by Ar-Raudlatul Hasanah | Apr 20, 2026 | Berita
RAUDHAH- Santri Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berhasil meraih prestasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kota Medan tahun 2026. MTQ ke-59 tingkat Kota Medan, yang diselenggarakan pada tanggal 11–18 April 2026 di Jl. Gatot Subroto Km 5, Kelurahan Simpang Tanjung, Kecamatan Medan Sunggal, mengusung tema “Membangun Ketaatan yang Hakiki kepada Allah SWT dan Rasul-Nya Menuju Medan Berkah/Bertuah.”
Sebelum meraih prestasi tersebut, para santri telah menjalani proses panjang berupa latihan intensif dan pembinaan berkelanjutan. Melalui kerja keras dan ketekunan, mereka mampu melewati berbagai babak hingga berhasil meraih prestasi. Proses ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang penting, membentuk mental pejuang dalam diri para santri dalam menggapai cita-cita mereka.
Adapun daftar santri yang berhasil mengharumkan nama Pesantren pada MTQ ke-58 Kota Medan 2025 adalah sebagai berikut:
Cabang Fahmil Qur’an
– Juara Harapan 1: Waiz Dhiya (3B), Danish Rayyan (3B), dan Ahmad Fadhil (3B)
– Juara Harapan 2: Raditya Al Fathin 3B, Nevan Mukarram 3B, dan Rizky Al-Khawarizmi (1XB)
Cabang Syarhil Qur’an
Juara Harapan 3: Naufal Arhab, Irhamullah 1XB, dan Azriel Al Hajjiq 3B.
Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh santri dan santriwati untuk terus berprestasi serta menumbuhkan semangat cinta Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Apr 20, 2026 | Berita
RAUDHAH – Grand Final Lomba Pidato 3 Bahasa (LP3B) telah diselenggarakan oleh Seksi Bahasa dan Muhadharah pada Rabu hingga Kamis, 17–18 April 2026.
Ajang tahunan ini menghadirkan para finalis terbaik dari seluruh santri dan santriwati kelas 1 hingga 5 KMI yang telah melewati dua tahap penyisihan. Kompetisi ini mempertandingkan pidato dalam tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris.
Pelaksanaan lomba dilakukan secara terpisah, dengan kategori putra bertempat di Gedung Serbaguna dan putri di Gedung Fatimah lantai 3. Adapun kategori yang diperlombakan terdiri dari kategori junior (kelas 1–3 KMI) dan senior (kelas 1 Intensif, 3 Intensif, 4, dan 5 KMI).
Para finalis tampil percaya diri di hadapan dewan juri yang terdiri dari para asatidzah berkompeten. Dengan penguasaan bahasa yang baik, artikulasi yang jelas, serta gestur yang santun dan ekspresif, para peserta menunjukkan kualitas public speaking yang membanggakan. Dukungan tata panggung yang megah turut menambah semarak dan kesan profesional dalam perlombaan ini.
Kegiatan ini juga melibatkan panitia dari santri dan santriwati kelas 4 dan 3 Intensif di bawah koordinasi Seksi Bahasa. Selain menjadi ajang kompetisi, LP3B juga menjadi bagian dari proses kaderisasi menuju kepengurusan Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) di masa mendatang.
