by Ar-Raudlatul Hasanah | Mar 21, 2025 | Berita
RAUDHAH – Menjelang masa liburan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar acara khusus bertajuk “Pesan dan Nasihat Menjelang Liburan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 1446 H”.
Acara yang berlangsung selama dua hari, Kamis-Jum’at (20-21 Maret 2025/20-21 Ramadan 1446 H), ini bertujuan membekali para santri dan santriwati dengan pedoman hidup bermasyarakat selama masa liburan.
Kegiatan ini diadakan sebagai persiapan bagi seluruh santri kelas 1-6 KMI yang akan menjalani liburan selama dua puluh hari di rumah masing-masing setelah menyelesaikan ulangan umum dan ujian gelombang termin kedua.
Lebih dari sekadar liburan, masa ini juga menjadi ajang pengabdian bagi santri dalam menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di pesantren ke dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam nasihat yang disampaikan, para santri diingatkan untuk selalu menjaga akhlak dan nilai-nilai keislaman di mana pun mereka berada.
Beberapa poin penting yang ditekankan dalam acara ini antara lain pentingnya menjaga ibadah, etika dalam bermedia sosial, adab bertamu dan menerima tamu, serta bagaimana mengisi liburan dengan kegiatan yang bermanfaat.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Mar 16, 2025 | Berita
RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar pengarahan pengabdian bagi pada Sabtu malam, 15 Maret 2025/16 Ramadan 1446. Kegiatan ini menjadi agenda wajib tahunan yang diikuti oleh seluruh santri/wati kelas 6 KMI.
Acara yang diselenggarakan oleh Seksi KMI ini berlangsung dengan penuh khidmat. Para santri mengikuti kegiatan di Masjid lantai 2, sementara santriwati berkumpul di Gedung Hafsah lantai 3. Forum sakral ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz KH. Solihin Adin, dan Wakil Direktur, Ustadz Carles Ginting.
Dalam pemaparannya, Ustadz KH. Solihin Adin menegaskan bahwa pengabdian adalah mengabdikan diri kepada Pesantren/Madrasah/Sekolah atas apa yang telah didapat selama menjadi santri, dengan memberikan atau mengamalkan semua ilmu yang dimiliki.
“Mengabdi adalah mengabdikan diri dengan memberikan atau mengamalkan semua ilmu yang dimiliki,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ustadz Carles Ginting juga menambahkan bahwa pengabdian merupakan bentuk khidmat, yaitu melakukan segala sesuatu yang bermanfaat bagi umat dan lingkungan sekitar dengan penuh keikhlasan.
“Mengabdi itu adalah khidmat, maksudnya adalah melakukan dan mengerjakan segala sesuatu yang bermanfaat bagi Ummat dan sekitarnya karena Allah swt. tidak mengharapkan materi duniawi atau dengan kata lain ikhlas,” pesannya.
Sebagai bagian dari proses pengabdian, setiap santri diwajibkan untuk mengisi formulir yang telah disiapkan oleh sekretariat pesantren. Dalam formulir tersebut, mereka memilih dan mengajukan lembaga tempat mereka akan mengabdi. Pengabdian ini sejalan dengan tujuan utama berdirinya Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, yakni membentuk insan yang berkontribusi bagi masyarakat atau kemasyarakatan.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi para santri untuk mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Dengan semangat pengabdian, diharapkan para santri dapat menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan siap berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Mar 14, 2025 | Berita
RAUDHAH – Setelah dua pekan menghadapi Ujian Akhir KMI Termin Dua, santri/wati kelas 6 kembali menjalani tantangan akademik berikutnya, yakni Ujian Asesmen Madrasah Berbasis Komputer (AMBK). Ujian ini berlangsung mulai Kamis, 13 Maret 2025/13 Ramadhan 1446 hingga Selasa, 18 Maret 2025/18 Ramadhan 1446.
Berbagai mata pelajaran diujikan dalam AMBK ini, seperti Al-Qur’an-Hadis, Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Indonesia, dan lainnya. Ujian ini menjadi tolak ukur pemahaman santri/wati terhadap materi yang telah dipelajari serta mengasah kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan akademik di masa depan.
Pelaksanaan ujian berlangsung di dua lokasi, yaitu Ruangan Komputer Putra di Gedung Serbaguna dan Ruangan Komputer Putri di Gedung Rusunawa. Setiap ruangan menampung 32 santri/wati yang diawasi oleh dua Ustadz/ah, memastikan suasana ujian tetap tertib dan kondusif.
