Raudhah Ikuti ASEAN Moslem Scout Jamboree

Raudhah Ikuti ASEAN Moslem Scout Jamboree

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah turut ambil bagian dalam perhelatan internasional ASEAN Moslem Scout Jamboree (AMSJ) 2026 yang digelar di kawasan Mega Wisata Ocarina, Batam, Kepulauan Riau, pada tanggal 21–25 Januari 2026/ 3-7 Sya’ban 1447. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi Pramuka Muslim se-ASEAN dalam rangka mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepemimpinan, serta memperkuat pengamalan nilai-nilai keislaman dan kepramukaan.

Jambore ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara anggota ASEAN, di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, dan Indonesia. Adapun kontingen Raudhah yang hadir berjumlah 41 peserta terdiri dari 21 santri dan 20 santriwati. Kehadiran ribuan Pramuka Muslim dari lintas negara tersebut menjadikan AMSJ sebagai ruang pertukaran budaya, pengalaman kepramukaan, sekaligus penguatan ukhuwah internasional.

Rangkaian kegiatan AMSJ 2026 diawali pada Rabu (21/1), dengan kedatangan peserta, registrasi, pendirian tenda, hingga gladi bersih dan upacara pembukaan resmi ASEAN Moslem Scout Jamboree pada malam harinya. Hari-hari berikutnya diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan kebudayaan, seperti giat pagi, apel dan briefing, ice breaking, perlombaan antarregu, outbound, literasi digital, miniatur pionering, memanah, hingga pembuatan mading 3D.

Selain itu, peserta juga mengikuti agenda anjangsana nusantara dan internasional, kunjungan budaya ke LAM Batam, Museum Raja Ali Haji Nong Isa, serta Masjid Mahmud Riayat Syah. Kegiatan semakin semarak dengan acara jumpa tokoh, welcome party bersama Wali Kota Batam, tabligh akbar, Gilwell Reunion, brain storming, fun game, hingga outing bersama. Seluruh rangkaian dipadu dengan aktivitas ibadah harian, makan bersama, serta pembinaan karakter melalui disiplin kepramukaan.

Memasuki hari terakhir, Minggu (25/1), kegiatan ditutup dengan upacara penutupan ASEAN Moslem Scout Jamboree 2026, serta prosesi perpisahan sebelum para peserta kembali ke daerah dan negara masing-masing.

Melalui keikutsertaan dalam AMSJ 2026, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berharap santri dan santriwatinya memperoleh pengalaman internasional yang berharga. Dengan semangat ukhuwah, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana mempererat persatuan Pramuka Muslim se-Asean sekaligus memperkuat identitas pesantren di forum global.

Kunjungan Studi Banding Pondok Pesantren Modern Darul Azhar Aceh Tenggara

Kunjungan Studi Banding Pondok Pesantren Modern Darul Azhar Aceh Tenggara

RAUDHAH – Pada Ahad hingga Selasa, 18–20 Januari 2026, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menerima kunjungan studi banding dari rombongan Pondok Pesantren Modern Darul Azhar, Aceh Tenggara. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperluas wawasan kepemimpinan serta pengelolaan organisasi santri dan santriwati.

Rombongan berjumlah 39 orang, terdiri atas 21 santri, 14 santriwati, serta 4 orang guru pendamping. Selama berada di bumi wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang bersifat edukatif dan kebersamaan.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi organisasi yang dilaksanakan di Gedung Hafshah pada pukul 10.00 WIB. Pada sore harinya, para peserta mengikuti games leadership di lapangan pesantren. Kegiatan ini dirancang untuk melatih kekompakan, rasa tanggung jawab, serta kemampuan mengambil keputusan dalam suasana yang santai dan menyenangkan.