Berikut daftar pemenang Lomba Pidato 3 Bahasa (LP3B) Tahun 2026:
Putra
Bahasa Arab
Senior:
Juara 1: Naufal Affandi (3XD)
Juara 2: Muhammad Reda (4B)
Juara 3: Rimhot Bhakti (3XB)
Junior:
Juara 1: M. Rizky Al-Khawarizmi
Juara 2: Rimba Abdul Fattah (3B)
Juara 3: M. Al-Hafiz (3B)
Bahasa Inggris
Senior:
Juara 1: Alif Ibrahim (3XD)
Juara 2: Fakhri Khoiri (3XB)
Juara 3: Hafiz Yuhan (3XB)
Junior:
Juara 1: M. Al Fariz (3B)
Juara 2: Zaidan Fairuz Setiawan (2B)
Juara 3: Arsyil Zafir Auri (1B)
Bahasa Indonesia
Senior:
Juara 1: Muhammad Haby Fadly (5L)
Juara 2: Satrio Ananda (3XB)
Juara 3: Fajri Al-Fadlah (5B)
Junior:
Juara 1: Khalis Akhdan (1P)
Juara 2: Yuda Ramadhan (1XD)
Juara 3: Sultan Syafiq (3J)
Putri
Junior
Bahasa Indonesia:
Juara 1: Ghadizah Warninsyah (3O)
Juara 2: Shafa Salsabila (1XC)
Juara 3: Syifa Yasirly (2O)
Bahasa Inggris:
Juara 1: Azzahra Azhari
Juara 2: Khaira Mazeyya
Juara 3: Jauza Kamila (1S)
Bahasa Arab:
Juara 1: Fakhira Aulia (3C)
Juara 2: Nadia Shafa (1XC)
Juara 3: Zahratun Naila (1XC)
Senior
Bahasa Indonesia:
Juara 1: Rohismi Berutu (5A2)
Juara 2: Rani Julianta (3 Int E)
Juara 3: Alvira Ega (3 Int C)
Bahasa Inggris:
Juara 1: Wan Karisa (3 Int E)
Juara 2: Sekar Arasya (5A2)
Juara 3: Iffah Ulya (4C)
Bahasa Arab:
Juara 1: Nadila Khairunnisa (5C)
Juara 2: Raya Malfika (3XC)
Juara 3: Khairunnisa Berutu (4I)
by Ar-Raudlatul Hasanah | Apr 17, 2026 | Berita
RAUDHAH – Seluruh santri dan santriwati kelas 3 Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dilaksanakan selama empat hari, 13–16 April 2026. Kegiatan ini terbagi ke dalam dua gelombang, yakni Gelombang 3 dan Gelombang 4, yang diikuti secara terpisah oleh santri putra dan putri.
Untuk santri putra, jumlah peserta tercatat sebanyak 251 orang. Ujian dilaksanakan di dua ruang laboratorium putra, yaitu Lab 1 dan Lab 2, dengan kapasitas masing-masing 21 peserta per sesi. Kegiatan berlangsung dalam tiga sesi setiap harinya, yakni sesi 2 (09.15–11.00 WIB), sesi 3 (11.20–13.15 WIB), dan sesi 4 (13.45–15.30 WIB).
Sementara itu, santri putri berjumlah 265 peserta dengan pelaksanaan ujian yang juga bertempat di dua ruang laboratorium putri, yakni Lab 1 dan Lab 2, masing-masing diisi 23 peserta per sesi. Adapun waktu pelaksanaan dibagi ke dalam tiga sesi, yaitu sesi 1 (07.00–08.45 WIB), sesi 2 (09.15–11.00 WIB), dan sesi 3 (11.20–13.15 WIB).
Secara umum, pelaksanaan TKA pada kedua gelombang memiliki pola yang sama. Gelombang 3 dilaksanakan pada Senin–Selasa, 13–14 April 2026, dengan mata pelajaran Matematika pada hari pertama yang diawali 10 menit latihan, 75 menit pengerjaan soal, dan 20 menit survei karakter. Hari kedua diisi dengan ujian Bahasa Indonesia, dengan durasi yang sama serta ditutup dengan survei lingkungan belajar (Sulingjar).
Adapun Gelombang 4 berlangsung pada Rabu–Kamis, 15–16 April 2026, dengan susunan pelaksanaan serupa. Hari pertama diisi dengan ujian Matematika dan survei karakter, sedangkan hari kedua diisi dengan ujian Bahasa Indonesia serta survei Sulingjar.
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) ini bertujuan untuk memperoleh data yang objektif dan terstandar mengenai capaian akademik santri sebagai dasar seleksi ke jenjang pendidikan selanjutnya. Selain itu, TKA juga berfungsi sebagai validator nilai rapor, memetakan kualitas pendidikan, serta mendorong peningkatan kapasitas pendidik.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Apr 15, 2026 | Berita
RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menerima kunjungan silaturahmi dan studi banding dari Pondok Pesantren Qur’an Kisaran, Kabupaten Asahan, pada Senin–Selasa, 13–14 April 2026/24–25 Syawal 1447 H.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program penguatan wawasan keorganisasian bagi santri/wati pengurus Organisasi Pelajar Pesantren Qur’an (OSPQ) kelas 5 (XI MA). Juga, bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang tata kelola organisasi sekaligus melatih kemampuan kerja sama (teamwork).
Sebanyak 52 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 45 santri (27 putra dan 18 putri) serta 4 guru pendamping (3 ustadz dan 1 ustadzah). Rombongan tiba pada Senin pagi dan disambut oleh Ustaz/ah yang bertugas dengan rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan ramah tamah pada pukul 11.30 WIB bersama Wakil Direktur Pesantren, Ustaz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Dzuhur berjamaah dan makan siang bersama. Usai itu, para peserta mengikuti sesi studi keorganisasian yang dimulai pukul 13.30 WIB hingga selesai.
