Studi Ekskursi ‘Raudhah Islamic Economic Club’ (RIESC); Menambah Wawasan Santriwati

Studi Ekskursi ‘Raudhah Islamic Economic Club’ (RIESC); Menambah Wawasan Santriwati

Raudhah (20/1/2024). Raudhah Islamic Economics Club (RIESC) Putri mendapat kesempatan belajar langsung dan mengenal Bank Sentral melalui Studi Ekskursi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Bersamaan juga dihadiri oleh Mahasiswa Fakultas Ekonomi Islam UIN Sumatera Utara dan Mahasiswa STAI Panca Budi Perdagangan.

RIESC merupakan kelompok studi ekstrakurikuler Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang berfokus pada kajian ekonomi Islam. Kunjungan kali Ini dilaksanakan pada hari Senin, 15 Januari 2024. Diikuti oleh 10 santriwati kelas 5 dan 15 santriwati kelas 4, serta di dampingi oleh Ustadzah Elaeis Guineensis Jalil HSB, S.E.I, Ustazah Alpi Kurnia Ningsih dan Ustazah Arridha Harahap M.E.I.

Dalam kesempatan ini pun santriwati mendapatkan pembelajaran tentang pengenalan Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Negara Indonesia. Juga, penjelasan tentang keuangan digital yang disampaikan oleh Catherine Tobing, salah satu Asisten Manager bagian Humas Bank Indonesia.

Selanjutnya, para santriwati di perkenalkan perbedaan Bank Indonesia dengan Bank Umum lainnya, bagaimana menjaga dan merawat rupiah seharusnya serta pengenalan terhadap sistem pembayaran digital yang sudah banyak diterapkan di masyarakat.

Kegiatan ini tidak terlepas dari tujuan utama kelompok studi untuk terus memberikan ilmu baru dan meningkatkan ketertarikan santriwati terhadap ilmu perekonomian.

Praktek Mengajar (Amaliyah Tadris) Santri/wati Akhir KMI

Praktek Mengajar (Amaliyah Tadris) Santri/wati Akhir KMI

Raudhah (20/1/24). Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah semenjak berdirinya hingga saat ini menggunakan sistem Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah (KMI) pondok Modern Darussalam Gontor sebagai kurikulumnya. Dalam bahasa Indonesia KMI berarti persemaian guru-guru Islam. Salah satu konsekuensi dari kurikulum tersebut adalah memastikan setiap santri-santriwati memiliki jiwa pendidik dan kemampuan untuk melakukannya yang tidak terbatas hanya dalam kelas saja, akan tetapi pendidik dalam artian yang lebih luas.

Setiap santri-santriwati yang telah duduk di kelas lima hingga kelas enam dibekali dengan ilmu mendidik dan menjadi seorang pendidik. Di penghujung masa studi kelas akhir KMI, setiap santri/wati wajib mengikuti ujian praktek mengajar (amaliyah tadris) sebagai salah satu persyaratan kelulusan dari Pesantren.

Santri/wati kelas enam dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 12 orang. Setiap harinya satu orang santri/wati melakukan praktek mengajar di kelas dan materi yang telah ditentukan oleh kantor KMI tiga hari sebelum pelaksanaan praktek. Selain menentukan hari dan materi yang akan diajarkan, kantor KMI juga menentukan guru pembimbing. Selama tiga hari, santri yang akan melaksanakan ujian praktek mengajar mendapatkan bimbingan mulai dari pembuatan perencanaan pembelajaran (RPP) hingga bagaimana menjalankan seluruh proses mengajar mulai dari awal hingga akhir.

Di hari pelaksanaan ujian praktek yang berlangsung mulai 22 Janurari-7 Februari 2024, selama mengajar, santri/wati yang bertugas akan dinilai oleh 11-12 orang teman-temannya dan guru pembimbing. Seluruh kesalahan dan kekurangan dari unsur metode, materi, sikap, dan kaidah bahasa Arab atau Inggris yang dilakukan oleh pelaksana ujian praktek akan dicatat untuk selanjutnya akan dipaparkan oleh masing-masing pengoreksi di bawah arahan guru pembimbing sebagai evaluasi bagi yang bertugas di hari itu dan juga santri lainnya di kelompok tersebut.

Sebelum pelaksanaan ujian praktek mengajar di kelompok-kelompok kecil, seluruh santri/wati mengikuti praktek mengajar perdana di kelompok besar yang terdiri dari 110 santri dan 15 guru pembimbing selama dua hari yakni pada Sabtu-Ahad, 20-21 Januari 2024. Adapun praktek mengajar perdana dilaksanakan di beberapa tempat yang telah ditentukan yaitu Putra: Gedung Serbaguna, Gedung Indonesia, dan Masjid Lt. 2, sedangkan Putri: Gedung Fatimah, Gedung Hafshah, dan Gedung Ummi Kulsum.

