Santri Berbakti: Liburan Ramadhan & Lebaran yang Bermakna

Santri Berbakti: Liburan Ramadhan & Lebaran yang Bermakna

RAUDHAH – Sabtu, 22 Maret 2025/ 22 Ramadhan 1446, Seluruh santri/wati Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali ke kampung halaman.

Perpulangan ini bertujuan dapat memberikan kesempatan kepada santri/wati untuk beribadah bersama keluarga dan masyarakat di bulan Ramadhan serta menyambut datangnya hari lebaran idul fitri nantinya.

Para wali santri/wati berduyun-duyun hadir ke Pesantren untuk menjemput ananda tercinta. Meskipun kepadatan yang disebabkan oleh kendaraan terjadi, namun proses perpulangan ini berjalan dengan lancar. Dimana, santri/wati kelas 5 KMI dan Asatidzah yang bertugas berhasil mengkoordinir dengan baik.

Perpulangan ini dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada Jum’at Malam (21/3) bagi santri/wati yang berangkat secara rombongan bersama konsulat-konsulat yang telah ditentukan. Di antaranya seperti Asahan, Pematang Siantar, Labuhan Batu, Aceh, Tapanuli Selatan, Riau dan lainnya.

Sedangkan gelombang kedua dilaksanakan pada Sabtu (22/3) bagi santri/wati yang berangkat via personal. Dimana, mereka dijemput secara langsung oleh walinya masing-masing.

Sesuai jadwal yang ditentukan, para santri/wati kelas 1-4 KMI berlibur pada 22 Maret – 13/14 April 2025. Kemudian, para santri/wati kelas 5 dan 6 KMI berlibur pada 22 Maret – 12 April 2025.

Perpulangan santri/wati bukan hanya sekedar liburan, akan tetapi mereka telah dibekali untuk senantiasa melakukan amal-amal yang bermanfaat.

 

 

Kunjungan Syekh ‘Adil Mahmud Muhammad ‘Ali

Kunjungan Syekh ‘Adil Mahmud Muhammad ‘Ali

Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mendapat kehormatan dengan kedatangan tamu istimewa, Syekh ‘Adil Mahmud Muhammad ‘Ali, seorang ulama ahli qira’at ‘asyra dari Mesir. Kehadirannya menjadi momen berharga bagi seluruh keluarga besar pesantren, apalagi ia merupakan salah satu imam di Masjid Al-Azhar Kairo, Mesir.

Pada kunjungan tersebut, Syekh ‘Adil Mahmud Muhammad ‘Ali, menjadi khatib dan imam dalam ibadah Jumat. Dengan suara merdunya, beliau melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang memberikan nuansa khusyuk yang mendalam dalam shalat berjamaah.

Tidak berhenti di situ, Syekh ‘Adil juga memberikan motivasi kepada para santriwati sebelum berbuka puasa. Malam harinya, suasana semakin syahdu ketika Syekh ‘Adil memimpin shalat tarawih. Dengan qira’at yang berbeda-beda dalam tiap rakaatnya, beliau menghadirkan keindahan bacaan Al-Qur’an yang jarang ditemui secara langsung di Indonesia. Para santri dan jamaah tampak terpesona dengan lantunan ayat-ayat suci yang menggema di masjid pesantren.

Kehadiran Syekh ‘Adil di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi juga menjadi momen langka bagi para santri. Harapannya, kecintaan terhadap Al-Qur’an semakin tumbuh di hati mereka.

Pesan dan Nasihat Jelang Liburan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H

Pesan dan Nasihat Jelang Liburan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H

RAUDHAH – Menjelang masa liburan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar acara khusus bertajuk “Pesan dan Nasihat Menjelang Liburan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 1446 H”.

Acara yang berlangsung selama dua hari, Kamis-Jum’at (20-21 Maret 2025/20-21 Ramadan 1446 H), ini bertujuan membekali para santri dan santriwati dengan pedoman hidup bermasyarakat selama masa liburan.

Kegiatan ini diadakan sebagai persiapan bagi seluruh santri kelas 1-6 KMI yang akan menjalani liburan selama dua puluh hari di rumah masing-masing setelah menyelesaikan ulangan umum dan ujian gelombang termin kedua.

Lebih dari sekadar liburan, masa ini juga menjadi ajang pengabdian bagi santri dalam menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di pesantren ke dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam nasihat yang disampaikan, para santri diingatkan untuk selalu menjaga akhlak dan nilai-nilai keislaman di mana pun mereka berada.

Beberapa poin penting yang ditekankan dalam acara ini antara lain pentingnya menjaga ibadah, etika dalam bermedia sosial, adab bertamu dan menerima tamu, serta bagaimana mengisi liburan dengan kegiatan yang bermanfaat.

