Silaturahmi dan Evaluasi Hasil Ujian Semester Ganjil T. P. 2024-2025

Silaturahmi dan Evaluasi Hasil Ujian Semester Ganjil T. P. 2024-2025

RAUDHAH – Dalam rangka evaluasi terhadap nilai akademik santri/wati pada semester ganjil T.P. 2024-2025, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah melaksanakan pertemuan dengan wali santri/wati yang nilai rata-rata akademiknya di bawah standar kelulusan atau kenaikan kelas. Kegiatan ini diadakan di Gedung Serba Guna Pesantren, Ahad, 19 Januari 2024/ 19 Rajab 1446.

Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Ustadz KH. Solihin Adin dalam sambutannya menyampaikan bahwa santri/wati harus senantiasa diingatkan tentang tujuan utama mereka berada di Raudhah, yaitu mencari ilmu dan Pendidikan.

“Permasalahan santri/wati yang mendapatkan nilai di bawah standar kelulusan adalah mereka lupa dengan tujuan utamanya selama berada di Pesantren. Kita harus selalu mengingatkan bahwa tujuan mereka di sini adalah menuntut ilmu, seperti filosofi yang ada ” Ke Raudhah Apa Yang Engkau Cari? jawabannya “Ilmu dan Pendidikan.” Ujar Ustadz KH. Solihin Adin.

Setelah sambutan dari Direktur dilanjutkanlah penyampaian materi perihal evaluasi hasil ujian semester ganjil T.P. 2024-2025 oleh Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting.

Beberpa materi yang tersampaikan dalam pertemuan tersebut diantaranya tentang kurikulum di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, jadwal belajar santri dikelas, sistem penilaian/rapor dan penghargaan bagi santri berprestasi.

Setelah pertemuan telah rampung dilaksanakan wali santri/wati berkonsultasi dengan wali kelas terkait evaluasi nilai akademik santri/wati ujian semester ganjil T.P. 2024-2025 di ruangan yang telah disediakan.

Delegasi Ar-Raudlatul Hasanah Hadiri Silaturahim Nasional FKPM dan Pembukaan Islamic Center Gontor

Delegasi Ar-Raudlatul Hasanah Hadiri Silaturahim Nasional FKPM dan Pembukaan Islamic Center Gontor

RAUDHAH- Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Ustadz H. Miftakhuddin dan Sekretaris Umum Ustadz Mar’an Sabuqi Siregar menghadiri acara Silaturahim Nasional Forum Komunikasi Pesantren Mu’adalah (FKPM) di Pondok Modern Al-Imtinan Putri, Riau pada Senin, 20 Januari 2025/ 20 Rajab 1446.

Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa tokoh diantaranya KH. Amal Fathullah Zarkasyi (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor), KH. Zulkifli Muhadli (Ketua FPAG dan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang, NTB), KH. Tata Taufiq (Presiden P2I dan Pimpinan Pesantren Modern Al-Ikhlas, Kuningan-Jawa Barat), KH. Anang Rikza Masyhadi (Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Batang-Jawa Tengah), KH. Lukman Haris Dimyati (Pengasuh Pondok Pesantren Tremas, Pacitan-Jawa Timur), KH. Abdur Rouf Maimun Zubair (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang-Jawa Tengah), dan Pimpinan-pimpinan Pesantren se-Provinsi Riau.

Tata tertib acara yang berjalan seperti pada umumnya yang diisi sambutan-sambutan beberapa para tokoh yang hadir. Kemudian, salah satu tujuan terselenggaranya silaturahim nasional FKPM ini adalah untuk menyatukan Lembaga Pendidikan antara Pesantren-pesantren Ashriyah (modern) dan Salafiyah.

Pada saat yang bersamaan, sujud Syukur bersama juga dilaksanakan untuk memperingati milad Pondok Modern Al-Imtinan Putri ke-10 tahunnya. Lalu pelantikan pengurus IKPM Kabupaten Indragiri Hilir dan tajamuk FPAG (Forum Pesantren Alumni Gontor) menjadi salah satu rangkaian agenda di hari tersebut.

Pada Selasa, 21 Januari 2025/ 21 Rajab 1446, Delegasi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah melanjutkan perjalanannya menuju Islamic Center Gontor, Bagan Senembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Mereka menghadiri acara pembukaan Islamic Center Gontor tersebut.

Kegiatan diawali dengan penyerahan sertifikat tanah wakaf dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) kepada wakif, disertai penandatanganan piagam wakaf.

Puncak acara adalah amanat dari Pimpinan PMDG, Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi yang menekankan pentingnya Islamic Center Gontor ini sebagai sarana dakwah dan pendidikan. Beliau juga mengungkapkan harapannya agar Islamic Center Gontor ini dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan yang membawa manfaat besar bagi masyarakat.

Acara semakin meriah dengan sekapur sirih dari Al Ustadz Prof. Dr. Abdul Somad Batubara yang memberikan pesan penuh hikmah dengan gaya khasnya.

Cross Country; Melatih Mentalitas Santri

Cross Country; Melatih Mentalitas Santri

RAUDHAH – Setelah pembukaan resmi kegiatan pramuka di semester genap T.P. 2024/2025 terlaksana pada Kamis, 9 Januari 2025/ 9 Rajab 1446, Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan 06-195 melaksanakan aktivitas tahunan yakni cross coutry.

