RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mendapat kunjungan istimewa dari Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., pada Jumat, 17 Oktober 2025. Kehadiran beliau disambut hangat oleh segenap Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, mulai dari Ketua Umum Badan Wakaf, Pimpinan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah, para Kepala Bidang, hingga Ustadz/ah lainnya.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarpesantren, tetapi juga momentum berharga untuk memperkuat wawasan pengelolaan lembaga melalui kegiatan Capacity Building Manajemen Pesantren, yang berlangsung di Gedung Zainab.

Dalam paparannya, K.H. Sofwan Manaf menekankan pentingnya memahami posisi pesantren pasca disahkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, yang memberikan pengakuan dan rekognisi negara terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan. Ia menjelaskan bahwa undang-undang tersebut menghadirkan peluang besar untuk peningkatan mutu, pemberdayaan masyarakat, dan dukungan pemerintah, sekaligus tantangan dalam menjaga independensi dan kekhasan pesantren.

Beliau juga menguraikan konsep “Circle of Concern, Circle of Influence, and Circle of Control”, sebagai pendekatan manajerial dalam mengembangkan sikap proaktif dan fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan. “Pemimpin pesantren harus memulai perubahan dari dalam — dari hal yang bisa dikontrol dan berpengaruh langsung terhadap lingkungan pesantren,” tegasnya.

Selain itu, K.H. Sofwan Manaf memperkenalkan gagasan Learning Organization, yaitu pesantren sebagai organisasi pembelajar yang terus beradaptasi, berinovasi, dan mampu mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan manajemen modern. Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara hard skill, soft skill, dan knowledge bagi seluruh elemen pesantren.

Dalam konteks kepemimpinan, beliau menjabarkan fungsi pemimpin sebagai manager, administrator, leader, supervisor, inovator, motivator, dan evaluator, yang harus dijalankan dengan keluwesan, kejujuran, dan semangat kolektif demi kemaslahatan pesantren.

Tak kalah penting, beliau menutup materinya dengan penegasan tentang kaderisasi pesantren sebagai proses berkelanjutan yang melibatkan keteladanan, pengarahan, pembekalan, serta pembinaan lahir dan batin, agar lahir generasi yang terlatih dan teruji dalam mengemban amanah dakwah dan pendidikan.

Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran berharga bagi civitas Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam memperkuat tata kelola dan kapasitas lembaga menuju pesantren yang adaptif dan unggul.

Chat Via WhatsApp