RAUDHAH – Sebanyak 146 santri dan santriwati Akhir Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti kegiatan Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah ke Malaysia. Kegiatan yang merupakan bagian dari kurikulum KMI ini berlangsung selama empat hari, Selasa hingga Jum’at, 3–6 Februari 2026, dengan peserta terdiri dari 66 santri dan 80 santriwati.

Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada santri di luar lingkungan pesantren, sekaligus memperluas wawasan pendidikan, keislaman, sosial, dan ekonomi. Melalui kegiatan ini, santri diarahkan untuk memahami praktik pendidikan Islam di tingkat internasional serta dinamika kehidupan masyarakat modern.

Kepala Seksi KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Syahrial Zulkapadri, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa rihlah ini merupakan bagian penting dari pembinaan santri Akhir KMI sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kemandirian, kedewasaan, serta kesiapan santri dalam melanjutkan studi maupun pengabdian di tengah masyarakat.

Selama di Malaysia, santri dan santriwati melaksanakan kunjungan akademik ke sejumlah lembaga pendidikan Islam, di antaranya Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) dan International Islamic University Malaysia (IIUM). Kunjungan ini memberikan gambaran langsung mengenai sistem pendidikan Islam modern, manajemen perguruan tinggi, serta peluang melanjutkan studi ke luar negeri. Selain itu, rombongan juga mengunjungi Yayasan Al-Hijrah (Perkampungan Al-Hijrah) untuk mempelajari integrasi pendidikan Al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan.

Rangkaian rihlah turut diisi dengan kunjungan ke berbagai situs keislaman dan bersejarah, seperti Masjid Negara Kuala Lumpur dan Masjid Putrajaya. Di tempat-tempat tersebut, santri/wati memperoleh pemahaman mengenai sejarah pembangunan masjid, fungsi sosial-keagamaan, serta perannya sebagai pusat peradaban Islam. Kunjungan ke Nashrul Qur’an atau Percetakan Al-Qur’an Malaysia juga memberikan wawasan tentang proses pencetakan Al-Qur’an, mulai dari penulisan hingga distribusinya, sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap Al-Qur’an.

Selain itu, santri dan santriwati mengunjungi kawasan bersejarah Melaka, termasuk Gedung Merah (Red Square), guna mengenal sejarah penyebaran Islam dan dinamika sosial masyarakat. Destinasi wisata edukatif seperti Menara Kembar Petronas dan Genting Highlands turut menjadi bagian dari kegiatan, memberikan pengalaman tentang kemajuan teknologi, pengelolaan pariwisata, serta keteraturan sistem kota modern.

Aspek iqtishadiyyah diperkenalkan melalui kunjungan ke pusat-pusat UMKM dan produk lokal, sehingga santri memperoleh pemahaman tentang kemandirian ekonomi, etos kerja, serta pentingnya kreativitas dan inovasi. Pengalaman edukatif lainnya diperoleh melalui pembelajaran penggunaan transportasi umum, seperti Light Rail Transit (LRT), yang melatih kedisiplinan, kemandirian, serta kepatuhan terhadap aturan publik.

Selama seluruh rangkaian kegiatan, santri dan santriwati tetap dibina dalam aspek tarbiyah, meliputi kedisiplinan waktu, tanggung jawab, adab, kebersihan, kekompakan, serta pelaksanaan ibadah berjamaah. Rihlah Tarbawiyyah dan Iqtishadiyyah ini diharapkan mampu memperluas cara pandang santri, memperkaya pengalaman pendidikan, serta membentuk kesiapan santri Akhir KMI untuk berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Chat Via WhatsApp