Raudlah (25/7/2020). Adalah sunnah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, setiap mengawali tahun ajaran baru selalu dimulai dengan Apel Tahunan. Upacara ini merupakan awal dari seluruh rangkaian kegiatan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy.
Tahun ini Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Asry di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dilaksanakan pada Sabtu 4 Dzulhijjah 1441 H/25 Juli 2020 di lapangan hijau Pesantren. Diikuti oleh seluruh santri/wati dan dihadiri jajaran Badan Wakaf, Pimpinan, serta guru-guru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Bapak Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah KH. Solihin Adin, S.Ag., MM., mengawali amanahnya dengan mengajak seluruh warga Pesantren, mulai dari santri/wati, guru-guru hingga jajaran Badan Wakaf untuk sama-sama berperang melawan pandemi Covid-19 yang sedang mewabah dengan terus memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan, seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, dan selalu berdoa.
Apel Tahunan kali ini menampilkan berbagai macam atraksi dan penampilan dari santri/wati. Salah satunya adalah atraksi kolaborasi antar seni beladiri pencak silat, karate, taekwondo dan gymnastik (senam lantai). Dengan menampilkan jurus-jurus andalan dari masing-masing beladiri, mampu membuat seluruh peserta terpukau. Ditambah dengan gerakan salto dari tim senam lantai yang spektakuler, sesekali peserta berteriak kagum.
Guna meningkatkan mutu dan kualitas serta motivasi belajar santri/wati, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengapresiasi santri dan santriwati berprestasi dengan memberikan beasiswa. Beasiswa ini merupakan pembebasan uang SPP selama enam bulan bagi santri yang mendapat peringkat pertama dan pembebasan uang SPP selama tiga bulan bagi santri yang mendapat peringkat kedua. Berikut nama-nama santri dan santriwati berprestasi penerima beasiswa pada ujian semester genap TP. 2019-2020:
Muhammad Zikri El Shirazy (Kelas 1B, Konsulat Medan Kota), Nadia Nova Dela (1C, Medan Denai), Laila Nabila Putri (1 int C, Pematang Siantar), Aswi Rahmalia R (1 int G, Labuhan Batu), Rayhan Hafiz Saragih (2B, Medan Kota), Rafif Muzakki (2B, Medan Kota), Keysa Ataina Syaila Saragih (3C, Pematang Siantar), Chumaira Naila Balqis (3C, Aceh Tenggara), Mutia Azzahra Sibuea (3 int A2), Teguh Wibowo (3 int A1, Percut Sei Tuan), Raudhatul Jannah (4A2, Percut Sei Tuan), Iftina Syahada (4C, Tapanuli Selatan), Putri Widya Sari Hasibuan (5A2, Labuhan Batu), Fauzil Mahmudi Lubis (5B, Medan Kota).
Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah juga memberikan beasiswa bagi santri/wati baru berprestasi pada ujian masuk Pesantren TP. 2020-2021, berikut nama-namanya:
Kategori Tamatan SD/MI: Thufaila Tsabita asal Medan, Muhammad Alvino Rizki Nasution asal Medan, dan Alifah Munayya.
Kategori Tamatan SMP/MTs: Muhammad Arif Al-Am asal Asahan, Fakhrul Sahotman Siregar asal Tapanuli Selatan, dan Mila Apriani asal Labuhan Batu.
Di akhir upacara, seluruh santri dan santriwati melakukan pawai barisan yang dikelompokkan berdasarkan asal daerah. Pawai barisan hanya dilakukan di dalam kampus Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dikarenakan pesantren masih menerapkan lockdown.
Raudlah (7/3/2020). Setiap Jumat pagi, bagian Kesenian dan Keputrian Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah Medan mengadakan kegiatan keterampilan memasak ‘cooking class’. Kegiatan ini diperuntukkan bagi santriwati dibimbing oleh guru-guru senior yang sudah ahli di bidangnya.
Melalui kegiatan mingguan ini diharap mampu menumbuhkan bakat santriwati dalam mengolah bahan masakan sehingga menjadi bekal penting bagi mereka ketika kembali ke masyarakat.
Pada Jumat pagi 6 Maret 2020, bagian keputrian beserta seksi logistik Pesantren bekerja sama dengan PT. Unilever Tbk menghadirkan juru masak profesional Chef Edy.
Kegiatan yang dilaksanakan di ruang keputrian ini diikuti oleh santriwati kelas 3 intensif, juru masak Pesantren, dan beberapa guru senior.
Dalam pelatihan tersebut, Chef Edy mendemonstrasikan cara membuat ayam kecap dan capcay di hadapan para peserta. Sesudahnya, giliran para peserta mencoba resep yang telah diajarkan dengan menggunakan bahan-bahan masakan yang telah disediakan.