Pengarahan Pengabdian untuk Santri/wati Kelas 6 KMI

Pengarahan Pengabdian untuk Santri/wati Kelas 6 KMI

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar pengarahan pengabdian bagi pada Sabtu malam, 15 Maret 2025/16 Ramadan 1446. Kegiatan ini menjadi agenda wajib tahunan yang diikuti oleh seluruh santri/wati kelas 6 KMI.

Acara yang diselenggarakan oleh Seksi KMI ini berlangsung dengan penuh khidmat. Para santri mengikuti kegiatan di Masjid lantai 2, sementara santriwati berkumpul di Gedung Hafsah lantai 3. Forum sakral ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz KH. Solihin Adin, dan Wakil Direktur, Ustadz Carles Ginting.

Dalam pemaparannya, Ustadz KH. Solihin Adin menegaskan bahwa pengabdian adalah mengabdikan diri kepada Pesantren/Madrasah/Sekolah atas apa yang telah didapat selama menjadi santri, dengan memberikan atau mengamalkan semua ilmu yang dimiliki.

“Mengabdi adalah mengabdikan diri dengan memberikan atau mengamalkan semua ilmu yang dimiliki,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ustadz Carles Ginting juga menambahkan bahwa pengabdian merupakan bentuk khidmat, yaitu melakukan segala sesuatu yang bermanfaat bagi umat dan lingkungan sekitar dengan penuh keikhlasan.

“Mengabdi itu adalah khidmat, maksudnya adalah melakukan dan mengerjakan segala sesuatu yang bermanfaat bagi Ummat dan sekitarnya karena Allah swt. tidak mengharapkan materi duniawi atau dengan kata lain ikhlas,” pesannya.

Sebagai bagian dari proses pengabdian, setiap santri diwajibkan untuk mengisi formulir yang telah disiapkan oleh sekretariat pesantren. Dalam formulir tersebut, mereka memilih dan mengajukan lembaga tempat mereka akan mengabdi. Pengabdian ini sejalan dengan tujuan utama berdirinya Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, yakni membentuk insan yang berkontribusi bagi masyarakat atau kemasyarakatan.

Kegiatan ini menjadi momentum bagi para santri untuk mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Dengan semangat pengabdian, diharapkan para santri dapat menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan siap berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.

Santri/Wati Kelas 6 KMI Ikuti Ujian Asesmen Madrasah Berbasis Komputer dengan Lancar

Santri/Wati Kelas 6 KMI Ikuti Ujian Asesmen Madrasah Berbasis Komputer dengan Lancar

RAUDHAH – Setelah dua pekan menghadapi Ujian Akhir KMI Termin Dua, santri/wati kelas 6 kembali menjalani tantangan akademik berikutnya, yakni Ujian Asesmen Madrasah Berbasis Komputer (AMBK). Ujian ini berlangsung mulai Kamis, 13 Maret 2025/13 Ramadhan 1446 hingga Selasa, 18 Maret 2025/18 Ramadhan 1446.

Berbagai mata pelajaran diujikan dalam AMBK ini, seperti Al-Qur’an-Hadis, Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Indonesia, dan lainnya. Ujian ini menjadi tolak ukur pemahaman santri/wati terhadap materi yang telah dipelajari serta mengasah kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan akademik di masa depan.

Pelaksanaan ujian berlangsung di dua lokasi, yaitu Ruangan Komputer Putra di Gedung Serbaguna dan Ruangan Komputer Putri di Gedung Rusunawa. Setiap ruangan menampung 32 santri/wati yang diawasi oleh dua Ustadz/ah, memastikan suasana ujian tetap tertib dan kondusif.

Untuk mengakomodasi seluruh peserta, ujian dibagi dalam empat sesi setiap harinya:

✅ Sesi 1: 08.00 – 09.15 WIB

✅ Sesi 2: 09.15 – 10.30 WIB

✅ Sesi 3: 10.30 – 11.45 WIB

✅ Sesi 4: 11.45 – 13.00 WIB

Pelaksanaan AMBK ini tidak hanya menguji akademik, tetapi juga melatih kedisiplinan dan kemandirian santri/wati dalam menghadapi ujian berbasis teknologi. Dengan semangat dan ketekunan yang tinggi, para peserta diharapkan mampu meraih hasil terbaik.

Delegasi Ar-Raudlatul Hasanah Hadiri Acara Semesta Fest 2025

Delegasi Ar-Raudlatul Hasanah Hadiri Acara Semesta Fest 2025

RAUDHAH Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting menghadiri acara Semesta Fest 2025 yang digelar pada Kamis, 13 Maret 2025/13 Ramadan 1446. Acara yang bertajuk “Semarak Ekonomi Syariah dan Keuangan Digital” ini menjadi ajang penting dalam memperkuat sinergi antara ekonomi syariah dan teknologi finansial di Indonesia.