Pada malam hari, santri/wati Darul Azhar diperkenalkan dengan kegiatan muhadharah, salah satu program pembinaan keterampilan berbicara di depan umum yang menjadi bagian penting dari sistem pendidikan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Memasuki hari kedua, agenda dilanjutkan dengan ramah tamah bersama Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz KH. Miftakhuddin, SS., S.Pd.I., MM. Kegiatan ini kemudian diteruskan dengan sesi diskusi keorganisasian bersama pengurus Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH). Dalam suasana diskusi yang hangat dan terbuka, pengurus OPRH berbagi pengalaman seputar program kerja, pola kepemimpinan, serta dinamika dan tantangan dalam menjalankan amanah organisasi santri.

Kebersamaan antarsantri/wati semakin terasa melalui kegiatan pertandingan persahabatan, meliputi cabang sepak bola dan basket untuk santri putra serta kasti untuk santriwati. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah dan membangun keakraban antar kedua pesantren.

Pada hari terakhir, rombongan mengikuti materi organisasi dan leadership sekaligus perkenalan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Ar-Raudlatul Hasanah Medan bersama Ustadz Assoc. Prof. Dr. KH. Rasyidin, MA. Diharapkan, kunjungan studi banding ini dapat menjadi bekal berharga bagi santri dan santriwati Pondok Pesantren Modern Darul Azhar dalam mengelola organisasi di pesantren mereka.

Sinergi Pesantren dan Wali Santri dalam Evaluasi Akademik Semester Ganjil

Sinergi Pesantren dan Wali Santri dalam Evaluasi Akademik Semester Ganjil

RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar pertemuan bersama wali santri dan santriwati yang bertujuan sebagai bentuk evaluasi akademik pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025–2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna pada Ahad, 18 Januari 2026 bertepatan dengan 29 Rajab 1447 H.

Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz KH. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., MM., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan di pesantren tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan santri menjawab soal ujian, tetapi juga pada kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Menurutnya, proses pendidikan harus membentuk karakter, kedisiplinan, serta tanggung jawab santri dalam menjalani amanah belajar.

Ia menegaskan bahwa hasil evaluasi akademik bukanlah bentuk hukuman, melainkan sarana muhasabah dan perbaikan bersama. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pihak pesantren dan wali santri/wati dalam mendampingi perkembangan belajar para santri/wati khususnya dalam meningkatkan motivasi, pengawasan belajar, serta pembiasaan sikap bertanggung jawab.

Setelah sambutan Direktur, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian evaluasi hasil Ujian Semester Ganjil oleh Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom. Dalam paparannya, ia menjelaskan sistem pendidikan dan mekanisme evaluasi yang diterapkan di pesantren, termasuk keterpaduan pembelajaran dan pendidikan.

Usai kegiatan utama, para wali santri dan santriwati diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan wali kelas masing-masing di ruangan yang telah disediakan. Konsultasi ini bertujuan untuk memperoleh penjelasan lebih rinci terkait hasil evaluasi nilai akademik Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025–2026 serta merumuskan langkah perbaikan yang lebih terarah ke depan.

Manasik Haji Santriwati Kelas 1 dan 1 Intensif

Manasik Haji Santriwati Kelas 1 dan 1 Intensif

RAUDHAH – Suasana pembelajaran ibadah terasa lebih nyata dan bermakna ketika seluruh santriwati kelas 1 dan 1 Intensif Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti kegiatan manasik haji di Asrama Haji Medan, Jumat, 16 Januari 2026 / 28 Rajab 1447 H.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembelajaran praktik ibadah, di mana santriwati tidak hanya mempelajari manasik haji melalui penjelasan di kelas, tetapi juga mempraktikkan secara langsung setiap rangkaian ibadah sesuai tuntunan syariat Islam. Dengan bimbingan penuh dari para asatidzah, seluruh tahapan manasik haji dilalui secara runtut, tertib, dan penuh penghayatan.

Sejak pagi hari, rombongan bertolak dari Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menuju Asrama Haji Medan. Setibanya di lokasi, para santriwati tampak antusias mengikuti arahan pembimbing, menelusuri setiap prosesi manasik dengan kesungguhan yang mencerminkan kesiapan mereka dalam memahami rukun Islam kelima secara menyeluruh.