Dalam sesi tersebut, para santri memperoleh gambaran langsung mengenai sistem pengelolaan organisasi pelajar di lingkungan pesantren, termasuk pembagian tugas dan tanggung jawab setiap bagian. Struktur organisasi yang dipaparkan meliputi ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, serta berbagai seksi seperti keamanan, tahfiz, ibadah, bahasa, kebersihan, dan olahraga.
Menjelang sore, kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan persahabatan antarsantri sebagai sarana mempererat ukhuwah. Malam harinya dimanfaatkan untuk istirahat, sebelum keesokan paginya rombongan berpamitan untuk kembali.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan silaturahmi antarpesantren sekaligus menjadi sarana pembelajaran praktis bagi santri dalam mengelola organisasi secara efektif, terarah, dan penuh tanggung jawab.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Apr 13, 2026 | Berita
RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar Resepsi Khataman Santri/Wati Akhir Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Angkatan ke-35 selama dua hari, Sabtu–Ahad, 11–12 April 2026, bertepatan dengan 22–23 Syawal 1447 H. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna pesantren ini dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dihadiri oleh Ketua Umum Badan Wakaf, Pimpinan dan Direktur pesantren, para Ustaz dan Ustazah, Wali Santri/wati, Santri/wati kelas 5 KMI, serta tamu undangan.
Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube “Raudhah TV”, sehingga keluarga besar alumni dan masyarakat luas dapat turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Sebanyak 475 santri/wati resmi dikukuhkan sebagai alumni, terdiri dari 240 santri putra dan 235 santriwati. Angkatan ke-35 ini turut menorehkan prestasi membanggakan, dengan 38 santri/wati lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan 53 lainnya diterima melalui jalur SPAN-PTKIN di berbagai perguruan tinggi negeri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Oh Pondokku, serta Mars Ar-Raudlatul Hasanah. Acara kemudian berlanjut dengan sambutan-sambutan, pembacaan Khutbatul Wada’, prosesi serah terima pendidikan dari pihak pesantren kepada wali santri/wati, pembacaan Surat Keputusan beasiswa bagi santri berprestasi, penyerahan cendera mata, pembacaan janji alumni, hingga penutupan dengan nasihat dari Direktur Pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, lima santri/wati dengan capaian akademik tertinggi menerima penghargaan beasiswa, yaitu:
1. Muhammad Fatih Riziq Zain (nilai 9,02)
2. Muhammad Alvino Rizky Nasution (nilai 8,87)
3. Izzati Alfi Nasution (nilai 8,68)
4. Nurul Anggraini Samosir (nilai 8,63)
5. Eka Aulia (nilai 8,61)
Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz KH. Miftakhuddin, MM., dalam nasihatnya menyampaikan pesan mendalam kepada para alumni. Ia menegaskan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan.
“Para alumni bukan sekadar pemilik ijazah, melainkan pewaris nilai dan semangat perjuangan pesantren. Pesantren ini didirikan bukan hanya untuk mencetak orang pandai, tetapi untuk melahirkan pemimpin umat yang mampu memberi manfaat dan arah bagi masyarakat,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan pesan khusus kepada para santriwati agar menjadi perempuan yang utuh—memiliki kekuatan iman, keluasan ilmu, kebermanfaatan dalam karya, serta kemandirian dalam kehidupan. Santriwati diharapkan mampu menjadi pribadi yang tangguh dan tidak bergantung, serta senantiasa memberi kontribusi nyata bagi umat.
Selain itu, beliau mengingatkan seluruh alumni agar senantiasa menjaga hubungan dengan almamater, serta berperan aktif dalam membesarkan pesantren melalui karya dan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Ia juga menekankan bahwa Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berdiri dan berkembang di atas sistem wakaf, sebagai lembaga filantropi yang berorientasi pada pemberdayaan umat.
Pada kesempatan yang sama, alumni Angkatan ke-35 turut menyerahkan wakaf kepada pesantren berupa uang tunai sebesar Rp77.500.000 dan RM403. Wakaf tersebut diterima langsung oleh Ketua Umum Badan Wakaf, Pimpinan, Direktur, dan Wakil Direktur pesantren.
Pada hari yang sama, tepat pukul 14.00 WIB, para alumni Angkatan ke-35 juga melaksanakan prosesi yudisium sebagai bagian akhir dari rangkaian kegiatan kelulusan mereka.
Dengan terselenggaranya resepsi khataman ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muslim yang unggul secara intelektual, kokoh dalam moral, serta berakhlak mulia.

