Raudhah (29/01/2020). Sebanyak 191 santri putra dan 263 putri kelas 6 KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti kegiatan Tarbiyah Amaliyah (praktek mengajar). Setiap santri kelas akhir KMI diwajibkan mengikuti praktek mengajar dengan arahan guru pembimbing yang telah ditentukan sebelumnya.
Tarbiyah Amaliyah merupakan puncak dari pembekalan keterampilan mengajar bagi santri yang telah duduk di kelas akhir (kelas 6), setelah sebelumnya, ketika duduk di kelas 5, sejak awal semester ganjil, mereka telah dibekali keterampilan mengajar. Seminggu sekali, mereka diberikan kesempatan berlatih mengajar di kelas 1 dan 2 pada les kedelapan siang hari di bawah arahan guru pembimbing dan kantor Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah (KMI).
Selain mempersiapkan diri menguasai materi yang akan disampaikan dalam bahasa Arab dan Inggris yang sudah ditulis dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang diperiksa dan disetujui oleh guru pembimbing, santri kelas 6 yang bertugas melakukan praktek mengajar juga wajib menyiapkan mental, karena mereka tidak hanya berhadapan dengan santri di kelas tersebut, tetapi juga diawasi oleh 2 guru pembimbing dan sekitar 10 teman-teman satu kelompok yang bertugas mencatat dan memberikan penilaian mulai dari awal hingga akhir amaliyah.
Seusai berakhirnya praktek mengajar setiap harinya, setiap kelompok amaliyah berkumpul bersama guru pembimbing guna mendengarkan penilaian serta evaluasi dari setiap anggota kelompok terhadap praktek yang dilakukan oleh santri yang bertugas.
Tarbiyah Amaliyah di kampus 1 Medan berlangsung dari tanggal 22 Januari hingga 13 Februari 2020, yang diawali dengan pra amaliyah di ruang belajar kelas 6, dilanjutkan kuliah umum seputar Tarbiyah Amaliyah selama 2 hari (25-26 Januari), selanjutnya amaliyah perdana pada 27-28 Januari 2020 yang melibatkan seluruh guru pembimbing dan santri yang dibagi ke dalam 5 kelompok besar, serta amaliyah per kelompok di kelas-kelas selama 12 hari dari tanggal 29 Januari hingga 13 Februari 2020.
Santri yang ditunjuk menjadi pengajar pada amaliyah perdana beserta materinya adalah sebagai berikut: Kelompok A; Syahrul Halim (6B) mengajar Mutholaah kelas 2D di gedung serba guna, kelompok B; Hafiz Maulana (6D) mengajar Mutholaah kelas 2B di aula Mina. Kelompok C; Fatimah Azzahra (6A2) mengajar Mutholaah kelas 1 Intensif C di aula Hafsah. Kelompok D; Umi Kulsum (6C) mengajar Mutholaah kelas 2C di masjid, dan Junita Siska (6E) mengajar Mutholaah kelas 2E di gedung Ummi Kalsum lantai 1.
Berikut ini guru pembimbing pada amaliyah perdana tiap-tiap kelompok: Kelompok A; Ust. Carles Ginting, BHSc dan Ust. H. Andi Wahyudi, Lc., MM, kelompok B; Ust. Dr. H. Rasyidin Bina, MA dan Ust. Abdul Hamid Adam, SE., MM., kelompok C; Ust. H. Solihin Adin, S.Ag, MM dan Ust. Fahmi Jamaluddin, SE. kelompok D; Ust. H. M. Subhan, MA dan Ust. H. Badruzzaman Sembiring, MA, dan kelompok E; Ust. Fathurrahman, S.Ag., MM dan Ust. H. Miftakhuddin, SS, MM.
Raudlah (19/1/20). Dalam rangka evaluasi terhadap nilai akademik santri selama semester ganjil T.A 2019-2020, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Kampus 1 Medan melaksanakan pertemuan dengan wali santri yang nilai akhir anaknya belum mencapai ketuntasan minimal.
