Fose Wakapolres, Pimpinan Pesantren, Direktur beserta jajarannya bersama peserta PERKAJUM di gedung Serba Guna Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Kapolsek, Pimpinan Pesantren, Direktur beserta jajarannya berpose bersama peserta PERKAJUM di Gedung Serba Guna Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

      Raudlah. Perkemahan Kamis-Jumat (PERKAJUM) dua tahun terkhir ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan Pesantren Ar Raudlatul Hasanah kampus Sugau kecamatan Pancur Batu, letaknya kurang lebih 20 km dari Komplek Pesantren di Medan. Luasnya kurang lebih 8 hektar, terdiri dari kebun sawit, dua lapangan tempat berkemah, sungai, masjid, lokasi masak, tempat tinggal darurat dan lain sebagainya. Sesuai musyawarah kakak Mabikori, perkajum dilaksanakan dua gelombang; gelombang pertama untuk pramuka penegak putra (Kamis, 23 Februari 2017) dan gelombang kedua untuk pramuka penegak putri. (Kamis, 2 Maret 2017). Untuk kali perdana, peserta perkajum putra dilepas oleh Bapak Kapolsek Deli Tua Kompol Wira Prayatna, SH, S.I.K, MH secara singkat beliau berpesan agar mereka menjaga kesehatan dan berhati-hati dalam segala kegiatan di bumi perkemahan (BUPER). 23/02

Prosesi Upacara Unggun Gembira Perkajum Putra di di Bumi Perkemahan Pesantren Ar Raudlatul Hasanah kampus Sugau kecamatan Pancur Batu. Kamis, 23 Februari 2017

Prosesi Upacara Unggun Gembira Perkajum Putra di di Bumi Perkemahan Pesantren Ar Raudlatul Hasanah kampus Sugau kecamatan Pancur Batu. Kamis, 23 Februari 2017

      Pada pelaksanaan upacara unggun gembira bapak kapolsek Pancur Batu yang diwakili oleh Bapak AKP Benres Tarigan menjadi pembina, mengapresiasi kegiatan kepramukaan yang dilaksanakan dlingkungannya tersebut, “Semoga adik adik sekalian dapat menjadi garda terdepan sebagai pasukan anti narkoba dan dapat bermanfaat bagi NKRI” harap beliau dalam orasinya.

      Acara ini membutuhkan 40 tenda untuk peserta & 2 tenda pleton untuk  tempat shalat para peserta perkajum. Dan Sugau kali ini mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Jika dulu jalanan terjal, licin, dan becek, sekarang sudah dibuatkan parit dan tangga untuk jalan turunan, meskipun masih berupa tumpukan tanah liat, namun cukup membantu pejalan kaki. Sudah ada juga Penerangan lampu sederhana sepanjang jalur ke buper, dan akses air besih untuk MCK. Jadi perkajum tahun ini lebih menyenangkan dari tahun sebelumnya, sesuai dengan tujuannya, Selain melatih mental mereka, kegiatan perkajum ini juga diadakan untuk melatih mereka bagaimana cara bertahan hidup dengan tinggal di alam terbuka, seperti di dalam hutan misalnya. Ed.Citra

.