Silaturahmi Wali Santri/wati Kelas 6 KMI: Bersama Menyiapkan Santri Akhir, Menyongsong Masa Depan

Silaturahmi Wali Santri/wati Kelas 6 KMI: Bersama Menyiapkan Santri Akhir, Menyongsong Masa Depan

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar kegiatan Silaturrahim Wali Santri/wati Kelas 6 KMI Tahun Pelajaran 2026–2027 di Gedung Fatimah Lantai III, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, pada hari Ahad, 12 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini menjadi sarana silaturrahim antara pihak pesantren dengan wali santri dan santriwati kelas akhir KMI, sekaligus memberikan pemahaman mengenai berbagai persiapan dan kegiatan yang akan dijalani para santri dan santriwati selama menempuh masa pendidikan di tahun terakhir mereka.

Acara diawali dengan kata sambutan dari Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah – KH. Miftakhuddin, M.M., yang menekankan pentingnya dukungan dan kerja sama antara pihak pesantren dan wali santri/wati dalam mengantarkan para santri dan santriwati menyelesaikan pendidikan mereka dengan baik.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan sesi Bimbingan dan Arahan yang disampaikan oleh Walil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah – Ustaz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa seluruh santri dan santriwati kelas 6 KMI wajib mengikuti seluruh rangkaian proses pendidikan di Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) hingga tuntas.

Masa pendidikan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, menurut beliau, belum dapat dianggap selesai apabila santri dan santriwati belum mengikuti seluruh proses dan kegiatan pendidikan hingga tahap akhir, termasuk penyelesaian seluruh rangkaian kegiatan sampai dengan pelaksanaan wisuda.

Melalui kegiatan silaturrahim ini, diharapkan terjalin kesamaan pemahaman serta sinergi yang semakin kuat antara pihak pesantren dan wali santri/wati dalam mendampingi santri dan santriwati kelas 6 KMI. Dengan dukungan dan kerja sama yang baik, para santri dan santriwati diharapkan dapat mengikuti seluruh proses pendidikan hingga akhir serta menyelesaikan masa studinya dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Direktur dan Ketua STIT Hadiri Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026

Direktur dan Ketua STIT Hadiri Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026

RAUDHAH — Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustaz KH. Miftakhuddin, M.M., bersama Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah, Ustaz Assoc. Prof. Dr. KH. Rasyidin, MA., dengan penuh khidmat menghadiri forum internasional Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.

Acara bergengsi ini diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, pada 5–6 September 2026, sebagai bagian dari rangkaian momentum satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).

Menghadirkan pesantren sebagai model pendidikan global, mengangkat tema utama “Exploring and Revealing the Pesantren Education System” dengan sub-tema “Saat dunia belajar dari pesantren: Pesantren tidak hanya perlu belajar dari dunia, tetapi dunia juga perlu belajar dari pesantren”, forum ini mempertemukan lebih dari 300 tokoh penting, mulai dari pimpinan lembaga pendidikan, praktisi, akademisi, pemikir, pembuat kebijakan, hingga mitra internasional dari berbagai negara.

Kehadiran Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah dalam summit ini menegaskan komitmen kuat untuk mengkaji, mengadopsi, dan mengembangkan sistem pendidikan Islam holistik yang berakar pada tradisi pesantren, namun tetap adaptif terhadap perkembangan zaman global.

Berdasarkan materi dan pembahasan mendalam dalam GIHES 2026, sistem pendidikan pesantren dinilai memiliki kekhasan unik yang mampu menjawab krisis kompetensi global masa kini—dimana banyak lulusan institusi modern unggul secara akademik namun lemah dalam soft skills (kepemimpinan, etos kerja, kolaborasi, dan karakter).

Di pesantren, pendidikan tidak terbatas pada transfer ilmu formal di dalam ruang kelas saja. Seluruh ekosistem kehidupan santri selama 24 jam adalah kurikulum nyata. Mulai dari kelas, perpustakaan, masjid, asrama, disiplin, bahasa, organisasi, olahraga, seni, hingga pengabdian.