Melalui manasik haji ini diharapkan mampu menanamkan pemahaman yang kuat, sehingga menjadi bekal berharga bagi santriwati ketika kelak menunaikan ibadah haji secara langsung di Tanah Suci.

Tidak hanya berfokus pada praktik ibadah, kegiatan ini juga dirangkai dengan kunjungan edukatif ke Istana Maimun dan Masjid Raya Al-Mashun Medan. Kunjungan tersebut menjadi sarana pengenalan sejarah, budaya, dan jejak peradaban Islam di Sumatera Utara.

Praktik Mengajar (‘Amaliyatu at-Tadris):  Pahami Cara Mengajar Yang Baik

Praktik Mengajar (‘Amaliyatu at-Tadris): Pahami Cara Mengajar Yang Baik

RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah terus meneguhkan komitmennya dalam mencetak kader pendidik melalui sistem pendidikan Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) yang diadopsi dari Pondok Modern Darussalam Gontor. Salah satu implementasi kurikulum tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan ujian praktik mengajar (amaliyah tadris) bagi santri dan santriwati kelas akhir KMI, sebagai salah satu syarat kelulusan dari pesantren.

Dalam pelaksanaannya, mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing terdiri dari 12 orang. Setiap hari, satu santri/wati mendapat giliran untuk melaksanakan praktik mengajar di kelas dengan materi yang telah ditetapkan oleh Kantor KMI tiga hari sebelumnya. Selain menentukan materi dan jadwal, Kantor KMI juga menunjuk guru pembimbing yang akan mendampingi peserta ujian.

Selama masa persiapan, santri/wati mendapatkan bimbingan intensif, mulai dari penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) hingga teknis pelaksanaan pembelajaran secara menyeluruh, dari pembukaan hingga penutupan pelajaran.

Ujian praktik mengajar dijadwalkan berlangsung pada 12–29 Januari 2026. Dalam setiap sesi, santri/wati yang bertugas akan dinilai oleh 11–12 orang rekan sekelompok serta guru pembimbing. Penilaian meliputi aspek metode pembelajaran, penguasaan materi, sikap dan kepribadian, serta ketepatan penggunaan bahasa Arab atau Inggris. Seluruh catatan evaluasi tersebut kemudian dipaparkan dalam forum evaluasi di bawah arahan guru pembimbing sebagai bahan perbaikan bersama.

Sebelum memasuki ujian praktik di kelompok kecil, seluruh santri/wati terlebih dahulu mengikuti praktik mengajar perdana di kelompok besar yang dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Ahad, 10–11 Januari 2025.

Adapun lokasi praktik mengajar perdana ditetapkan di beberapa gedung. Untuk santri putra, kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna, Gedung Indonesia, dan Gedung Palestina. Sementara santriwati melaksanakan praktik di Gedung Fatimah, Gedung Hafshah, dan Gedung Cordova.

Melalui rangkaian ujian amaliyah tadris ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berharap santri/wati tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga siap mengemban amanah sebagai pendidik umat yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab.

Outbound Santriwati Kelas 5 KMI

Outbound Santriwati Kelas 5 KMI

RAUDHAH — Outbound santriwati kelas 5 Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berlangsung sukses di Raudhah Camping Ground Sugau, Pancur Batu, Jumat, 9 Januari 2026 bertepatan 20 Rajab 1447 H.

Kegiatan yang digagas Bidang Pengasuhan Putri ini menjadi bagian dari pembinaan karakter dan kepemimpinan santriwati melalui aktivitas luar ruang yang memanfaatkan keunggulan alam. Beragam permainan edukatif dan tantangan kelompok dirancang untuk melatih ketahanan fisik, kecakapan mental, serta kerja sama tim.

Outbound ini memiliki sejumlah tujuan utama. Pertama, mengembangkan keterampilan pengelolaan diri sebagai upaya menjaga kebugaran jasmani dan membiasakan pola hidup sehat. Kedua, mendorong pertumbuhan fisik yang seimbang dengan penguatan psikis. Ketiga, menumbuhkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, serta kemampuan bekerja sama.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, santriwati dilatih untuk mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab. Hal ini relevan dengan amanah yang saat ini mereka emban sebagai pengurus Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) dan Koordinator Pramuka Gugus Depan 06-196. Sehingga, outbound ini diharapkan menjadi pondasi penguatan jiwa kepemimpinan santriwati.

