Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Sukses Gelar Raudhah Amazing Sound dan Lomba Folksong

Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Sukses Gelar Raudhah Amazing Sound dan Lomba Folksong

  • Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menggelar agenda tahunan Raudhah Amazing Sound (RAS) dan Lomba Folksong antarmarhalah. Acara yang berlangsung pada Sabtu malam, 15 Februari 2025/16 Sya’ban 1446 ini diselenggarakan di Gedung Serba Guna pesantren dengan penuh semarak.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting, BHSc, M. I. Kom. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi semangat para santri dalam menunjukkan bakat seni mereka serta menekankan pentingnya kreativitas dalam dunia pendidikan.

Kompetisi yang melibatkan santri dari kelas 1 hingga kelas 4 KMI ini menampilkan berbagai pertunjukan menarik. Setiap peserta memberikan penampilan terbaiknya di hadapan para juri yang kompeten di bidangnya. Setelah melalui proses penilaian yang ketat, berikut adalah daftar juara dari masing-masing kategori:

Lomba Folksong:

Juara 1: Kelas 2 KMI

Juara 2: Kelas 3 & 1 Int

Juara 3: Kelas 1 KMI

Juara 4: Kelas 4 KMI

 

Raudhah Amazing Sound (RAS):

Juara 1: Dafa Raihan

Juara 2: Adam Haikal

Juara 3: Cuvier

Juara 4: Alif Rafiqi

Kemeriahan acara ini mendapat antusiasme tinggi dari seluruh santri dan dewan asatidz. Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi santri untuk mengekspresikan kreativitas mereka di bidang seni suara.

Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Selenggarakan Kegiatan Fath Kutub At-Turats Al-Islamiy untuk Santri/wati

Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Selenggarakan Kegiatan Fath Kutub At-Turats Al-Islamiy untuk Santri/wati

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menggelar kegiatan Fath Kutub At-Turats Al-Islamiy sebagai bagian dari upaya mendalami dan memperluas wawasan santri/wati dalam memahami kitab kuning. Kegiatan ini diperuntukkan bagi santri kelas 5 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) dan berlangsung pada dua periode, yakni 5-9 Februari 2025/6-10 Sya’ban1446 untuk santri dan 10-13 Februari 2025/11-14 Sya’ban 1446 untuk santriwati.

Pembelajaran kitab kuning merupakan bagian integral dalam kurikulum Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Sejumlah kitab klasik, seperti Bulughul Maram dan Bidayatul Mujtahid, menjadi materi utama yang dipelajari oleh para santri setiap harinya. Untuk memperdalam pemahaman mereka, pesantren menyelenggarakan kegiatan khusus ini sebagai wadah diskusi dan eksplorasi lebih lanjut mengenai berbagai disiplin ilmu Islam.

Acara ini resmi dibuka oleh Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, yang kemudian dilanjutkan dengan pengarahan berbagai materi terkait Fathul Kutub, mencakup bidang Aqidah/Tauhid, Hadits, Fiqh, dan Tafsir. Setiap harinya, pembahasan kitab dan diskusi permasalahan dalam tiap materi dilakukan secara intensif.

Guna mempermudah jalannya kegiatan, para peserta dibagi dalam 4 unit atau syu’bah. Setiap unit terdiri dari beberapa kelompok, dengan masing-masing kelompok beranggotakan kurang lebih 7-9 santri/wati. Pembagian ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran serta memfasilitasi diskusi yang lebih mendalam.

Kemudian, para peserta diharapkan tidak hanya memperluas wawasan keilmuan dalam bidang Kutub At-Turats, tetapi memiliki kemampuan untuk menganalisis problematika furu’iyah (cabang hukum Islam) dengan perspektif yang luas. Juga, mereka tidak bersikap fanatik terhadap satu madzhab tertentu, melainkan mampu meneliti keabsahan setiap madzhab berdasarkan dalil-dalil dalam Al-Qur’an dan Hadits.

Kegiatan Fath Kutub At-Turats Al-Islamiy ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam mencetak santri yang memiliki pemahaman mendalam terhadap ilmu-ilmu keislaman serta mampu berpikir kritis dalam menyikapi berbagai permasalahan fiqih di tengah masyarakat.

Gerakan Gadget Sehat Indonesia: Prof. Ridha Darmajaya Paparkan Dampak dan Solusi Penggunaan Gadget yang Sehat

Gerakan Gadget Sehat Indonesia: Prof. Ridha Darmajaya Paparkan Dampak dan Solusi Penggunaan Gadget yang Sehat

RAUDHAH – Dalam upaya meningkatkan kesadaran santri akan pentingnya penggunaan gadget yang sehat, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar seminar bertemakan “Gerakan Gadget Sehat” pada Kamis, 13 Februari 2024/14 Sya’ban 1446. Acara yang berlangsung mulai pukul 20.30 WIB hingga selesai ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. dr. Ridha Darmajaya, Sp. BS, seorang pakar di bidang kesehatan saraf dan otak.