Selanjutnya, kegiatan seperti ini akan terus dilanjutkan dengan mendatangkan para chef ahli guna memotivasi santriwati untuk terus belajar memasak, dan bagi juru masak pesantren dapat meningkatkan inovasi dalam menyediakan menu harian untuk seluruh santri.
Raudhah (21/2/2020). Sebanyak 5 rayon asrama santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan berkompetisi dalam perlombaan drama antar asrama yang dilaksanakan oleh Seksi Bahasa pada Kamis malam (20/2) di gedung serbaguna.
Seluruh percakapan dalam pementasan drama putri yang mengangkat tema ‘Teladan Sholehah’ ini menggunakan bahasa Arab.
Selain sebagai ajang mengasah dan menyalurkan bakat seni santri, perlombaan ini juga bertujuan menajamkan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris di mana keduanya merupakan mahkota Pesantren.
Setiap penampilan asrama mendapatkan penilaian dari beberapa guru yang ditunjuk menjadi tim penilai. Aspek yang menjadi penilaian dalam perlombaan drama antara lain; skenario, aransemen, tata bahasa, akting, dan properti.
Perlombaan drama antar rayon putra akan berlangsung pada Jumat malam (21/2) dengan menggunakan bahasa Inggris di tempat yang sama.
Adapun asrama putri peserta babak final serta judul yang didramakan setelah melewati penyisihan adalah sebagai berikut:
Raudhah (20/2/2020). Dalam rangka meningkatkan keilmuan dan menjalin silaturrahim serta kerjasama, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah turut serta dalam simposium internasional bertajuk International Symposium on Syed Muhammad Naquib Al-Attas: Philosophical and Civilizational Dimension yang berlangsung pada 15 Februari 2020 di Kampus Universiti Teknologi Malaysia, Kuala Lumpur.
Keikutsertaan Pesantren diwakili oleh ketua umum Badan Wakaf Drs. H. M. Ilyas Tarigan, ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Ar-Raudlatul Hasanah (STITRH) KH. Dr. Rasyidin Bina, MA, wakil direktur Pesantren Ust. Carles Ginting, BHSc, dan kepala bidang pendidikan Ustad H. Andi Wahyudi, Lc, MA.
Sebanyak 550 peserta dari kalangan cendekiawan, akademisi, duta-duta dan profesional dari pelbagai negara turut serta dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh RZS-CASIS-UTM (Raja Zarith Sofiah Center for Advanced Studies on Islam, Science and Civilization Universiti Teknologi Malaysia).
Prof. Syed Muhammad Naquib Al-Attas berkesempatan memberikan kuliah umum lebih dari satu jam menjadikan symposium ini bernilai sejarah bagi seluruh peserta.
Adapun para pakar yang menjadi narasumber antara lain; Prof. Dr. Wan Mohd. Nor Wan Daud (SMN AL-Attas Chair Holder RZS-CASIS, Malaysia), Prof. Dr. Mehdi Mohaghegh (Iran), Prof. Dr. Hans Daiber (Jerman), Prof. Dr. Zainiy Uthman (Malaysia), dan Prof. Dr. Mahmut Erol Kilic (Turki, saat ini menjabat duta besar Turki untuk Indonesia).
Di sela-sela kegiatan seminar yang cukup padat, rombongan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyempatkan diri bersilaturrahim dengan Prof. Dr. Mahmut Erol Kilic, beliau menyatakan bersedia berkunjung ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan dalam waktu dekat.
Sebelum bertolak ke Indonesia, rombongan juga bersilaturrahim dengan Prof. Dr. Wan Mohd. Nor Wan Daud, Dr. Arifin Ismail, MA (musyrif Badan Wakaf), dan Dr. Shofwan Badrie (Presiden Gabungan Ahli Sunnah Malaysia (GASMA)).
Raudhah (23/1/2020). Jaringan antara lembaga adalah satu di antara beragam cara memerkokoh sebuah instansi. Kerjasama, keterkaitan, dan koneksi, menjadikan sebuah lembaga dapat menjalin komunikasi secara intens.
Dalam konteks perguruan tinggi, kerjasama tersebut dilakukan dalam lingkup pendidikan/pengajaran, penelitian, dan pengabdian.
Hal tersebut diwujudkan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah melalui kesepakatan kerja sama yang ditandatangani oleh Dr. KH. Rasyidin, MA sebagai STITRH dengan Ketua STAI Sumatera Medan dalam forum bertajuk ‘International Seminar: Transitive Islam and The Future of Civilization’ yang dilaksanakan oleh panitia bersama Kopertais Wilayah IX dan lembaga-lembaga perguruan tinggi di daerah koordinasinya pada Kamis 30 Januari 2020 di Garuda Plaza Hotel Medan.
