatkan keilmuan dan menjalin silaturrahim serta kerjasama, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah turut serta dalam simposium internasional bertajuk International Symposium on Syed Muhammad Naquib Al-Attas: Philosophical and Civilizational Dimension yang berlangsung pada 15 Februari 2020 di Kampus Universiti Teknologi Malaysia, Kuala Lumpur.
Keikutsertaan Pesantren diwakili oleh ketua umum Badan Wakaf Drs. H. M. Ilyas Tarigan, ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Ar-Raudlatul Hasanah (STITRH) KH. Dr. Rasyidin Bina, MA, wakil direktur Pesantren Ust. Carles Ginting, BHSc, dan kepala bidang pendidikan Ustad H. Andi Wahyudi, Lc, MA.
Sebanyak 550 peserta dari kalangan cendekiawan, akademisi, duta-duta dan profesional dari pelbagai negara turut serta dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh RZS-CASIS-UTM (Raja Zarith Sofiah Center for Advanced Studies on Islam, Science and Civilization Universiti Teknologi Malaysia).
Prof. Syed Muhammad Naquib Al-Attas berkesempatan memberikan kuliah umum lebih dari satu jam menjadikan symposium ini bernilai sejarah bagi seluruh peserta.
Adapun para pakar yang menjadi narasumber antara lain; Prof. Dr. Wan Mohd. Nor Wan Daud (SMN AL-Attas Chair Holder RZS-CASIS, Malaysia), Prof. Dr. Mehdi Mohaghegh (Iran), Prof. Dr. Hans Daiber (Jerman), Prof. Dr. Zainiy Uthman (Malaysia), dan Prof. Dr. Mahmut Erol Kilic (Turki, saat ini menjabat duta besar Turki untuk Indonesia).
Di sela-sela kegiatan seminar yang cukup padat, rombongan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyempatkan diri bersilaturrahim dengan Prof. Dr. Mahmut Erol Kilic, beliau menyatakan bersedia berkunjung ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan dalam waktu dekat.
Sebelum bertolak ke Indonesia, rombongan juga bersilaturrahim dengan Prof. Dr. Wan Mohd. Nor Wan Daud, Dr. Arifin Ismail, MA (musyrif Badan Wakaf), dan Dr. Shofwan Badrie (Presiden Gabungan Ahli Sunnah Malaysia (GASMA)).
Raudhah (23/1/2020). Jaringan antara lembaga adalah satu di antara beragam cara memerkokoh sebuah instansi. Kerjasama, keterkaitan, dan koneksi, menjadikan sebuah lembaga dapat menjalin komunikasi secara intens.
Dalam konteks perguruan tinggi, kerjasama tersebut dilakukan dalam lingkup pendidikan/pengajaran, penelitian, dan pengabdian.
Hal tersebut diwujudkan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah melalui kesepakatan kerja sama yang ditandatangani oleh Dr. KH. Rasyidin, MA sebagai STITRH dengan Ketua STAI Sumatera Medan dalam forum bertajuk ‘International Seminar: Transitive Islam and The Future of Civilization’ yang dilaksanakan oleh panitia bersama Kopertais Wilayah IX dan lembaga-lembaga perguruan tinggi di daerah koordinasinya pada Kamis 30 Januari 2020 di Garuda Plaza Hotel Medan.
Dalam forum tersebut, Dr. Rasyidin, MA juga terlibat sebagai presenter dan menyampaikan kertas kerjanya yang berjudul “Pondok Pesantren: Simbol Korelasi dan Koneksi Pendidikan dan Peradaban dalam Narasi Sejarah Islam di Indonesia”. Mengenai itu, sosok yang sebelumnya menjabat Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah tersebut menyatakan secara tegas bahwa keberadaan Pesantren semestinya terus diperhatikan, bukan cuma diundang-undangkan. Hal itu karena secara historis, Pesantren telah memainkan peran besar dalam keberadaan bangsa.
Seminar internasional ini juga diikuti oleh beberapa dosen tetap STITRH.
Raudhah (29/01/2020). Sebanyak 191 santri putra dan 263 putri kelas 6 KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti kegiatan Tarbiyah Amaliyah (praktek mengajar). Setiap santri kelas akhir KMI diwajibkan mengikuti praktek mengajar dengan arahan guru pembimbing yang telah ditentukan sebelumnya.
Tarbiyah Amaliyah merupakan puncak dari pembekalan keterampilan mengajar bagi santri yang telah duduk di kelas akhir (kelas 6), setelah sebelumnya, ketika duduk di kelas 5, sejak awal semester ganjil, mereka telah dibekali keterampilan mengajar. Seminggu sekali, mereka diberikan kesempatan berlatih mengajar di kelas 1 dan 2 pada les kedelapan siang hari di bawah arahan guru pembimbing dan kantor Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah (KMI).