Puncak dari rangkaian acara GIHES 2026 ini menghasilkan Deklarasi GIHES 2026, yang menyoroti beberapa poin krusial bagi transformasi pendidikan Islam global. Pertama, pusat pada manusia dan batasan AI: di tengah disrupsi teknologi dan Artificial Intelligence (AI), deklarasi menegaskan bahwa AI harus ditempatkan sekadar sebagai alat pendukung (tools) pendidikan, bukan sebagai penentu utama kepribadian dan nilai moral peserta didik. Kedua, integrasi ilmu dan adab: mendorong keterpaduan antara sains modern, ilmu keagamaan, dan pembentukan adab (integrasi disiplin ilmu dan integrasi kehidupan), sehingga lulusan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas tinggi. Ketiga, penguatan ekosistem karakter: menjadikan lingkungan hidup berasrama sebagai model unggulan pembentukan manusia seutuhnya (complete human being).

Sepulangnya dari forum internasional ini, keikutsertaan Direktur bersama Ketua STIT diharapkan menjadi momentum akselerasi strategis bagi pengembangan lembaga, sehingga menjadikan Ar-Raudlatul Hasanah sebagai institusi yang terus melahirkan generasi berilmu luas, berakhlak mulia, mandiri, berjiwa pemimpin, serta bermanfaat bagi masyarakat luas dan peradaban dunia.

Olimpiade Madrasah Indonesia 2026 Se-Kota Medan Resmi Digelar di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Olimpiade Madrasah Indonesia 2026 Se-Kota Medan Resmi Digelar di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

RAUDHAH — Perhelatan akbar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Kota Medan resmi berlabuh dan berpusat di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Kompleks pesantren ini didapuk sebagai tuan rumah utama yang menjadi saksi berkumpulnya ratusan pelajar dari berbagai penjuru kota.

Berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 7 hingga 9 September 2026, kegiatan ini menjadi panggung besar bagi para pelajar dari lintas jenjang pendidikan—mulai dari MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA. Seluruh rangkaian kegiatan di kompleks pesantren ini diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung tertib dan khidmat.

Sebagai tuan rumah, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyambut hangat para kontingen yang hadir. Acara pembukaan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia, M. Nur Edy, M.Si., yang memaparkan kesiapan matang pelaksanaan kegiatan serta harapan agar seluruh rangkaian OMI dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Suasana khidmat kian terasa tatkala sambutan dari Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah – Ust. Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom. Di hadapan para peserta dan tamu undangan, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sebagai tempat pelaksanaan OMI Tahun 2026 tingkat Kota Medan. Kepercayaan ini menempatkan pesantren sebagai kawah candradimuka yang menaungi pertarungan akademik pelajar.

Puncak acara pembukaan ditandai dengan bimbingan dan arahan, sekaligus pembukaan secara resmi oleh Dr. Nursyamsiah, M.A., Ketua Tim Kerja Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.

Selepas upacara pembukaan di lingkungan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah selesai, denyut kompetisi langsung terasa nyata. Para peserta kemudian bergerak menuju ruangan masing-masing untuk mengikuti ujian dan kompetisi sesuai jadwal serta sesi yang telah ditetapkan panitia.

Berdasarkan data panitia, OMI Tahun 2026 tingkat Kota Medan ini diikuti oleh 847 peserta dari 130 madrasah dan sekolah. Mereka beradu kemampuan dalam 11 cabang bidang kompetisi. Antusiasme luar biasa dari para peserta yang tumpah ruah di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah ini mencerminkan semangat dan tingginya minat pelajar untuk berprestasi melalui ajang kompetisi akademik.

Melalui pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2026 di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah ini, diharapkan mampu menjadi wadah strategis bagi para peserta untuk mengembangkan potensi, meningkatkan semangat belajar, serta menumbuhkan budaya berkompetisi secara sehat.