Selain itu, hadir pula para pimpinan pesantren se-Sumatera Utara serta tokoh masyarakat terkemuka seperti Wali Kota Medan, anggota DPRD Kota Medan, Rahmat Shah (mantan anggota MPR RI perwakilan Sumatera Utara 1999-2004), Ketua MUI Sumatera Utara, perwakilan Gubernur Sumatera Utara, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Medan menekankan pentingnya keterlibatan nilai-nilai Islam dalam sektor ekonomi.

“Ruang keislaman tidak hanya masuk dalam ruang ibadah saja, namun juga dalam ranah ekonomi. Kehalalan produk harus menjadi perhatian yang terukur sehingga dapat membangun perekonomian masyarakat yang dipenuhi keberkahan,” ujar Wali Kota Medan. Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan berkomitmen mendukung agenda seperti ini guna mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah.

Acara semakin semarak dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Ucai Batubara, yang menambah makna spiritual dalam diskusi seputar ekonomi syariah dan keuangan digital.

Semesta Fest 2025 menjadi bukti nyata bahwa integrasi antara nilai-nilai Islam dan perkembangan teknologi finansial dapat berjalan beriringan, menciptakan ekonomi yang lebih berkah dan inklusif bagi masyarakat.

Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadan 1446 H

Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadan 1446 H

RAUDHAH – Para santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menghidupkan tradisi tadarus Al-Quran dengan metode unik yang menarik perhatian. Sekitar 1.600 santri dan 1.900 santriwati berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan membentuk formasi melingkar.

Dalam setiap lingkaran, terdapat 9 hingga 11 santri/wati yang secara bergantian membaca dan menyimak bacaan Al-Quran. Metode ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap santri/wari dapat memperbaiki bacaannya dengan bantuan teman sekelompoknya.

Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., mengungkapkan bahwa sistem lingkaran ini memudahkan para Ustadz/ah dalam memantau jalannya tadarus.

“Dengan kapasitas guru yang lebih sedikit dibandingkan santri, jika tadarus dilakukan dengan formasi berbaris, akan lebih sulit untuk mengawasi. Dengan formasi melingkar, kami bisa memantau dari jauh,” jelasnya.

Tradisi tadarus unik ini mendapat perhatian luas dan diliput oleh berbagai media nasional seperti iNews.id, Harian Mistar, Liputan6.com, Tribun Medan, IDN Times Sumut, TVRI News, dan ANTARA News.

Setiap hari, para santri membaca satu juz Al-Quran, dengan target mengkhatamkan 1 hingga 2 kali selama Ramadan. Muhammad Zikri, salah satu santri yang mengikuti kegiatan ini, merasa metode ini sangat bermanfaat.

“Hikmahnya, kami bisa saling mengoreksi dan memperbaiki bacaan. Dalam satu kelompok, ada santri yang bacaannya sudah baik, sehingga bisa membantu yang lain,” katanya.

InsyaAllah, Tadarus ini berlangsung setiap hari setelah shalat Zuhur dan akan terus dilaksanakan hingga tanggal 20 Ramadhan. Raudhah terus membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani yang tidak hanya fasih membaca Al-Quran tetapi juga mampu memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Raudhah Gelar Belajar Malam di Ruang Terbuka

Raudhah Gelar Belajar Malam di Ruang Terbuka

RAUDHAH – Program belajar malam di ruang terbuka bagi seluruh santri dan santriwati kembali dijalankan sebagai bagian dari keefektifan menghadapi ulangan umum semester genap Tahun Pelajaran 2024-2025. Program belajar malam yang sudah menjadi tradisi tahunan ini dimulai sejak 8 Maret 2025 bertepatan dengan 8 Ramadan 1446 H dan akan berlangsung hingga ujian berakhir.

Dengan tujuan utama mengefektifkan waktu belajar malam, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan semangat santri/wati dalam mencapai hasil terbaik. Seluruh sesi belajar malam dipantau langsung oleh para ustadz dan ustadzah, yang tidak hanya mengawasi tetapi juga aktif membimbing serta memberikan motivasi.

Belajar malam ini berlangsung selama 1 jam, dari pukul 21.00 hingga 22.00 WIB, dengan lokasi yang telah ditentukan oleh panitia. Santriwati belajar di beberapa titik seperti Lapangan Parkir Putri, Aula Fatimah, depan Santrimart, halaman Gedung Rabi’ah Adawiyah, Gedung Ruqayyah, dan Gedung Khadijah. Sementara itu, santri putra melaksanakan belajar malam di Masjid, teras Masjid Lt. 1, depan Masjid, Lapangan Basket, sekitaran Gedung Serba Guna, serta halaman Gedung Al-Azhar.

