PENGUATAN NILAI DAN LAYANAN: STAFF ADMINISTRASI DAN SECURITY PESANTREN IKUTI ORIENTASI KEPESANTRENAN

PENGUATAN NILAI DAN LAYANAN: STAFF ADMINISTRASI DAN SECURITY PESANTREN IKUTI ORIENTASI KEPESANTRENAN

RAUDHAH – Dalam rangka memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai kepesantrenan serta meningkatkan kualitas layanan, seluruh staff administrasi dan security Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti kegiatan Orientasi Kepesantrenan pada Senin, 14 Juli 2025/18 Muharram 1447 H. Kegiatan ini terbagi dalam dua sesi dan diselenggarakan secara intensif sejak pagi hingga menjelang siang hari.

Sesi pertama yang dimulai pukul 08.00–10.00 WIB menghadirkan narasumber Ustadz H. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., MM., yang membawakan materi bertema “Nilai-Nilai Perjuangan dan Keyakinan Hidup di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.” Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya semangat keikhlasan, kesederhanaan, dan totalitas dalam mengabdi. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk menyelami kembali visi besar perjuangan pesantren sebagai lembaga pendidikan.

“Pesantren ini bukan tempat kerja, tetapi juga ladang amal, pengabdian dan menjaga harta wakaf. Maka setiap tugas, sekecil apa pun, memiliki nilai dan keberkahan jika dilakukan dengan niat yang benar dan penuh tanggung jawab,” ungkap Ustadz Miftakhuddin dalam pemaparannya yang menginspirasi.

Memasuki sesi kedua pada pukul 10.30–12.30 WIB, orientasi dilanjutkan dengan materi “Service Excellent” yang dibawakan oleh Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom. Materi ini menekankan pentingnya pelayanan prima dalam mendukung sistem pendidikan di pesantren. Melalui pendekatan yang komunikatif dan interaktif, Ustadz Carles menyampaikan prinsip-prinsip pelayanan yang profesional namun tetap dilandasi adab dan nilai-nilai Islam.

Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom. menjelaskan bahwa pelayanan yang baik bukan hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga menyentuh hati melalui keramahan, ketulusan, dan empati. Beliau juga meminta komitmen dengan cara menuliskan apa yang harus mereka lakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam memberikan pelayanan, dimana hal tersebut menjadi standar dalam menjalankan tugas di Pesantren.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan berkelanjutan yang dilakukan oleh Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam memastikan bahwa seluruh elemen pendukung pesantren baik tenaga administratif maupun keamanan memahami ruh dan nilai-nilai pesantren serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh warga pesantren.

Delegasi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Hadiri Penyaluran ZIS Triwulan II 2025 Bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara

Delegasi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Hadiri Penyaluran ZIS Triwulan II 2025 Bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara

RAUDHAH – Delegasi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, yang diwakili oleh Ustaz Ahmad Fuadi, S.Pd.I, turut menghadiri kegiatan penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Triwulan II Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Utara. Acara ini digelar pada Rabu, 9 Juli 2025, bertempat di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro No. 30 Medan.

Penyerahan ZIS dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Bapak Surya, kepada para mustahik. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa ZIS memiliki peran strategis dalam memperkuat pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat Sumatera Utara.

“BAZNAS punya peran penting dalam pembangunan Sumut, berkontribusi besar untuk kemajuan masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu memberikan dukungan penuh agar zakat, infak, dan sedekah dapat dimaksimalkan,” tutur Surya di hadapan tamu undangan.

BAZNAS Sumut yang diketuai oleh Prof. Dr. H. Mohammad Hatta berhasil menghimpun dana ZIS sekitar 8 miliar rupiah hingga triwulan II ini. Meski belum mencapai target tahunan sebesar 28 miliar rupiah capaian tersebut mencerminkan semangat umat Islam dalam menunaikan kewajiban sosial dan spiritual mereka.

Acara ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan pimpinan lembaga, antara lain Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara, Rektor UIN Sumatera Utara, Rektor UNIVA Medan, Direktur PDAM Tirtanadi, para pimpinan ormas Islam, bank mitra syariah, serta pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari berbagai instansi.

Kehadiran Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah melalui Ustaz Ahmad Fuadi, S.Pd.I menandakan dukungan aktif lembaga pendidikan Islam terhadap upaya penguatan gerakan zakat dan pemberdayaan umat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, serta ditutup dengan doa dan foto bersama.