Kreatif dan Edukatif! Cara Santri dan Santriwati Rayakan Hari Literasi Dunia

Kreatif dan Edukatif! Cara Santri dan Santriwati Rayakan Hari Literasi Dunia

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyemarakkan peringatan Hari Literasi Dunia (HLD) 2026 melalui rangkaian Lomba Literasi Santri yang dilaksanakan di Perpustakaan Putra dan Putri. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya literasi sekaligus memberikan ruang bagi santri dan santriwati untuk mengembangkan kemampuan membaca, menulis, berpikir kritis, serta menghasilkan karya.

Rangkaian lomba dimulai pada Sabtu, 5 September 2026, dengan perlombaan Menulis Cerpen, Esai, Resensi dan Review Buku, serta Cerdas Cermat Literasi babak penyisihan. Kegiatan tersebut diikuti 69 santri putra dan 79 santriwati. Selanjutnya, pada Ahad malam, 6 September 2026, perlombaan dilanjutkan dengan Cerdas Cermat Literasi, Desain Cover Canva, dan Menggambar Sketsa bagi santri putra di Perpustakaan Putra, serta Cerdas Cermat Literasi dan Menggambar Sketsa bagi santriwati di Perpustakaan Putri.

Pada kategori Cerdas Cermat Literasi putra, juara pertama diraih Muhammad Rizky Al Khawarizmi, Muhammad Wahyu Harahap, dan Adnan Mubarok dari kelas 3 Int B. Juara kedua diraih Muhammad Rifki Afkar Fadil, Fatih As Silmi, dan Mhd Fadhlan Nur dari kelas 3B, sedangkan juara ketiga diraih M. Reihan Tsaqib El-Mumtaz. B, Muhammad Darrel Athalah, dan Alfin Akbar Isak. Pada kategori putri, juara pertama diraih Marsha Asyiqin Lido, Nayla As Syifa, dan Mawarida Silmi Pulungan dari kelas 4G. Juara kedua diraih Zhura Arifa, Naiva Navila, dan Fatma Zahara, sedangkan juara ketiga diraih Azalea Natifa, Chaisa I.S Marbun, dan Maurisa Hayati Ms.

Untuk lomba Menulis Esai putra, juara pertama diraih Muhammad Fariz Dalwa (6B), juara kedua Rizqy Raditya (4B), dan juara ketiga Mahesa Rizky (6H). Pada kategori putri, juara pertama diraih Alya Ameelia Br Tampubolon (6C), juara kedua Rohismi Berutu (6A2), dan juara ketiga Siti Nuraini Br Ginting (6A2).

Sementara itu, lomba Resensi & Review Buku putra menempatkan Dzar Alghifari Ahmad (2B) sebagai juara pertama, Amiruzaky (6F) sebagai juara kedua, dan Dziban Al-Faiq (6B) sebagai juara ketiga. Kategori putri diraih Nazwa Fitria Salsabilla (6C) sebagai juara pertama, Nadia Syafa Safitri (3 INT C) sebagai juara kedua, dan Ersya Ramadani (3 INT E) sebagai juara ketiga.

Pada lomba Desain Cover Canva putra, juara pertama diraih Syauqi Abrar (6B), juara kedua Muhammad Raghib Irad (6A1), dan juara ketiga Muhammad Malik Putra Alfarizi (4D). Adapun kategori Pembuatan Logo HLD putri menempatkan Aura Hafizah (6K) sebagai juara pertama, Siti Nur Fadilah (3 INT C) sebagai juara kedua, dan Mesra Kezia Pardede (3 INT E) sebagai juara ketiga.

Lomba Menulis Cerpen Junior putra dimenangkan Fuad Khalis Pratama (3H) sebagai juara pertama, Zachry Febriano Subhakti (3B) sebagai juara kedua, dan Masirul Azam Naibaho (1 INT D) sebagai juara ketiga. Pada kategori putri, juara pertama diraih Nadhifah Azizah Thihani (3C), juara kedua Kezia Azura (1INT C), dan juara ketiga Amirah Rifqi Hadini (1INT C).