Berkunjung ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery serta Medan Zoo

Berkunjung ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery serta Medan Zoo

Raudhah (20/1/24). Studi banding merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang akan diterapkan kedepannya untuk menjadi lebih baik.

Dalam hal ini Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan mengadakan kegiatan studi banding ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery serta Medan Zoo pada Jum’at (19/1/24). Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari seluruh santriwati kelas 4 dan 3 Intensif KMI. Dimulai mengunjungi Museum Rahmat Gallery pada pukul 08.00 hingga 11.00 WIB serta dilanjutkan ke Lokasi kedua yakni Medan Zoo.

Rahmat International Wildlife Museum and Gallery adalah museum yang didirikan oleh Dr. H. Rahmatsyah yang memiliki kecintaan pada alam dan niatnya mencegah kepunahan hewan langka. Museum ini terletak di Kelurahan Petisah Hulu, Medan Baru, Kota Medan. Konsep pendiriannya sama dengan Safari Club Internasional yaitu konservasi dengan pemanfaatan. Sedangkan Medan Zoo merupakan kebun binatang yang berada di Kota Medan.

Selain berkunjung, Seluruh santriwati mendapatkan tugas khusus yang akan dipersentasikan di dalam kelas masing-masing. Ustadz Irpan Khairuddin, M.Pd selaku pembimbing dari kegiatan tersebut menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada para santriwati mengenai berbagai animalia baik dari klarifikasi dan ciri cirinya serta melihat secara langsung dari materi yang telah diajarakan di dalam kelas.

Begitu juga yang dituturkan oleh Wakil Kepala Bidang Pendidikan Ustadz Muhammad Ilyas, S.Pd., M.Si, “Tujuan kegiatan ini adalah untuk melihat secara langsung dan mengenal berbagai hewan yang ada di dunia serta mencatat berbagai jenis nama ilmiah pada setiap hewan yang ada”.

Setiap santriwati harus mengamati apa yang ada disekitaran mereka dari membaca informasi berbagai hewan, membaca nama-nama ilmiah hewan, bertanya dengan Ustadz/Ustadzah, dan berdikusi dengan teman-teman.

Pengecoran Gedung Cordoba Lantai 3

Pengecoran Gedung Cordoba Lantai 3

Raudhah (16/1/2024). Dalam rangga mengembangkan dan memajukan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, dirumuskanlah sebuah pedoman yang menjadi arah dan panduan atau disebut dengan Panca Jangka. Di antara rumusan panca jangka Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yaitu pergedungan. Jangka ini memberikan perhatian kepada upaya penyediaan prasarana dan sara pendidikan yang layak bagi para santri/wati.

Dibawah bidang kesejahteraan dan pekerjaan umum serta unit pelaksana teknis pembangunan, Gedung Cordoba kini telah ditahap pengecoran lantai 3. Dimana sesuai rencana Gedung Cordoba tersebut  akan dibangun 3 lantai yang berukuran 60 x 17,5 m, terdiri dari lantai 1 yaitu klinik santri/wati secara terpisah, lantai 2 perpustakaan santri/wati secara terpisah, lantai 3 ruang pertemuan untuk santri.

Pengecoran dimulai pada Selasa, 16 Januari 2024 yang diperkirakan selesainya pengecoran pada Kamis, 18 Januari 2024. Mohon do’a dan dukungannya agar pembangunan edung Cordoba Pesantren dapat berjalan dengan lancar dan berkah. Aamiin.

Orientasi Pengurus OPRH dan GUDEP 06-105/06-196

Orientasi Pengurus OPRH dan GUDEP 06-105/06-196

Raudhah (15/1/2023). Bidang pengasuhan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengadakan Orientasi Pegurus Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) dan Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan 06-195/06-196, pada Sabtu hingga Selasa, 13-16 Januari 2024. Orientasi memiliki arti tersendiri, di mana dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia orientasi merupakan peninjauan untuk menentukan sikap yang tepat dan benar. Sehingga dapat dikatakan bahwa Pesantren membuat kegiatan ini untuk mengarahkan dan membentuk sikap para pengurus baru OPRH dan GUDEP kepada pengamalan program kerja mereka secara efektif dan efesien.

Sabtu malam (13/1), merupakan pembuka acara yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengasuhan baik putra maupun putri. Dalam hal ini al-Ustadz H. Andi Wahyudi, Lc., MA., yang membuka orientasi OPRH dan GUDEP putra di Masjid lantai 2. Sedangkan al-Ustadz H. Fathurrahman, S.Ag., MM., yang membuka orientasi OPRH dan GUDEP putri di Gedung Hafshah Lantai 3.

Selama 4 hari tersebut, seluruh pengurus bersama para pembimbingnya disetiap bagian masing-masing membahas program kerja yang akan dilaksanakan setahun kedepannya. Terlebih, program-program tersebut dipetakan menjadi tiga hal yakni program harian, program mingguan, dan program bulanan.

Chat Via WhatsApp