Dalam forum tersebut, Dr. Rasyidin, MA juga terlibat sebagai presenter dan menyampaikan kertas kerjanya yang berjudul “Pondok Pesantren: Simbol Korelasi dan Koneksi Pendidikan dan Peradaban dalam Narasi Sejarah Islam di Indonesia”. Mengenai itu, sosok yang sebelumnya menjabat Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah tersebut menyatakan secara tegas bahwa keberadaan Pesantren semestinya terus diperhatikan, bukan cuma diundang-undangkan. Hal itu karena secara historis, Pesantren telah memainkan peran besar dalam keberadaan bangsa.
Seminar internasional ini juga diikuti oleh beberapa dosen tetap STITRH.
Raudhah (29/01/2020). Sebanyak 191 santri putra dan 263 putri kelas 6 KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti kegiatan Tarbiyah Amaliyah (praktek mengajar). Setiap santri kelas akhir KMI diwajibkan mengikuti praktek mengajar dengan arahan guru pembimbing yang telah ditentukan sebelumnya.
Tarbiyah Amaliyah merupakan puncak dari pembekalan keterampilan mengajar bagi santri yang telah duduk di kelas akhir (kelas 6), setelah sebelumnya, ketika duduk di kelas 5, sejak awal semester ganjil, mereka telah dibekali keterampilan mengajar. Seminggu sekali, mereka diberikan kesempatan berlatih mengajar di kelas 1 dan 2 pada les kedelapan siang hari di bawah arahan guru pembimbing dan kantor Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah (KMI).
Selain mempersiapkan diri menguasai materi yang akan disampaikan dalam bahasa Arab dan Inggris yang sudah ditulis dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang diperiksa dan disetujui oleh guru pembimbing, santri kelas 6 yang bertugas melakukan praktek mengajar juga wajib menyiapkan mental, karena mereka tidak hanya berhadapan dengan santri di kelas tersebut, tetapi juga diawasi oleh 2 guru pembimbing dan sekitar 10 teman-teman satu kelompok yang bertugas mencatat dan memberikan penilaian mulai dari awal hingga akhir amaliyah.
Seusai berakhirnya praktek mengajar setiap harinya, setiap kelompok amaliyah berkumpul bersama guru pembimbing guna mendengarkan penilaian serta evaluasi dari setiap anggota kelompok terhadap praktek yang dilakukan oleh santri yang bertugas.
Tarbiyah Amaliyah di kampus 1 Medan berlangsung dari tanggal 22 Januari hingga 13 Februari 2020, yang diawali dengan pra amaliyah di ruang belajar kelas 6, dilanjutkan kuliah umum seputar Tarbiyah Amaliyah selama 2 hari (25-26 Januari), selanjutnya amaliyah perdana pada 27-28 Januari 2020 yang melibatkan seluruh guru pembimbing dan santri yang dibagi ke dalam 5 kelompok besar, serta amaliyah per kelompok di kelas-kelas selama 12 hari dari tanggal 29 Januari hingga 13 Februari 2020.
Santri yang ditunjuk menjadi pengajar pada amaliyah perdana beserta materinya adalah sebagai berikut: Kelompok A; Syahrul Halim (6B) mengajar Mutholaah kelas 2D di gedung serba guna, kelompok B; Hafiz Maulana (6D) mengajar Mutholaah kelas 2B di aula Mina. Kelompok C; Fatimah Azzahra (6A2) mengajar Mutholaah kelas 1 Intensif C di aula Hafsah. Kelompok D; Umi Kulsum (6C) mengajar Mutholaah kelas 2C di masjid, dan Junita Siska (6E) mengajar Mutholaah kelas 2E di gedung Ummi Kalsum lantai 1.
Berikut ini guru pembimbing pada amaliyah perdana tiap-tiap kelompok: Kelompok A; Ust. Carles Ginting, BHSc dan Ust. H. Andi Wahyudi, Lc., MM, kelompok B; Ust. Dr. H. Rasyidin Bina, MA dan Ust. Abdul Hamid Adam, SE., MM., kelompok C; Ust. H. Solihin Adin, S.Ag, MM dan Ust. Fahmi Jamaluddin, SE. kelompok D; Ust. H. M. Subhan, MA dan Ust. H. Badruzzaman Sembiring, MA, dan kelompok E; Ust. Fathurrahman, S.Ag., MM dan Ust. H. Miftakhuddin, SS, MM.