Untuk kategori Cerpen Senior putra, Revanza Aghran Muzanni (5B) meraih juara pertama, Akhtar Suwardana Dzaky (4B) juara kedua, dan Zaky Fahriansya (3 Int B) juara ketiga. Sementara kategori putri diraih Alfa Aunillah (6C), Geyza Desifah (3 INT E), dan Salwa Salsabila Siregar (6E), masing-masing sebagai juara pertama, kedua, dan ketiga.

Adapun lomba Membuat Sketsa putra menempatkan Muhammad Ismail Arman Lubis (6J) sebagai juara pertama, Rizky Gebrina (6H) sebagai juara kedua, dan Muhammad Ersya Affandi (6N) sebagai juara ketiga. Pada kategori putri, juara pertama diraih Syifa Nadin (6O), juara kedua Syarifah Zuhaira Arifah (6O), dan juara ketiga Adhwa Fajri Annada Siregar (4K).

Rangkaian Semarak Hari Literasi Dunia 2026 kemudian dilanjutkan dengan Talk Show Literasi bersama Muhammad Ramadhan Batubara sebagai pemateri dan Ust. H. M. Yusuf Habibi Harahap, Lc., M.Ag. sebagai moderator. Agenda tersebut juga diisi dengan pengumuman para pemenang lomba, pemberian cendera mata kepada narasumber, serta penutupan.

Melalui kegiatan ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah terus mendorong perpustakaan dan kegiatan literasi menjadi bagian dari kehidupan pendidikan santri, baik melalui aktivitas membaca dan menulis maupun melalui kreativitas, kompetisi, dan diskusi ilmiah.

 

Santri Raudhah Dalami Khazanah Islam Bersama Guru Besar Universitas Damaskus, Suriah

Santri Raudhah Dalami Khazanah Islam Bersama Guru Besar Universitas Damaskus, Suriah

RAUDHAH — Suasana Masjid Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada Senin malam, 7 September 2026, terasa hangat seusai ibadah Isya. Malam ke-26 Rabiul Awal 1448 Hijriah itu menjadi momen berharga bagi para santri saat menyambut kehadiran tamu istimewa asal Timur Tengah: Guru Besar Universitas Damaskus Suriah, Syaikh Prof. Dr. Muhammad Mu’taz As-Subayni.

Syaikh Mu’taz tak datang sendiri. Ia hadir didampingi KH Abdul Latif Malik, Lc., M.Pd., Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rohmah Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Langkah kaki sang ulama disambut pimpinan pesantren – Bapak Ir. H. Achmad Prana Rulianto Tarigan, berdampingan dengan Wakil Direktur – Ustaz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., dan Sekretaris Umum – Ustaz Mar’an Sabuqi Siregar, S.Fil.I., M.Pem.I. Tampak pula jajaran pengasuhan santri, Ustaz Mhd. Adiyani Sembiring, S.Pd.I dan Ustaz Azmi Rauf Hasibuan, M.Pd., turut menyalami hangat rombongan tamu.

Kehadiran Syaikh Mu’taz di kompleks pesantren ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus panggung keilmuan. Di hadapan ratusan santri yang duduk bersila memenuhi ruang masjid, Syaikh menyampaikan tausyiah dan nasehatnya. Suasana khidmat menyelimuti ruang masjid saat ajakan menuntut ilmu dan menjaga nilai-nilai keislaman disampaikan secara mendalam.

Di sela-sela tausyiahnya, Syaikh Mu’taz juga mengisahkan tentang sejarah panjang peradaban Melayu Islam yang kaya akan tradisi keilmuan. Tak hanya itu, beliau memberikan dorongan motivasi yang kuat kepada para santri untuk terus meningkatkan penguasaan bahasa, khususnya bahasa Arab sebagai kunci utama dalam mendalami khazanah keislaman secara komprehensif.

Bagi Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, kunjungan ini merupakan bagian dari penguatan tradisi keilmuan. Kehadiran ulama Timur Tengah tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan keislaman santri, membakar semangat belajar, serta mendatangkan keberkahan ilmu.

Chat Via WhatsApp