RAUDHAH – Hari Raya Idul Adha kembali disambut dengan penuh suka cita di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Momen penuh hikmah ini dirayakan dengan khidmat dan semarak oleh seluruh santri dan civitas pesantren.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak 9 Dzulhijjah 1446/5 Juni 2025 dengan pelaksanaan puasa sunnah Arafah oleh para santri/wati. Malam harinya, gema takbir menggema dari Masjid Jami’ Ar-Raudlatul Hasanah, menjadi penanda dimulainya malam yang penuh berkah.
Tepat pada Jum’at, 6 Juni 2025/10 Dzulhijjah 1446, para santri menggelar pawai keliling di sekitar area pesantren. Kegiatan ini bertujuan untuk mensyiarkan semangat Idul Adha sekaligus mengajak masyarakat sekitar menghadiri Sholat Idul Adha berjamaah. “Rasanya sangat senang dan gembira bisa melakukan pawai di sekitar area pondok karena bisa mengajak para jamaah untuk melaksanakan sholat Idul Adha secara berjamaah,” ungkap Randa, santri kelas 1 KMI.
Sholat Idul Adha dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan di Masjid Jami’ Ar-Raudlatul Hasanah, dipimpin oleh Ustadz KH. Sholihin Adin sebagai imam dan Ustadz Zuhair Mubarak sebagai khatib. Dalam khutbahnya, Ustadz Zuhair menegaskan makna Idul Adha sebagai bentuk kepasrahan dan ketaatan hamba kepada perintah Allah SWT. “Jika Hari Raya Idul Fitri adalah hari kemenangan, maka Idul Adha adalah hari pengorbanan dan kepasrahan,” tutur beliau.
Semangat berkurban juga tercermin dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang dilakukan secara gotong royong. Tahun ini, pesantren berhasil menghimpun sebanyak 21 ekor lembu dan 21 ekor kambing dari partisipasi para Ustaz/ah, Polda Sumatera Utara, Bank Syariah Indonesia KCP Iskandar Muda, mitra usaha Pesantren, BMT Raudhah, wali santri, dan masyarakat sekitar. Beberapa hewan kurban disalurkan ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut, Tapanuli Tengah dan MIS Ar-Raudlatul Hasanah Tigabinanga.
Prosesi penyembelihan hewan kurban berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 10 hingga 12 Dzulhijjah. Pada hari pertama disembelih 14 lembu dan 9 kambing, dan beberapa ekor lainnya disusul di hari selanjutnya. Para santri juga dilibatkan secara aktif dalam proses ini sebagai bagian dari pendidikan spiritual dan sosial untuk menumbuhkan semangat pengorbanan dan ketakwaan sejak dini.
Ustadz KH. DR. Rasyidin Bina, MA menjelaskan, ada tiga hikmah utama dari ibadah kurban yang harus tertanam dalam diri setiap muslim, yaitu ukhuwah Islamiyah – membangun rasa kebersamaan dan gotong royong dalam pelaksanaan kurban, mengendalikan nafsu hewani – sebagai simbol penaklukan hawa nafsu demi ketakwaan, pendidikan kepatuhan dan pengorbanan – sebagai bentuk ketaatan atas perintah Allah SWT.
Dengan berbagai rangkaian kegiatan yang sarat makna ini, perayaan Idul Adha di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah bukan hanya menjadi momen perayaan semata, melainkan juga menjadi ajang pembelajaran dan penanaman nilai-nilai dalam kehidupan santri sebagai generasi penerus Islam.