Raudlah (31/7/2020). Di tengah pandemi Covid 19 yang tak kunjung usai, langkah Pesantren untuk menyemarakkan Hari Raya Idul Adha 1441 H tidak lantas ikut menyurut. Semangat santri dan santriwati dalam memeriahkan Idul Adha tahun ini diawali dengan berpuasa sunnah ‘arafah 9 Dzulhijjah 1441 H (30/7). Seluruh santri/wati diwajibkan berpuasa sebagai bentuk latihan pembiasaan terhadap puasa sunnah.

Malam harinya, seluruh santri putra dengan dikoordinir oleh Panitia Pelaksana Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy melaksanakan takbiran bersama. Bertempat di lapangan depan gedung Al-jihad, kegiatan takbiran ini dilakukan dalam bentuk perlombaan antar rayon. Seluruh peserta dari tiap-tiap rayon menampilkan kekompakan, seni dan kreasinya dalam melantunkan takbir. Sedangkan santri putri bertakbir dari rayon masing-masing sambil mendekorasi rayonnya. Rayon dengan hiasan paling cantik dan indah menjadi pemenang.

Esok paginya 10 Dzulhijjah 1441 H (31/7), sebelum mengikuti shalat ‘ied berjamaah di masjid, yang biasanya santri/wati akan bertakbir keliling di sekitar komplek pesantren, kini para santri/wati hanya bisa bertakbir keliling di dalam pesantren tanpa keluar kampus. Hal tersebut dikarenakan Pesantren masih menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak dari orang luar.

Lalu tepat pukul 07.15 Wib shalat Idul Adha dimulai dengan diimami langsung Bapak Direktur KH. Solihin Adin, S.Ag., MM., dan yang bertindak selaku khatib adalah Ustadz H. Yusuf Habibi, Lc. Dalam khutbahnya Ustadz Habibi menyampaikan teladan dari bapaknya para Nabi, yakni Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dalam mendidik keluarganya. Di akhir khutbahnya beliau menyatakan, “Seorang Ayah yang shalih dan Ibu yang shalih akan melahirkan generasi-generasi yang shalih”.

Usai shalat ‘ied berjama’ah para santri berkesempatan menyaksikan penyembelihan hewan kurban yang berlokasi di rest area putri. Tahun ini panitia Idul Adha 1441 H Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menerima dan menyalurkan hewan kurban sebanyak 18 ekor sapi dan 11 ekor kambing. Seluruh hewan kurban ini merupakan patungan dari guru-guru, santri/wati, wali santri dan warga sekitar Pesantren. Hewan kurban yang telah disembelih didistribusikan kepada ahli kurban, warga sekitar Pesantren, guru-guru, dan sebagian lainnya dikonsumsi oleh santri dan santriwati.

Chat Via WhatsApp