 

Santri Kelas 1 KMI dan 1 Intensif Ikuti Manasik Haji dan Edukasi Sejarah di Medan

Santri Kelas 1 KMI dan 1 Intensif Ikuti Manasik Haji dan Edukasi Sejarah di Medan

RAUDHAH – Sebagai bagian dari pembelajaran praktik ibadah yang aplikatif, seluruh santri kelas 1 Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) dan 1 Intensif Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti kegiatan manasik haji yang berlangsung dengan penuh antusias.

Kegiatan manasik haji dilaksanakan di Asrama Haji Medan dan dibimbing langsung oleh Asatidz pada Jumat, 9 Januari 2026 / 21 Rajab 1447 H. Tidak hanya penyampaian teori, para pembimbing juga mengarahkan peserta untuk mempraktikkan secara langsung rangkaian ibadah haji dan umrah sesuai tuntunan syariat Islam.

Rombongan berangkat dari Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sejak pagi hari dan tiba di Asrama Haji Medan sekitar pukul 07.30 WIB. Selama pelaksanaan manasik, para santri tampak mengikuti setiap tahapan dengan tertib dan penuh kesungguhan, mulai dari niat, thawaf, sa’i, hingga tahallul.

Usai kegiatan manasik, rombongan melanjutkan agenda edukasi sejarah dan keislaman dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di Kota Medan. Di Museum TNI, para santri mendapatkan penjelasan mengenai sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia, dilanjutkan dengan istirahat dan makan siang bersama.

Pada waktu zuhur, rombongan melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Agung Medan sekaligus menerima penjelasan mengenai fungsi dan sejarah masjid tersebut. Kegiatan berlanjut ke Istana Maimun, tempat para santri memperoleh edukasi tentang sejarah Kesultanan Deli, sebelum akhirnya menuju Masjid Raya Al-Mashun.

Di Masjid Raya Al-Mashun, para peserta kembali mendapatkan penjelasan sejarah serta menunaikan Shalat Ashar berjamaah. Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama di depan Masjid tersebut.

Melalui kegiatan manasik haji dan edukasi sejarah ini, diharapkan para santri tidak hanya memahami pelaksanaan ibadah haji secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman langsung yang membekas sebagai bekal ketika kelak berkesempatan menunaikan rukun Islam kelima. Selain itu, kunjungan ke berbagai situs bersejarah turut memperkaya wawasan keislaman dan kebangsaan para santri.

LPJ dan Pelantikan Koordinator Gerakan Pramuka Tandai Regenerasi Kepemimpinan

LPJ dan Pelantikan Koordinator Gerakan Pramuka Tandai Regenerasi Kepemimpinan

RAUDHAH – Seiring dengan Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH), Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan 06-195 dan 06-196 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah juga melaksanakan regenerasi kepengurusan melalui kegiatan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan serah terima amanat dari pengurus lama kepada pengurus baru.

Kegiatan LPJ dan serah terima amanat Koordinator Kepramukaan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026/11–12 Rajab 1447. Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di dua lokasi, yakni Gedung Serbaguna untuk santri putra dan halaman Gedung Fatimah lantai 3 untuk santri putri.

Dalam sambutannya pada pembukaan LPJ Koordinator Kepramukaan di hadapan seluruh santri, Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz K.H. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., M.M., menegaskan bahwa organisasi merupakan sarana pendidikan yang sarat dengan nilai pembentukan karakter, khususnya dalam menanamkan rasa tanggung jawab dan jiwa kepemimpinan.

Beliau juga menghimbau kepada seluruh santri agar menyimak dan memperhatikan setiap laporan pertanggungjawaban yang disampaikan sebagai bahan pembelajaran dan evaluasi untuk kepengurusan selanjutnya.