Musyawarah Kerja OPRH dan Rapat Kerja Koordinator Pramuka: Evaluasi, Revisi, dan Proyeksi Program

Musyawarah Kerja OPRH dan Rapat Kerja Koordinator Pramuka: Evaluasi, Revisi, dan Proyeksi Program

RAUDHAH – Dalam upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan dan manajemen organisasi santri, Bidang Pengasuhan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menyelenggarakan Musyawarah Kerja Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH) dan Rapat Kerja Gugus Depan Koordinator Kepramukaan pada Sabtu hingga Kamis, 5–10 Juli 2024/ 9–14 Muharram 1446 H. Kegiatan tahunan ini dilangsungkan di dua tempat terpisah, yakni Gedung Serbaguna untuk santri dan Aula Hafshah untuk santriwati

Muker dan Raker ini diikuti oleh seluruh santri dan santriwati kelas 6 KMI, baik yang tergabung dalam struktur kepengurusan maupun yang tidak. Selain menjadi ajang evaluasi, kegiatan ini merupakan bagian integral dari pendidikan kepemimpinan yang bersifat aplikatif dan partisipatif di lingkungan pesantren.

Rangkaian sidang dimulai dengan sidang pleno, di mana setiap bagian dari OPRH maupun Gugus Depan menyampaikan laporan serta pemaparan program kerja mereka. Dalam forum ini, peserta sidang diberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan, kritik, dan masukan terhadap program yang dianggap kurang maksimal atau belum terlaksana dengan baik.

Selanjutnya, kegiatan berlanjut pada sidang komisi yang membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendalami, mengevaluasi, serta menyusun rancangan program kerja ke depan. Dalam sidang ini, peserta tidak hanya mengusulkan program baru, namun juga berhak melakukan revisi atau bahkan menghapus program kerja sebelumnya yang dianggap sudah tidak relevan.

Tahapan terakhir adalah sidang paripurna, yaitu sidang pemutus dari seluruh hasil dan usulan sidang komisi. Dengan dipimpin oleh pimpinan sidang dan diawasi oleh steering committee, seluruh usulan kemudian diputuskan apakah akan diterima, direvisi, atau ditolak. Segala keputusan dalam sidang paripurna bersifat final dan mengikat bagi setiap bagian yang terkait.

Muker dan Raker ini tidak hanya berfungsi sebagai media evaluasi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter dan keterampilan berorganisasi. Kegiatan ini diawasi langsung oleh Direktur Pesantren, jajaran Bidang Pengasuhan, serta para guru pembimbing, sebagai bentuk pendampingan dan pembinaan yang terus berkelanjutan.

Sebagaimana ditegaskan oleh pihak pengasuhan, kegiatan ini merupakan bentuk amanah sekaligus latihan tanggung jawab bagi santri/wati akhir KMI dalam mengelola organisasi dengan cermat, jujur, dan profesional. Dengan demikian, Muker dan Raker menjadi langkah nyata Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam mencetak kader-kader pemimpin masa depan yang tangguh, bijaksana, dan siap berkiprah di tengah masyarakat.

Menanam Cinta Pondok Sejak Dini: Santri Baru Pelajari Hymne “Oh Pondokku” dan Mars Ar-Raudlatul Hasanah

Menanam Cinta Pondok Sejak Dini: Santri Baru Pelajari Hymne “Oh Pondokku” dan Mars Ar-Raudlatul Hasanah

RAUDHAH – Memasuki pekan perkenalan Khutbatul ‘Arsy di tahun pelajaran 2025-2026, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menunjukkan komitmennya dalam membina karakter dan jiwa kepondokan para santri sejak dini. Salah satu bentuk pembinaan tersebut tampak dalam kegiatan pengenalan lagu Hymne “Oh Pondokku” dan Mars Ar-Raudlatul Hasanah kepada santri dan santriwati baru kelas 1 dan 1 Intensif KMI.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak dalam jadwal pembelajaran pada les ke-6 dan ke-7, yang berlangsung mulai pukul 11.35 WIB hingga menjelang waktu shalat zuhur. Meski terlihat sederhana, momen ini sarat dengan nilai-nilai kepondokkan, kebersamaan, penguatan identitas, dan kecintaan terhadap pesantren sebagai rumah kedua mereka.