Selain mempersiapkan diri menguasai materi yang akan disampaikan dalam bahasa Arab dan Inggris yang sudah ditulis dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang diperiksa dan disetujui oleh guru pembimbing, santri kelas 6 yang bertugas melakukan praktek mengajar juga wajib menyiapkan mental, karena mereka tidak hanya berhadapan dengan santri di kelas tersebut, tetapi juga diawasi oleh 2 guru pembimbing dan sekitar 10 teman-teman satu kelompok yang bertugas mencatat dan memberikan penilaian mulai dari awal hingga akhir amaliyah.
Seusai berakhirnya praktek mengajar setiap harinya, setiap kelompok amaliyah berkumpul bersama guru pembimbing guna mendengarkan penilaian serta evaluasi dari setiap anggota kelompok terhadap praktek yang dilakukan oleh santri yang bertugas.
Tarbiyah Amaliyah di kampus 1 Medan berlangsung dari tanggal 22 Januari hingga 13 Februari 2020, yang diawali dengan pra amaliyah di ruang belajar kelas 6, dilanjutkan kuliah umum seputar Tarbiyah Amaliyah selama 2 hari (25-26 Januari), selanjutnya amaliyah perdana pada 27-28 Januari 2020 yang melibatkan seluruh guru pembimbing dan santri yang dibagi ke dalam 5 kelompok besar, serta amaliyah per kelompok di kelas-kelas selama 12 hari dari tanggal 29 Januari hingga 13 Februari 2020.
Santri yang ditunjuk menjadi pengajar pada amaliyah perdana beserta materinya adalah sebagai berikut: Kelompok A; Syahrul Halim (6B) mengajar Mutholaah kelas 2D di gedung serba guna, kelompok B; Hafiz Maulana (6D) mengajar Mutholaah kelas 2B di aula Mina. Kelompok C; Fatimah Azzahra (6A2) mengajar Mutholaah kelas 1 Intensif C di aula Hafsah. Kelompok D; Umi Kulsum (6C) mengajar Mutholaah kelas 2C di masjid, dan Junita Siska (6E) mengajar Mutholaah kelas 2E di gedung Ummi Kalsum lantai 1.
Berikut ini guru pembimbing pada amaliyah perdana tiap-tiap kelompok: Kelompok A; Ust. Carles Ginting, BHSc dan Ust. H. Andi Wahyudi, Lc., MM, kelompok B; Ust. Dr. H. Rasyidin Bina, MA dan Ust. Abdul Hamid Adam, SE., MM., kelompok C; Ust. H. Solihin Adin, S.Ag, MM dan Ust. Fahmi Jamaluddin, SE. kelompok D; Ust. H. M. Subhan, MA dan Ust. H. Badruzzaman Sembiring, MA, dan kelompok E; Ust. Fathurrahman, S.Ag., MM dan Ust. H. Miftakhuddin, SS, MM.
Raudhah (24/1/2020). Guna memberdayakan dan meningkatkan kompetensi dan skill pengurus Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah, Kampus 2 Lumut Tapanuli Tengah melaksanakan leadership training atau pelatihan kepemimpinan di pusat pelatihan Alam Raya Parsariran Batang Toru Tapanuli Selatan berjarak 17 km dari Kampus 2 Lumut selama 1 hari pada Jumat (24/1).
Leadership training diikuti oleh seluruh pengurus OPRH yang baru dilantik, terdiri dari 11 santri kelas 5 dan 20 santri kelas 4.
Melalui pelatihan kepemimpinan (leadership training), diharapkan seluruh pengurus OPRH akan lebih menguasai apa yang menjadi tanggung jawabnya, mampu mengatur strategi dan kebijakan, serta mempertajam kemandirian dan kecakapan berorganisasi.
Pelatihan kepemimpinan (leadership training) tidak hanya melahirkan sosok pemimpin yang baik, namun juga menemukan potensi yang selama ini tersembunyi.
Adapun kegiatan yang dilakukan dalam leadership training antara lain; pengarahan seputar keorganisasian, permainan ketangkasan dan wawasan berkelompok, jelajah alam, shalat berjamaah, dan kajian agama dan adab.
Raudhah (21/1/2020). Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Kampus 2 Lumut kembali membangun perumahan bagi guru yang telah berkeluarga di dalam kampus.
Proyek ini mulai dilaksanakan pada awal Januai 2020, dibangun di sebelah asrama santriwati gedung Barus, terdiri dari 2 unit rumah dengan luas bangunan keseluruhan 12×11 meter persegi.
Saat ini Kampus 2 Lumut telah memiliki 4 unit rumah bagi guru yang telah berkeluarga, dengan jumlah santri sebanyak 210 putra dan 96 putri. Sedangkan jumlah guru keseluruhan 38 guru, yang belum berumahtangga sebanyak 12 ustad dan 12 ustazah.