Raudhah (24/2/24). Bahagia, ceria, dan terkesan, tiga kata ini dapat menandakan perihal rasa hati dan jiwa para pejuang santri/wati kelas akhir KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah tatkala mengikuti salah satu program Pendidikan Pesantren. Agenda tersebut dinamakan dengan istilah “Rihlah Tarbawiyah”. Bukan hanya sekedar melaksanakan perjalanan semata namun diisi dengan berbagai wawasan pengetahuan dan Pendidikan serta tadabbur alam. Rihlah Tarbawiyah ini sempat tak berjalan selama lima tahun lamanya dikarenakan pandemi yang telah melanda Negara Indonesia bahkan dunia. Sehingga tahun 2024 ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah melaksanakan kembali agenda tahunan untuk seluruh santri/wati kelas 6 KMI.

Rihlah Tarbawiyah dilaksanakan pada 19-23 Februari 2024/ 9-13 Sya’ban 1445 di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Dalam kurun waktu lima hari tersebut, secara keseluruhan diisi dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat. Berangkat pada Senin malam (19/2) yang diawali dengan shalat jamaah bersama dan upacara pelepasan sampai di Banda Aceh pada Selasa pagi (20/2). Selama berada di tempat lokasi Rihlah Tarbawiyah, seluruh Peserta atau rombongan yang berisikan para santri/wati kelas 6 KMI, para wali kelas, Direktur Pesantren, Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah beserta panitia menginap di Asrama Haji Embarkasi Aceh.

Pada Selasa siang (20/2), jadwal pertama yang dilaksanakan dalam rihlah ini adalah kunjungan ke beberapa tempat secara terpisah antara putra dan putri. Khusus putra, mereka bersama para Asatidz menuju ke Museum Tsunami Aceh dan keliling kota Banda Aceh— salah satunya adalah Pelabuhan Ulee Lheue. Sedangkan Putri, mereka bersama para Asatidzah berkunjung ke Museum PLTD Apung yang dipandu oleh beberapa petugas dinas parawisata disana— yang menjelaskan beberapa poin penting mengenai kapal PLTD tersebut. Seteleh berkunjung ke Museum PLTD Apung, tujuan selanjutnya mengarah ke Masjid Baiturrahman. Untuk di hari Rabu siang, agenda tujuan bagi peserta baik putra maupun putri dilaksanakan secara gantian.

Chat Via WhatsApp