Selama dua hari pelaksanaan, para guru dan santri mengikuti serta mendengarkan pemaparan laporan kerja dari masing-masing andalan Koordinator Gugus Depan. Laporan yang disampaikan sebelumnya telah melalui proses verifikasi oleh guru pembimbing, meliputi laporan formatur bagian, program kerja, keuangan, inventaris, serta evaluasi pelaksanaan kegiatan selama satu periode kepengurusan.

Puncak kegiatan berlangsung pada Kamis, 1 Januari 2026/12 Rajab 1447, dengan dilaksanakannya pelantikan pengurus Koordinator Gerakan Pramuka Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah masa bakti 2026–2027. Kepengurusan baru ini terdiri atas dua Gugus Depan, yakni Gugus Depan 06-195 untuk santri putra dan 06-196 untuk santri putri.

Dari Amanah ke Amanah: OPRH (Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah) Berganti Kepemimpinan

Dari Amanah ke Amanah: OPRH (Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah) Berganti Kepemimpinan

RAUDHAH – Salah satu bentuk nyata estafet kepemimpinan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan Pergantian Pengurus Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) yang dilaksanakan setiap tahunnya. Pada tahun ini, LPJ OPRH Periode 2025–2026 berlangsung selama empat hari, mulai Jum’at hingga Selasa, 26–30 Desember 2024/ 6–10 Rajab 1447.

Seluruh santri putra berkumpul di Gedung Serba Guna untuk menyimak laporan hasil pengabdian pengurus OPRH selama satu tahun penuh. Sementara itu, seluruh santriwati mengikuti kegiatan yang sama di Aula Pertemuan Gedung Fatimah Lantai 3, mendengarkan laporan pertanggungjawaban dari santriwati kelas 6 KMI.

OPRH sebagai organisasi pelajar merupakan salah satu ujung tombak keberlangsungan pendidikan dan pembinaan santri di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Para pengurus OPRH menjadi penggerak utama berbagai kegiatan santri/wati di bawah bimbingan para asatidz dan ustadzah.

Laporan pertanggungjawaban yang disampaikan tidak hanya sekadar dibacakan, namun juga dievaluasi secara langsung oleh Direktur dan Wakil Direktur Pesantren setelah setiap bagian menyampaikan laporannya. Sebelumnya, para pengurus OPRH telah melalui proses verifikasi laporan yang dibimbing oleh dua orang verifikator dari ustadz dan ustadzah, guna memastikan kesesuaian laporan dengan fakta serta standar pelaporan yang berlaku.

Setelah seluruh bagian menyelesaikan penyampaian laporan, kegiatan dilanjutkan dengan serah terima amanat. Pada sesi ini, Ketua OPRH Periode 2025–2026 membacakan surat serah terima amanat kepada Ketua OPRH Periode 2026–2027 sebagai tanda berakhirnya masa kepengurusan lama.

Prosesi serah terima amanat tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen resmi oleh Ketua OPRH lama dan Ketua OPRH baru. Momentum ini sekaligus menjadi awal pengalihan tugas seluruh bagian OPRH, mulai dari Sekretaris, Bendahara, Keamanan Pusat, Bagian Bahasa, Penerangan, Ta’lim, Ta’mir, Penerimaan Tamu, Sosial, Olahraga, Kesenian, hingga bagian-bagian lainnya.

Selanjutnya, dilaksanakan Pelantikan Pengurus Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) Periode 2026–2027 secara resmi. Pelantikan ini dipimpin langsung oleh  Direktur, Wakil Direktur, dan para Kepala Bidang Pesantren. Santri dan santriwati kelas 5 KMI yang terpilih sebagai pengurus OPRH baru mengucapkan janji pengabdian di hadapan seluruh ustadz, ustadzah, dan warga OPRH.

Sebagai simbol pergantian estafet kepemimpinan, dilakukan pula pergantian posisi tempat duduk di panggung. Pengurus OPRH Periode 2025–2026 yang sebelumnya berada di panggung kehormatan, kini berganti dengan pengurus OPRH Periode 2026–2027. Santri kelas 6 KMI kembali menyatu sebagai warga OPRH bersama santri kelas 1–4 KMI.