Untuk mengakomodasi seluruh peserta, ujian dibagi dalam empat sesi setiap harinya:
✅ Sesi 1: 08.00 – 09.15 WIB
✅ Sesi 2: 09.15 – 10.30 WIB
✅ Sesi 3: 10.30 – 11.45 WIB
✅ Sesi 4: 11.45 – 13.00 WIB
Pelaksanaan AMBK ini tidak hanya menguji akademik, tetapi juga melatih kedisiplinan dan kemandirian santri/wati dalam menghadapi ujian berbasis teknologi. Dengan semangat dan ketekunan yang tinggi, para peserta diharapkan mampu meraih hasil terbaik.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Mar 14, 2025 | Berita
RAUDHAH – Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting menghadiri acara Semesta Fest 2025 yang digelar pada Kamis, 13 Maret 2025/13 Ramadan 1446. Acara yang bertajuk “Semarak Ekonomi Syariah dan Keuangan Digital” ini menjadi ajang penting dalam memperkuat sinergi antara ekonomi syariah dan teknologi finansial di Indonesia.
Selain itu, hadir pula para pimpinan pesantren se-Sumatera Utara serta tokoh masyarakat terkemuka seperti Wali Kota Medan, anggota DPRD Kota Medan, Rahmat Shah (mantan anggota MPR RI perwakilan Sumatera Utara 1999-2004), Ketua MUI Sumatera Utara, perwakilan Gubernur Sumatera Utara, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Medan menekankan pentingnya keterlibatan nilai-nilai Islam dalam sektor ekonomi.
“Ruang keislaman tidak hanya masuk dalam ruang ibadah saja, namun juga dalam ranah ekonomi. Kehalalan produk harus menjadi perhatian yang terukur sehingga dapat membangun perekonomian masyarakat yang dipenuhi keberkahan,” ujar Wali Kota Medan. Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan berkomitmen mendukung agenda seperti ini guna mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah.
Acara semakin semarak dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Ucai Batubara, yang menambah makna spiritual dalam diskusi seputar ekonomi syariah dan keuangan digital.
Semesta Fest 2025 menjadi bukti nyata bahwa integrasi antara nilai-nilai Islam dan perkembangan teknologi finansial dapat berjalan beriringan, menciptakan ekonomi yang lebih berkah dan inklusif bagi masyarakat.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Mar 11, 2025 | Berita
RAUDHAH – Para santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menghidupkan tradisi tadarus Al-Quran dengan metode unik yang menarik perhatian. Sekitar 1.600 santri dan 1.900 santriwati berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan membentuk formasi melingkar.
Dalam setiap lingkaran, terdapat 9 hingga 11 santri/wati yang secara bergantian membaca dan menyimak bacaan Al-Quran. Metode ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap santri/wari dapat memperbaiki bacaannya dengan bantuan teman sekelompoknya.
Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., mengungkapkan bahwa sistem lingkaran ini memudahkan para Ustadz/ah dalam memantau jalannya tadarus.
“Dengan kapasitas guru yang lebih sedikit dibandingkan santri, jika tadarus dilakukan dengan formasi berbaris, akan lebih sulit untuk mengawasi. Dengan formasi melingkar, kami bisa memantau dari jauh,” jelasnya.
Tradisi tadarus unik ini mendapat perhatian luas dan diliput oleh berbagai media nasional seperti iNews.id, Harian Mistar, Liputan6.com, Tribun Medan, IDN Times Sumut, TVRI News, dan ANTARA News.
Setiap hari, para santri membaca satu juz Al-Quran, dengan target mengkhatamkan 1 hingga 2 kali selama Ramadan. Muhammad Zikri, salah satu santri yang mengikuti kegiatan ini, merasa metode ini sangat bermanfaat.
“Hikmahnya, kami bisa saling mengoreksi dan memperbaiki bacaan. Dalam satu kelompok, ada santri yang bacaannya sudah baik, sehingga bisa membantu yang lain,” katanya.
InsyaAllah, Tadarus ini berlangsung setiap hari setelah shalat Zuhur dan akan terus dilaksanakan hingga tanggal 20 Ramadhan. Raudhah terus membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani yang tidak hanya fasih membaca Al-Quran tetapi juga mampu memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.