Sambutan sekaligus pembukaan MQK oleh  Bapak. Muhammah Ilyas Tarigan di depan santri/santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Sambutan sekaligus pembukaan MQK oleh Bapak. Muhammah Ilyas Tarigan di depan santri/santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Raudlah. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengadakan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) sejak tanggal 4-5 Februari 2017. Adapun peserta yang hadir yaitu Pesantren Mawaridussalam, Pesantren Uswatun Hasanah, Madrasah Qismu Ali, Pesantren Nurul Hakim dan dari pesantren tuan rumah sendiri. Tiap-tiap pesantren mengutus 8 peserta, 4 santri dan 4 lainnya santriwati. Kompetisi diadakan di empat tempat yang berbeda sesuai cabang-cabang lomba. Yaitu cabang akhlak dan fiqih di depan rusunawa, cabang hadis didepan masjid pesantren, dan cabang tafsir didepan gedung serbaguna pesantren. 4/3/17

 Acara di buka di gedung serba guna, turut hadir di dalamnya seluruh santri/wati kelas 3 intensif, 4 dan 5 untuk menyaksikan pembukaan acara MQK tersebut, dalam hal ini yang bertindak selaku pembuka acara sekaligus pemberian wejangan adalah Bapak. M. Ilyas Tarigan (Badan Wakaf Pesantren). Diantara pesannya: “Santri dan santriwati di pondok pesantren itu sedang ditempah. Sedang di kader untuk menjadi pemimpin-pemimpin di masyarakat, pemimpin di masa depan. Agar Islam tetap tinggi dengan martabatnya maka wajiblah muncul pemimpin muslim dari kalangan kita. Disamping itu juga pemimpin harus memiliki kepintaran dan kecakapan. Karena dengan ilmunyalah dia memutuskan sebuah kemaslahatan, karena dengan kecakapannyalah ia mengambil tindakan juga demi kemaslahatan. Demikianlah seyogyanya pemimpin.”

Jauh dari sekedar perlombaan, inti dari diadakannya kompetisi ini adalah sebagai bentuk silaturrahim, dan sebagai lahan pendidikan dan pengajaran bagi santri dan santriwati. Semoga dengan begini hubungan antar pesantren akan terasa lebih kental dan lebih erat lagi kedepannya. Ed. Citra