RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyemarakkan kesyukuran milad ke-44 tahun dengan menggelar Tabligh Akbar bersama Ustaz Abi Makki dan Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie, M.A., pada Ahad, 18 Oktober 2026 bertepatan dengan 7 Jumadil Awal 1448 Hijriah.

Kedatangan kedua tokoh tersebut disambut hangat oleh Keluarga Besar Pesantren. Hadir dalam penyambutan tersebut Ketua Umum Badan Wakaf Bapak Drs. H. M. Ilyas Tarigan, Pimpinan Pesantren Bapak Ir. H. Achmad Prana Ruliato Tarigan, Direktur Ustaz KH. Miftakhuddin, MM., Wakil Direktur Ustaz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah Assoc. Prof. KH. Rasyidin, M.A., serta para Kepala Bidang.
Gedung Serbaguna menjadi pusat berlangsungnya Tabligh Akbar. Ribuan santri dan santriwati tampak antusias menanti kehadiran Ustaz Abi Makki dan Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie untuk menyimak tausiyah dan nasihat yang penuh hikmah serta inspirasi. Acara ini juga diisi dengan pembacaan takhtim, tahlil, dan doa bersama untuk memohon keberkahan serta kelancaran bagi perjalanan pesantren ke depan.

Dalam sambutannya, Direktur/Pengasuh Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustaz Miftakhuddin, M.M., menegaskan bahwa momentum tasyakuran ini merupakan sarana untuk mensyukuri nikmat Allah SWT sekaligus merefleksikan perjalanan 44 tahun (18 Oktober 1982 – 18 Oktober 2026) pesantren.
Beliau memaparkan empat fase perjalanan sejarah pesantren:
1. Fase Perintisan (1976–1985): Lahir dari keikhlasan, pengorbanan, dan cita-cita besar para pendiri.
2. Fase Perkembangan Awal (1985–1988): Membangun sistem kelembagaan, pengesahan Badan Wakaf, serta penerapan Kurikulum KMI.
3. Fase Konsolidasi dan Penguatan (1988–2010): Menjaga amanah, kedisiplinan, dan keberlanjutan regenerasi.
4. Fase Penguatan dan Pengembangan (2010–Sekarang): Meningkatkan mutu pendidikan serta mengembangkan sarana dan aset wakaf.
“Ar-Raudlatul Hasanah adalah lembaga wakaf milik umat. Keberhasilan pesantren bukan hanya diukur dari megahnya bangunan, melainkan ketika nilai-nilai pesantren tetap hidup dan karakter santri terbentuk,” ujar Direktur. Beliau menekankan prinsip المحافظة على القيم مع التغيير إلى الكمال (Menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan, sambil terus melakukan perubahan menuju kesempurnaan) melalui tiga amanah utama: menjaga nilai dan Panca Jiwa, meningkatkan mutu pendidikan, serta memperkuat kaderisasi.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz Abi Makki mengajak seluruh hadirin untuk merenungi takdir dan keagungan Allah SWT. Mengenang perjalanan hidupnya, beliau menyampaikan bahwa apa pun yang terjadi merupakan hal indah yang telah digariskan.

Beliau menegaskan bahwa nama Ar-Raudlatul memiliki kemuliaan sebagaimana Raudhah yang diwakafkan oleh Rasulullah SAW. “Wakaf adalah amalan yang sangat bagus, ibarat keran yang terus meneteskan air pahala. Allah SWT akan mencatat setiap amalan tersebut. Karena itu, jangan pernah bertanya apa yang Raudhah berikan padamu, tetapi tanyakan apa yang bisa kamu berikan untuk Raudhah,” pesan Ustaz Abi Makki.
Ustaz Abi Makki juga menyampaikan kekagumannya terhadap santri dan sistem pesantren. Menurutnya, para santri adalah benih unggul dan indah yang disimpan dan dipupuk di pesantren hingga kelak tumbuh menjadi manusia bermanfaat. Beliau menegaskan bahwa anak yang pintar bukan sekadar karena harapannya, melainkan karena proses belajar yang konsisten sebagaimana diajarkan di pesantren.
Beliau turut terpukau dengan Panca Motto Pesantren yang senantiasa menjiwai seluruh santri dan asatidz, yaitu: Berbudi Tinggi, Berbadan Sehat, Berpengetahuan Luas, Berpikiran Bebas, dan Beramal Ikhlas.

Dalam nasihatnya, Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie, M.A., menguatkan bahwa Ar-Raudlatul Hasanah berdiri di atas fondasi yang kokoh. Bekas didikan pesantren ini kelak akan menjadi warisan berharga yang dipetik hasilnya hingga anak-cucu di masa depan. Santri digembleng untuk menjadi pribadi yang siap dipimpin sekaligus siap memimpin di tengah masyarakat.
Kesyukuran milad ke-44 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali tekad dalam melanjutkan perjuangan para pendiri. Dengan semangat ukhuwah dan pengabdian, pesantren terus berkomitmen mencetak generasi unggul yang berpegang teguh pada ilmu, iman, dan amal saleh demi kejayaan Islam dan kemajuan bangsa.