Ujian Masuk Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah T. P. 2025-2026 Diikuti 816 Calon Santri/wati

Ujian Masuk Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah T. P. 2025-2026 Diikuti 816 Calon Santri/wati

RAUDHAH – Setelah pendaftaran resmi ditutup pada Jumat malam, 27 Juni 2025/1 Muharram 1446 H, proses penerimaan calon santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berlanjut ke tahap penting berikutnya, yakni pelaksanaan ujian masuk Tahun Pelajaran 2025–2026. Ujian ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 28–29 Juni 2025 bertepatan dengan 2–3 Muharram 1447 H.

Kegiatan ujian dibuka secara resmi melalui upacara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat. Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Pesantren, Ustaz KH. Solihin Adin, Wakil Direktur Ustaz Carles Ginting dan Ustaz H. Miftakhuddin, para kepala bidang, serta para ustaz dan ustazah.

Sebanyak 816 peserta turut ambil bagian dalam seleksi ini. Dalam sambutannya, Ustaz KH. Solihin Adin menyampaikan motivasi kepada seluruh peserta untuk tetap yakin, berusaha maksimal, dan memohon pertolongan Allah melalui doa agar cita-cita menjadi santri/wati Ar-Raudlatul Hasanah dapat terwujud. Beliau juga menambahkan bahwa selepas ujian ini para calon santri akan dikenalkan lebih dekat dengan kehidupan pesantren melalui kegiatan Khutbatul ‘Arsy.

Adapun materi yang diujikan meliputi pelajaran Imla’, Matematika, dan Bahasa Indonesia. Selain ujian tulis, peserta juga menjalani tes praktik ibadah serta wawancara/interview sebagai bagian dari proses seleksi menyeluruh.

InsyaAllah, hasil kelulusan akan diumumkan pada hari Selasa, 1 Juli 2025. Semoga seluruh peserta diberikan hasil terbaik dan menjadi bagian dari keluarga besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Raudhah Gelar Ikhtibar Tahdid Mustawa bagi Calon Mahasiswa Al-Azhar Kairo

Raudhah Gelar Ikhtibar Tahdid Mustawa bagi Calon Mahasiswa Al-Azhar Kairo

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan tinggi Islam bertaraf internasional.

Kali ini, bekerjasama dengan Pesantren Mawaridussalam, Pesantren Darul Arafah Raya, dan Pesantren Ubay bin Ka’ab, diselenggarakan kegiatan Ikhtibar Tahdid Mustawa (ITW) – ujian penentuan level kemampuan bahasa Arab bagi para calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Sebanyak 47 peserta dari berbagai lembaga pendidikan Islam se-Sumatra Utara mengikuti ujian ini. ITW merupakan syarat wajib bagi seluruh camaba yang ingin melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar.

Ujian ini mencakup berbagai aspek utama dalam keilmuan bahasa Arab, yaitu: Ilmu Nahwu (Tata Bahasa Arab), Ilmu Shorf (Morfologi Arab), Ilmu Adab & Balaghah (Sastra dan Retorika), Maharah Qiraah & Kitabah (Keterampilan Membaca dan Menulis), dan Maharah Istima’ (Keterampilan Mendengar). Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian soal tulis, para peserta juga mengikuti ujian wawancara (interview) guna melengkapi proses penilaian.

Tujuan utama dari pelaksanaan Tahdid Mustawa ini adalah untuk menentukan tingkat atau level kemampuan bahasa Arab setiap calon mahasiswa. Hasil dari ujian ini akan menjadi dasar dalam penempatan kelas bimbingan intensif, agar materi yang diberikan sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta.

Calon Santri/wati Memulai Masa Mukim: Semangat dan Harapan Menyambut Ujian Masuk

Calon Santri/wati Memulai Masa Mukim: Semangat dan Harapan Menyambut Ujian Masuk

RAUDHAH – Sabtu, 21 Juni 2025/ 25 Dzulhijjah 1446, menandai dimulainya masa mukim bagi calon santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan. Kegiatan ini merupakan tahap awal dalam proses penerimaan santri baru, yang bertujuan untuk membekali dan mempersiapkan mereka secara mental, spiritual, dan akademik menjelang ujian masuk, baik secara lisan maupun tulisan, yang akan dilaksanakan pada Sabtu-Ahad, 28-29 Juni 2025.

Selama masa mukim, para calon santri/wati menjalani serangkaian aktivitas terstruktur yang telah disiapkan oleh pihak pesantren. Kegiatan tersebut meliputi shalat berjama’ah, tadarus Al-Qur’an, belajar materi ujian seperti Imla’, Matematika, dan Bahasa Indonesia, serta kegiatan penunjang lainnya seperti makan bersama dan olahraga. Semua kegiatan ini dirancang untuk membentuk kedisiplinan, kebersamaan, dan kesiapan menyeluruh sebelum menghadapi ujian seleksi.

Antusiasme tinggi terlihat dari seluruh calon santri, salah satunya adalah Hajir Al-Khairil, peserta asal Mandailing Natal, Sumatera Utara. Ia mengungkapkan rasa senang dan kesiapan dirinya untuk mengikuti ujian masuk, seraya berharap dapat diterima dan menjadi bagian dari keluarga besar Ar-Raudlatul Hasanah.