Momentum ini menjadi penguatan nilai kehidupan pesantren yang terangkum dalam slogan “Siap Memimpin dan Siap Dipimpin”, sebuah pelajaran berharga yang terus ditanamkan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sebagai bekal kepemimpinan dan pengabdian di masa depan.

Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan ke-2 STIT Ar-Raudlatul Hasanah Medan Berlangsung Khidmat

Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan ke-2 STIT Ar-Raudlatul Hasanah Medan Berlangsung Khidmat

RAUDHAH – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah Medan menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan ke-2 pada Sabtu, 27 Desember 2025 / 7 Rajab 1447 H, bertempat di Gedung Hafsah Lantai 3. Kegiatan wisuda dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berlangsung dengan tertib hingga selesai.

Acara wisuda ini dihadiri oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., Kopertais Wilayah IX Sumatera Utara, Pengurus Badan Wakaf Pesantren, Pimpinan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah – Ir. H. Achmad Prana Rulianto Tarigan, Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah Medan – Assoc. Prof. Dr. KH. Rasyidin, M.A., Direktur Pesantren – Ustaz KH. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., M.M., Wakil Direktur – Ustaz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., para asatidzah, sivitas akademika STIT Ar-Raudlatul Hasanah, para wisudawan dan wisudawati Angkatan ke-2, wali mahasiswa/i, santri dan santriwati kelas 6 KMI, serta seluruh tamu undangan.

Rapat senat terbuka berlangsung dengan khidmat dan teratur, diawali dengan pembukaan, tilawah Al-Qur’an, doa, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hymne Pesantren, sambutan-sambutan, pembacaan surat keputusan kelulusan, pengukuhan wisudawan/wisudawati, janji sarjana, orasi ilmiah, hingga penyerahan cendera mata dan penutupan sidang senat.

Dalam orasi dan sambutannya, Wakil Menteri Agama RI menegaskan bahwa pesantren sejatinya merupakan lembaga pendidikan perjuangan, sebagaimana dibuktikan oleh sejarah panjang kontribusi pesantren bagi bangsa dan umat. Beliau juga menyampaikan bahwa kurikulum pesantren sejalan dan selaras dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, karena pesantren mencetak insan yang berilmu, berakhlak, beriman, dan bertakwa.

Lebih lanjut, Wamenag menekankan pentingnya peran universitas berbasis pesantren dalam memperkuat pesantren sebagai sistem pendidikan nasional yang ideal. Universitas pesantren diharapkan mampu memperkuat tradisi tafaqquh fiddin dengan metodologi ilmiah dan riset akademik, menjaga integrasi antara ta’dib dan keilmuan modern, serta melahirkan pemimpin umat dan bangsa yang berilmu, berakhlak, dan berkomitmen terhadap kemaslahatan masyarakat serta senantiasa menghambakan diri kepada Allah SWT.

Pada wisuda Angkatan ke-2 ini, STIT Ar-Raudlatul Hasanah Medan meluluskan 32 wisudawan dan wisudawati, yang terdiri dari 11 wisudawan putra dan 21 wisudawati putri.

Selain pengukuhan kelulusan, STIT Ar-Raudlatul Hasanah Medan juga memberikan penghargaan kepada wisudawan dan wisudawati berprestasi, baik di bidang akademik, keagamaan, maupun keilmuan dan event nasional serta internasional. Di antaranya penghargaan IPK 4.0, hafizhah 30 juz Al-Qur’an, prestasi delegasi dan lomba ilmiah, keikutsertaan konferensi internasional, serta penghargaan wisudawan termuda.

Dengan terselenggaranya rapat senat terbuka wisuda Angkatan ke-2 ini, STIT Ar-Raudlatul Hasanah Medan kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sarjana pendidikan Islam yang unggul, berkarakter pesantren, serta siap berkhidmat untuk umat, agama, dan bangsa.