Raudhah (23/1/2020). Jaringan antara lembaga adalah satu di antara beragam cara memerkokoh sebuah instansi. Kerjasama, keterkaitan, dan koneksi, menjadikan sebuah lembaga dapat menjalin komunikasi secara intens.

Dalam konteks perguruan tinggi, kerjasama tersebut dilakukan dalam lingkup pendidikan/pengajaran, penelitian, dan pengabdian.

Hal tersebut diwujudkan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah melalui kesepakatan kerja sama yang ditandatangani oleh Dr. KH. Rasyidin, MA sebagai STITRH dengan Ketua STAI Sumatera Medan dalam forum bertajuk ‘International Seminar: Transitive Islam and The Future of Civilization’ yang dilaksanakan oleh panitia bersama Kopertais Wilayah IX dan lembaga-lembaga perguruan tinggi di daerah koordinasinya pada Kamis 30 Januari 2020 di Garuda Plaza Hotel Medan.

Dalam forum tersebut, Dr. Rasyidin, MA juga terlibat sebagai presenter dan menyampaikan kertas kerjanya yang berjudul “Pondok Pesantren: Simbol Korelasi dan Koneksi Pendidikan dan Peradaban dalam Narasi Sejarah Islam di Indonesia”. Mengenai itu, sosok yang sebelumnya menjabat Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah tersebut menyatakan secara tegas bahwa keberadaan Pesantren semestinya terus diperhatikan, bukan cuma diundang-undangkan. Hal itu karena secara historis, Pesantren telah memainkan peran besar dalam keberadaan bangsa.

Seminar internasional ini juga diikuti oleh beberapa dosen tetap STITRH.