Dalam suasana yang lebih terbuka dan dinamis, santri/wati tampak lebih fokus dan bersemangat dalam mengulang pelajaran. Kebersamaan antara santri dengan para ustadz dan ustadzah juga semakin terasa, menciptakan suasana belajar yang hangat dan penuh kedekatan. Tanya jawab, diskusi, serta bimbingan langsung dari para pembimbing menjadi bagian penting dalam proses ini, mengantarkan para santri menuju gerbang kesuksesan.

Semoga dengan upaya ini, seluruh santri/wati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dapat meraih hasil yang terbaik dalam ulangan umum mereka.

SIRAH Ramadan 1446 H Pekan Pertama

SIRAH Ramadan 1446 H Pekan Pertama

RAUDHAH – Pekan pertama Ramadan 1446 H menjadi momentum penuh keberkahan bagi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Pesantren ini kembali menggelar kajian Ramadan tahunan yang bertajuk SIRAH (Siraman Rohani Ar-Raudlatul Hasanah), yang telah sukses menarik perhatian banyak jamaah.

Acara yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Raudhah TV setiap pukul 17.00 WIB hingga selesai ini menghadirkan sejumlah asatidz yang membahas berbagai topik penting seputar Ramadan dan kehidupan seorang Muslim.

Pada hari Senin, 3 Maret 2025/3 Ramadan 1446 H, kajian SIRAH dibuka dengan tema “Tarhib Ramadan”, yang disampaikan oleh Dr. KH. Rasyidin Bina, M.A., serta dipandu oleh Ust. Radinal Mukhtar Harahap, S.H.I., M.Pd. Kajian ini mengupas pentingnya menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh kesiapan, baik secara spiritual maupun amalan ibadah.

Kemudian, pada Rabu, 5 Maret 2025/5 Ramadan 1446 H), tema “Ramadan dan Ketakwaan Sosial” dibawakan oleh Ust. Carles Ginting, BHSc. M.I.Kom., dengan Ust. Muhammad Randi Zulfikar, Lc., sebagai pembawa acara. Kajian ini mengajak umat Muslim untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, sedekah, dan berbagi dengan sesama.

Sebagai penutup pekan pertama, pada Sabtu, 8 Maret 2025/8 Ramadan 1446 H, SIRAH mengangkat tema “Prinsip Hidup Seorang Muslim”, yang disampaikan oleh Ust. H. Andi Wahyudi, Lc., MA., serta dipandu oleh Ust. H. Rifqi Naufal, Lc., M.Pd. Kajian ini membahas bagaimana seorang Muslim harus memiliki prinsip hidup yang kokoh berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Kajian SIRAH ini diharapkan dapat menjadi sumber ilmu yang bermanfaat dan memperkuat keimanan umat Islam dalam menjalani Ramadan dengan penuh keberkahan. Dengan adanya siaran langsung melalui YouTube, lebih banyak masyarakat dari berbagai daerah dapat ikut serta menyimak dan meraih manfaat dari kajian ini. Semoga program ini terus istiqamah dalam memberikan manfaat.

Ulangan Umum Semester Genap T.P. 2024-2025

Ulangan Umum Semester Genap T.P. 2024-2025

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar ulangan umum semester genap Tahun Pelajaran 2024-2025. Kegiatan ini diawali dengan upacara resmi yang diselenggarakan pada Sabtu, 8 Maret 2025/8 Ramadan 1446 di dua lokasi berbeda, yakni di halaman depan Masjid untuk santri putra dan halaman depan Gedung Rabi’ah Adawiyah untuk santri putri. Upacara tersebut diikuti oleh seluruh santri dan ustadz/ustadzah yang dimulai tepat pukul 07.30 WIB.

Selepas upacara, seluruh santri/wati langsung menuju ke kelas-kelas yang ditentukan. Selama pelaksanaan ulangan umum, para santri akan diuji dalam 2-3 mata pelajaran setiap harinya. Ruangan ujian diisi oleh 38-40 santri dari berbagai jenjang kelas, dengan pengawasan ketat oleh 2-3 orang ustadz/ustadzah. Waktu yang diberikan untuk menjawab soal adalah 1 jam per sesi.

Guna mendukung kelancaran ulangan, seluruh kegiatan ekstrakurikuler dihentikan sementara agar para santri dapat lebih fokus dalam belajar. Setiap malam, mereka diwajibkan mengikuti sesi belajar di zona yang telah ditentukan oleh Bidang Pendidikan, dengan bimbingan para guru. Hal ini bertujuan agar santri dapat langsung bertanya jika mengalami kesulitan dalam memahami materi.

Ulangan umum akan berlangsung selama 10 hari, mulai Sabtu, 8 Maret 2025/8 Ramadan 1446 hingga Selasa, 18 Maret 2025/18 Ramadan 1446. Diharapkan, para santri semakin terlatih dalam menghadapi tantangan akademik serta mampu mengembangkan kecerdasan dan karakter yang lebih baik.