Kegiatan ini dilaksanakan di gedung serba guna Pesantren pada Ahad pagi 19 Januari 2020.
Bapak Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, KH. Solihin Adin, S.Ag., M.M., dalam sambutannya menyampaikan terlebih dahulu perkembangan Pesantren mulai dari jumlah santri dan guru di Kampus pusat dan cabang, dan kegiatan pengembangan wakaf dan pembangunan Pesantren.
Wali santri sedang berkonsultasi dengan wali kelas terkait evaluasi nilai akademik santri ujian semester ganjil T.A. 2019-2020 usai pertemuan pertemuan di Gedung Serba Guna (19/1).
Selanjutnya K.H. Solihin Adin memberikan arahan kepada wali santri terkait evaluasi ujian semester. Dalam arahannya Bapak Direktur menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi seluruh santri agar lebih giat lagi dalam berdisiplin dan belajar di Pesantren.
Seusai pertemuan di gedung serba guna, seluruh wali santri bertatap muka dengan wali kelas untuk saling berkomunikasi dan bertukar informasi seputar perkembangan kepribadian dan akademik santri.
Raudhah (14/1/2020). Pembangunan gedung kamar mandi gedung Khadijah Baru di Kampus putri 1 Medan dalam tahap pengecoran lantai 2.
Pengecoran berlangsung selama 2 hari, 15 hingga 16 Januari 2020.
Bangunan seluas 10,5 x 57 m yang dibangun tepat di belakang gedung Khadijah baru ini difungsikan sebagai fasilitas MCK serta jemuran pakaian santri putri yang nantinya berasrama di gedung Khadijah baru.
Rencananya, pembangunan akan berlanjut hingga lantai 3 sehingga setiap lantai asrama yang ada di depannya dilengkapi dengan fasilitas MCK dan jemuran pakaian.
Gedung Khadijah baru serta kamar mandinya dibangun di atas bekas lapangan sepakbola.
Raudlah (13/1/20). Fathul Kutub merupakan salah satu agenda penting Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan. Di antara tujuan utama kegiatan tersebut adalah menguji serta meningkatkan kemampuan bahasa Arab santri, memperluas wawasan santri khususnya kajian-kajian Islam, dan menghindari santri agar tidak fanatik terhadap satu madzhab tertentu.
Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Direktur Pesantren K.H. Solihin Adin, S.Ag., M.M dalam pembukaan Fathul Kutub kelas 5 di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Kampus 1 Medan pada Sabtu (11/1) pagi.
Acara Fathul Kutub diikuti oleh 188 santri putra dan 239 putri KMI kelas 5 dan 65 orang guru pembimbing. Santri kelas 5 dibagi kepada 4 kelompok besar yang terdiri dari 10 unit kecil setiap kelompok. Setiap unit beranggotakan 6-8 orang.
Setiap harinya santri kelas 5 KMI diberikan berbagai macam judul masalah untuk diselesaikan merujuk kepada ijtihad ulama dari buku-buku yang tersedia. Di akhir kegiatan setiap harinya, mereka juga diwajibkan untuk mempresentasikan apa yang sudah ditulis dan dipahami dari penyelesaian judul masalah tersebut.
Tahun ini, kegiatan Fathul Kutub dilaksanakan selama 10 hari, putra dari tanggal 13 hingga 16 Januari 2020 yang dilaksanakan di aula Mina, perpustakaan Al-Azhar, dan gedung serba guna, dan putri dari tanggal 18 hingga 22, dilaksanakan di gedung Umm Kultsum, Hafsah, dan perpustakaan putri.
Fathul Kutub terdiri atas 4 materi pokok bahasan, yaitu tauhid, tafsir, hadis, dan fikih, diawali dengan pengarahan setiap materi pada Sabtu pagi (11/1), putra di gedung serba guna dan putri di aula Hafsah.