RAUDHAH – Dalam upaya membangun komunikasi yang harmonis serta mempererat hubungan antara pesantren dan wali santri, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar kegiatan silaturrahim bersama wali santri/wati baru Tahun Pelajaran 2025–2026. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad, 20 Juli 2025/24 Muharram 1447 H di Gedung Pertemuan Fathimah Lt. 3.
Acara yang menjadi agenda tahunan ini dihadiri oleh pengurus Badan Wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Pimpinan Pesantren, Direktur, Wakil Direktur, para Kepala Bidang, serta seluruh wali kelas 1 dan 1 Intensif. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pertemuan tersebut, mencerminkan nilai-nilai ukhuwah dan kebersamaan yang menjadi ruh pendidikan di pesantren.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan lebih dekat visi, misi, serta sistem pendidikan dan pembinaan yang diterapkan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Selain itu, silaturrahim ini menjadi ajang penting untuk mempererat hubungan antara wali santri/wati dengan wali kelas yang secara langsung membina perkembangan anak-anak mereka, baik dari aspek akademik maupun disiplin keseharian.
Dalam sambutannya, Ustaz H. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., M.M. menyampaikan materi orientasi kepesantrenan yang mengupas perjalanan serta perkembangan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah hingga saat ini. Beliau juga memaparkan arah pendidikan, program-program unggulan, serta sistem pembinaan disiplin yang menjadi ciri khas pesantren.
Selanjutnya, Direktur Pesantren, Ustaz KH. Solihin Adin, S.Ag., M.M., memperkenalkan seluruh wali kelas 1 dan 1 Intensif kepada para wali santri/wati baru. Beliau menegaskan pentingnya sinergi antara rumah dan pesantren dalam membentuk karakter santri yang shalih, berilmu, dan berakhlak mulia.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pertemuan langsung antara wali santri/wati dengan wali kelas masing-masing. Pertemuan ini menjadi ruang dialog dan komunikasi dua arah yang konstruktif dalam mendukung tumbuh kembang santri selama menempuh pendidikan di pesantren.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tercipta hubungan yang kuat antara pesantren dan wali santri/wati, sehingga proses pendidikan yang ditempuh oleh santri/wati dapat berjalan lebih optimal dalam suasana saling percaya dan saling mendukung.