Dalam kesempatan ini, Wakil Direktur Pesantren, Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., turut memberikan motivasi. Ia menegaskan pentingnya menguatkan niat dalam menuntut ilmu di pesantren. “Niat mondok ataupun belajar di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah harus dikuatkan sehingga tatkala lulus menjadi santri dan kelak menjadi alumni dapat memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, maupun bangsa,” ujarnya.

Masa mukim ini tidak hanya menjadi ajang persiapan akademik semata, tetapi juga awal pembentukan karakter bagi calon santri/wati yang akan melanjutkan pendidikan di lingkungan pesantren. Dengan semangat dan tekad yang kuat, mereka siap melangkah menuju gerbang masa depan sebagai generasi penerus yang berintegritas dan berakhlak mulia.

 

Teguhkan Niat, Mantapkan Langkah: Santri Kelas 5 KMI Dinyatakan Lulus

Teguhkan Niat, Mantapkan Langkah: Santri Kelas 5 KMI Dinyatakan Lulus

RAUDHAH – Pada Jumat, 20 Juni 2025/24 Dzulhijjah 1446 H, 485 santri dan santriwati kelas 5 KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti prosesi yudisium kenaikan kelas ke tingkat akhir, kelas 6 KMI.

Dari total peserta, sebanyak 240 merupakan santri putra dan 245 santriwati. Mereka hadir secara bergiliran dan berkelompok, dipanggil berdasarkan hasil evaluasi akademik semester genap dan sidang kelulusan. Momen ini menjadi tonggak penting bagi para santri yang akan menginjak tahun terakhir masa belajarnya di Pesantren.

Yudisium ini dihadiri langsung oleh Direktur dan Wakil Direktur, para Kepala Bidang, serta para wali kelas 5 KMI. Dalam sambutannya, Direktur menyampaikan pesan penting tentang makna tanggung jawab sebagai santri kelas akhir, serta pentingnya menjaga semangat belajar dan kedisiplinan. Wakil Direktur turut memberikan nasehat untuk menjadikan tahun ke-6 sebagai momentum memperkuat akhlak, kepemimpinan, dan keteladanan.

Di penghujung acara, seluruh santri/wati yang dinyatakan lulus menandatangani surat permohonan resmi untuk dapat duduk di kelas 6, disertai pernyataan kesiapan menaati seluruh aturan dan menjadi contoh yang baik bagi adik-adik kelas.

Yudisium ini bukan sekadar pengumuman kenaikan kelas, namun juga menjadi momen refleksi dan peneguhan niat, bahwa santri kelas 6 adalah wajah utama Pesantren—siap mendidik diri, mengabdi, dan menjadi tauladan dalam ilmu, amal, dan akhlak.

Liburan Semester Genap, Momentum Mengabdi Ke Kampung Halaman

Liburan Semester Genap, Momentum Mengabdi Ke Kampung Halaman

RAUDHAH – Setelah berakhirnya ujian semester genap Tahun Pelajaran 2024–2025, seluruh santri dan santriwati Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah resmi memasuki masa liburan semester. Liburan ini dimulai pada Ahad, 15 Juni 2024 bertepatan dengan 19 Dzulhijjah 1446 H.

Namun, semarak kepulangan sudah terasa sejak Sabtu Malam (14/6). Sebagian santri/wati kembali ke kampung halaman lebih awal melalui rombongan konsulat, seperti yang telah diatur dalam konsep perpulangan serupa pada libur Ramadhan lalu. Gelombang pertama ini melibatkan beberapa konsulat daerah seperti Asahan, Labuhan Batu, Aceh Tenggara, Tapanuli Selatan, dan Aceh Singkil.

Keesokan paginya, Ahad (15/6), halaman Pesantren dipadati kendaraan para wali santri yang datang langsung menjemput buah hati mereka. Meskipun terjadi kepadatan, suasana bahagia mendominasi proses perpulangan yang berlangsung tertib dan lancar.

Pihak pesantren telah menetapkan jadwal kembalinya para santri/wati. Santri/wati kelas 5 KMI akan kembali pada 19 Juni 2025. Sementara santri/wati yang naik ke kelas 5 dijadwalkan kembali pada 29 Juni 2025. Adapun santri/wati naik kelas 2, 3, 3 Int, dan 4 akan kembali ke pesantren pada 3 Juli 2025.

Lebih dari sekadar masa rehat, liburan ini menjadi momen untuk membawa semangat pesantren ke tengah-tengah keluarga dan masyarakat. Dalam etiket liburan yang telah disampaikan sebelumnya, para santri/wati diingatkan agar tetap menjaga ibadah, berperilaku baik kepada keluarga dan masyarakat, serta melibatkan diri dalam aktivitas yang bermanfaat.

Sebagaimana pesan para asatidz, liburan bukanlah waktu untuk lalai, tetapi peluang untuk mengamalkan ilmu, memperkuat karakter, serta menunjukkan jati diri sebagai santri Raudhah — yang senantiasa menebar kebaikan di mana pun berada.

Chat Via WhatsApp