Yang menarik, pengajaran lagu-lagu kebanggaan pesantren ini tidak hanya melibatkan para guru. Para santri kelas 6 KMI, yang merupakan santri senior, mendapatkan amanah istimewa untuk menjadi pengajar langsung bagi adik-adik kelasnya. Mereka membimbing, mengarahkan, dan memberi contoh dengan penuh kesabaran dan semangat, di bawah arahan langsung dari para Ustaz dan Ustazah yang turut mendampingi proses kegiatan ini.

Dengan semangat ukhuwah Islamiyah, suasana kelas dan ruang pertemuan diwarnai semangat belajar yang antusias dari para santri baru yang masih dalam masa adaptasi. Banyak dari mereka yang belum hafal lirik maupun nada lagu, namun tetap menunjukkan kesungguhan dalam mengikuti arahan. Sementara itu, para santri kelas 6 KMI menjalankan tugasnya dengan telaten, menjadi jembatan awal dalam proses pembiasaan budaya pesantren yang sarat akan nilai pondok.

Kegiatan ini bukan semata-mata sesi hafalan lagu, melainkan merupakan bagian dari proses pembentukan jatidiri santri. Hymne dan Mars tersebut bukan hanya akan dinyanyikan dalam kegiatan resmi, melainkan juga menjadi simbol kedisiplinan, kecintaan, dan pengabdian santri kepada pesantren. Setiap bait yang diucapkan, setiap nada yang dinyanyikan, mengandung makna dan harapan agar para santri baru tumbuh menjadi pribadi tangguh, berilmu, dan berakhlak.

Seiring berjalannya waktu, para santri baru diharapkan mampu menghayati makna dari setiap lirik hymne dan mars tersebut, menjadikannya motivasi untuk terus berjuang, belajar, dan beribadah di lingkungan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah yang penuh berkah ini.

Pelantikan Direktur Baru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut: Komitmen Baru, Semangat Bersama

Pelantikan Direktur Baru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut: Komitmen Baru, Semangat Bersama

RAUDHAH – Pelantikan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut, Tapanuli Tengah berlangsung khidmat pada Kamis, 3 Juli 2025/7 Muharram 1447. Dalam acara tersebut, Pimpinan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Bapak Ir. H. Achmad Prana Rulianto Tarigan, secara resmi melantik Ustaz Hardiansyah Syahputra, S.Pd. sebagai Direktur baru menggantikan Ustaz Marnang Saing, S.Pd.I.

Turut hadir dalam pelantikan ini Ketua Umum Badan Wakaf, Bapak Drs. H. Mohd. Ilyas Tarigan, Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan, Sekretaris Umum, serta para ustaz dan ustazah.

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Direktur sebelumnya, Ustaz Marnang Saing, yang mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan panjang dalam membina Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut serta memberikan semangat dan doa kepada pemimpin baru untuk meneruskan amanah dengan penuh dedikasi.

Dalam arahannya, Ketua Umum Badan Wakaf, Bapak Drs. H. Mohd. Ilyas Tarigan, menekankan pentingnya integritas dan keteladanan bagi para pendidik. “Tiga hal yang harus selalu diwaspadai oleh pemimpin adalah harta, tahta, dan wanita. Karena itu, penting untuk saling mengingatkan dan menjaga diri,” ujarnya. Beliau juga mendorong pentingnya membangun tim kerja yang solid, menjalin komunikasi dan koordinasi yang efektif, serta mengadakan kajian-kajian rutin sebagai upaya membesarkan dan memperkuat eksistensi pesantren di tengah masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren, Bapak Ir. H. Achmad Prana Rulianto Tarigan, dalam nasehatnya menyampaikan bahwa perubahan dalam kepemimpinan adalah sesuatu yang wajar, dan setiap pemimpin memiliki gaya tersendiri. Oleh karena itu, beliau mengimbau kepada seluruh guru dan staf untuk bersikap adaptif dan mendukung gaya kepemimpinan Direktur selanjutnya. “Ar-Raudlatul Hasanah Lumut bukanlah entitas yang ditinggalkan oleh Ar-Raudlatul Hasanah Medan. Justru bimbingan akan terus diberikan, karena kita akan berjalan bersama menuju cita-cita besar pendidikan Islam,” tegasnya.

Pelantikan ini menjadi momen penting dalam perjalanan Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut untuk semakin berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar dalam dunia pendidikan pesantren.

Chat Via WhatsApp