Dalam pemaparannya, Prof. Ridha menyoroti berbagai masalah yang dihadapi generasi muda ketika menggunakan gadget di aktivitas sehari-hari. Menurutnya, banyak anak muda yang keliru dalam mengatur waktu penggunaan perangkat digital, sering kali terlalu lama menatap layar tanpa jeda, serta kurang memperhatikan postur tubuh saat menggunakan gadget.

Ia juga menjelaskan dampak negatif dari kebiasaan buruk tersebut terhadap kesehatan seperti penurunan konsentrasi dan produktivitas. Selain itu, penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat memicu masalah kesehatan mental seperti ketergantungan digital.

Sebagai solusi, Prof. Ridha memberikan beberapa tips penggunaan gadget yang lebih sehat, khususnya bagi para santri Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang menjadi peserta dalam seminar ini. Ia menyarankan agar santri membatasi waktu penggunaan gadget dan menjaga jarak pandang yang ideal dari layar. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga postur tubuh yang baik dan menghindari kebiasaan bermain gadget sebelum tidur agar kualitas istirahat tetap terjaga.

Alhamdulillah, acara ini mendapatkan respons positif dari para santri yang hadir. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya pola penggunaan gadget yang sehat. Diharapkan, melalui Gerakan Gadget Sehat Indonesia ini, masyarakat—khususnya generasi muda—dapat lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi tanpa mengorbankan kesehatan.

Manasik Haji Santri Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah: Pembelajaran Praktik Ibadah Haji bagi Kelas 1 KMI

Manasik Haji Santri Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah: Pembelajaran Praktik Ibadah Haji bagi Kelas 1 KMI

Sebagai bagian dari pembelajaran yang mendalam, seluruh santri/wati kelas 1 Kulliyatul Mualimin Al-Islamiyyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti kegiatan manasik haji yang dilaksanakan dengan penuh antusias. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua gelombang, dengan jadwal untuk santriwati pada Jum’at, 31 Januari 2024 / 1 Sya’ban 1446 dan untuk santri pada Jum’at, 7 Februari 2024 / 8 Sya’ban 1446.

Para peserta manasik haji dibimbing langsung oleh beberapa ustadz dan ustadzah yang tidak hanya memberikan penjelasan teori, tetapi juga memandu mereka dalam praktik ibadah haji secara langsung. Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 WIB, di mana para santri/wati berangkat dari Raudhah menuju Asrama Haji Medan sebelum waktu tersebut.

Manasik haji yang dilaksanakan di Asrama Haji Medan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung tentang bagaimana tata cara ibadah haji yang sesuai dengan syariat Islam. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memahami pelaksanaan haji dengan lebih mendalam, seperti yang mereka pelajari selama di Pesantren.

Setelah kegiatan manasik selesai, para peserta rombongan melanjutkan perjalanan ke Mesjid Raya Medan untuk salat berjamaah. Diharapkan, pengalaman ini dapat membantu mereka dalam mempersiapkan diri ketika kelak berkesempatan melaksanakan ibadah haji di masa depan.

Raudhah Gelar Studi Banding ke Rahmat International  Wildlife Museum dan Museum Negeri Medan

Raudhah Gelar Studi Banding ke Rahmat International Wildlife Museum dan Museum Negeri Medan

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar kegiatan studi banding ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery serta Museum Negeri Medan pada Jumat, 31 Januari 2024/1 Sya’ban 1446 (Putri) dan 7 Februari 2024/8 Sya’ban 1446 (Putra). Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan para santri/wati, yang nantinya dapat diterapkan dalam pembelajaran di Pesantren.

Peserta studi banding terdiri dari seluruh santri kelas 4 dan 3 Intensif KMI. Rangkaian kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery pada pagi hari dan dilanjutkan ke trip berikutnya.

Museum yang didirikan oleh Dr. H. Rahmatsyah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi hewan langka. Museum ini terletak di Kelurahan Petisah Hulu, Medan Baru, Kota Medan dan mengusung konsep konservasi dengan pemanfaatan, sebagaimana yang diterapkan oleh Safari Club International.

Setelah dari kunjungan di trip pertama, para santri melanjutkan perjalanan ke Museum Negeri Medan. Museum yang terletak di jalan H.M. Jhoni No. 51 Medan ini merupakan museum terbesar di Sumatera Utara dengan berbagai peninggalan sejarah budaya bangsa, hasil seni dan kerajinan dari berbagai suku Provinsi Sumut. Museum ini dibangun pada tahun 1954 dan diresmikan pada April 1982. Maka tak dapat dipungkiri, Pesantren juga menjadwalkan kunjungan tersebut bagi para santri kelas 4 dan 3 intensif guna menambah wawasan dan pengalaman.

Dalam kunjungan ini, santri didorong untuk mengamati lingkungan sekitar, membaca informasi mengenai berbagai pengetahuan, memahami nama-nama ilmiah, serta aktif bertanya kepada pembimbing dan berdiskusi dengan sesama teman.

Chat Via WhatsApp