RAUDHAH – Sebanyak 330 santri dan santriwati Akhir Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti kegiatan Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah di Kota Medan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026 ini diikuti oleh 170 putra dan 160 putri sebagai bagian dari kurikulum pendidikan KMI.

Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah merupakan program pendidikan dalam sistem Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah yang dirancang untuk memperluas wawasan santri, sekaligus melatih mereka mengintegrasikan nilai ilmu, adab, dan pengalaman hidup sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Kepala Seksi KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Syahrial Zulkapadri, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa rihlah ini memiliki peran strategis dalam proses pembinaan santri Akhir KMI.

“Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah merupakan bagian dari kurikulum Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah. Tujuannya adalah menambah wawasan santri serta membawa mereka terjun langsung ke lapangan untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan di Medan diawali dengan kunjungan edukatif ke Universitas Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan. Kunjungan ini bertujuan membuka wawasan santri tentang dunia pendidikan tinggi serta memotivasi mereka untuk terus mengembangkan potensi akademik dan keilmuan.

Pada hari yang sama, santri juga mengikuti kunjungan ke Rumah Produksi Roti Ris One dan UMKM Kripik Iwan sebagai bagian dari rihlah iqtishadiyyah. Melalui kegiatan ini, santri diperkenalkan pada konsep kemandirian ekonomi, etos kerja, serta pentingnya kreativitas dan produktivitas dalam dunia usaha.

Selain menambah wawasan, rihlah di Medan juga menekankan pembinaan tarbiyah. Santri dilatih untuk menjaga disiplin, kemandirian, serta adab dalam setiap aktivitas, baik selama perjalanan maupun saat mengikuti agenda kunjungan.

Rangkaian Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah santri dan santriwati Akhir Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berlanjut ke Kabupaten Samosir pada Rabu hingga Jum’at, 4–6 Februari 2026.

Perjalanan menuju Samosir ditempuh melalui Pelabuhan Ajibata menuju Ambarita. Setibanya di Samosir, santri/wati mengikuti kunjungan edukatif ke Huta Siallagan dan Tomok. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan sejarah dan budaya lokal, tetapi juga mengajak santri mengambil ibrah dari nilai-nilai kearifan lokal, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Pada malam hari, agenda diisi dengan ramah tamah bersama alumni. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembinaan tarbiyah, di mana santri Akhir KMI mendapatkan motivasi, nasihat, serta gambaran nyata tentang kehidupan dan pengabdian setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Salah satu pembimbing rihlah, Ustadz Doko Prasetyo, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pelaksanaan Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan rihlah berjalan dengan baik. Para santri juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap agenda, baik kegiatan tarbiyah, edukasi, maupun pembelajaran lapangan,” tuturnya.

Agenda rihlah dilanjutkan pada Kamis (5/2) dengan kunjungan ke sejumlah destinasi edukatif dan alam, di antaranya Ulos Huta Raja, Menara Pandang Tele, Air Terjun Efrata, Bukit Holbung, serta Waterfront City Pangururan. Dalam setiap kegiatan, santri tetap dibiasakan menjaga disiplin, kebersihan, kekompakan, serta pelaksanaan ibadah berjamaah sebagai bagian dari pembinaan ruhiyah.

Pada hari terakhir, Jum’at (6/2), rombongan mengunjungi kawasan Tomok sebelum kembali menyeberang menuju Parapat dan melanjutkan perjalanan pulang ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada malam hari.

Melalui Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah ini, santri dan santriwati Akhir KMI diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu, pengalaman lapangan, serta nilai-nilai kehidupan sebagai bekal penting dalam melanjutkan pengabdian di tengah umat dan masyarakat.

Chat Via WhatsApp