Apa itu cross country? Cross country merupakan kegiatan kepramukaan yang pelaksanaannya dilakukan di luar pesantren dengan peserta seluruh adika pramuka Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Tadabur alam dan belajar bagaimana cara bersosialisasi dengan masyarakat menjadi inti dari kegiatan ini, sehingga memberikan kesadaran tersendiri bagi para peserta akan manfaatnya untuk masyarakat luas.

Cross country santri tahun ini dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Januari 2025/ 16 Rajab 1446. Para adika pramuka berkeliling di wilayah perkampungan sekitaran Pesantren. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok, yang mana terdapat  80 regu diisi oleh 10 atau 11 santri setiap regunya.

Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar. Kemudian, adanya kegiatan ini diharapkan dapat membentuk mental yang kuat dalam kepribadian setiap santri.

Kunjungan Pesantren Darul Ma’rifat Medan

Kunjungan Pesantren Darul Ma’rifat Medan

RAUDHAH – Kamis, 16 Januari 2025/ 16 Rajab 1446, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan kembali kedatangan tamu rombongan guna bersilaturahmi dan mempelajari sistem organisasi pelajar di Raudhah. Rombongan yang berjumlah sebanyak 16 orang ini berasal dari Pesantren Darul Ma’rifat Medan, yang terdiri dari 13 Santri/wati dan 3 Guru.

Kedatangan rombongan disambut dengan hangat oleh Wakil Direktur – Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom. dan beberapa Asatidzah. Ramah tamah antara keluarga besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan rombongan Pesantren Darul Ma’rifat dilaksanakan di Kantor Kesekretariatan.

Terlebih dahulu, Ustadz Carles Ginting menyampaikan ucapan selamat datang kepada tamu yang hadir. Lalu ia menjelaskan secara singkat mengenai Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah terkhusus perihal Organiasasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH).

Learning by doing, inilah kunci utama yang harus dijalankan oleh setiap santri/wati terkhusus bagi anak-anak yang diamanahkan menjadi pengurus organisasi pelajar.” Ucap Wakil Direktur.

“Amati, tiru dan modifikasi, ketiga inilah menjadi rumus yang harus anak-anak kami lakukan selama berada di Raudhah.” Tambahnya.

Ketua rombongan Ustadz Husni juga menuturkan tujuan dari kunjungan ini, yaitu untuk meningkatkan wawasan pengetahuan santri/wati dan ingin melihat secara langsung/ observasi terkait pola, sistem kepesantrenan, serta organisasi yang berjalan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Selepasnya pertemuan ramah tamah, para rombongan juga dibawa berkeliling bersama pengurus OPRH secara langsung. Di mana, mereka saling berdiskusi terkait menjadi pengurus organisasi pelajar di Pesantren dengan baik.

Ujian Praktik Mengajar (Amaliyah Tadris) Santri/wati Akhir KMI

Ujian Praktik Mengajar (Amaliyah Tadris) Santri/wati Akhir KMI

RAUDHAH- Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah semenjak berdirinya hingga saat ini menggunakan sistem Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah (KMI) pondok Modern Darussalam Gontor sebagai kurikulumnya. Salah satu kurikulumnya adalah memastikan setiap santri-santriwati memiliki jiwa pendidik dan kemampuan untuk melakukannya yang tidak terbatas hanya dalam kelas saja, akan tetapi pendidik dalam artian yang lebih luas.

Setiap santri/wati yang telah duduk di kelas lima hingga kelas enam dibekali dengan ilmu mendidik dan menjadi seorang pendidik. Di penghujung masa studi kelas akhir KMI, setiap santri/wati wajib mengikuti ujian praktik mengajar (amaliyah tadris) sebagai salah satu persyaratan kelulusan dari Pesantren.

Santri/wati kelas enam dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 12 orang. Setiap harinya satu orang santri/wati melakukan praktek mengajar di kelas dan materi yang telah ditentukan oleh kantor KMI tiga hari sebelum pelaksanaan praktik. Selain menentukan hari dan materi yang akan diajarkan, kantor KMI juga menentukan guru pembimbing. Selama tiga hari, santri yang akan melaksanakan ujian praktik mengajar mendapatkan bimbingan mulai dari pembuatan perencanaan pembelajaran (RPP) hingga bagaimana menjalankan seluruh proses mengajar mulai dari awal hingga akhir.

Pelaksanaan ujian praktik mengajar akan berlangsung mulai 13 Janurari- 2 Februari 2025, selama mengajar, santri/wati yang bertugas akan dinilai oleh 11-12 orang teman-temannya dan guru pembimbing. Seluruh kesalahan dan kekurangan dari unsur metode, materi, sikap, dan kaidah bahasa Arab atau Inggris yang dilakukan oleh pelaksana ujian praktik akan dicatat untuk selanjutnya akan dipaparkan oleh masing-masing pengoreksi di bawah arahan guru pembimbing sebagai evaluasi bagi yang bertugas di hari itu dan juga santri lainnya di kelompok tersebut.

Sebelum pelaksanaan ujian praktik mengajar di kelompok-kelompok kecil, seluruh santri/wati mengikuti praktik mengajar perdana di kelompok besar yang terdiri dari 110 santri dan 15 guru pembimbing selama dua hari yakni pada Senin-Selasa, 13-14 Januari 2025. Adapun praktik mengajar perdana dilaksanakan di beberapa tempat yang telah ditentukan yaitu Putra: Gedung Serbaguna, Gedung Indonesia, dan Masjid Lt. 2, sedangkan Putri: Gedung Fatimah, Gedung Hafshah, dan Gedung Ummi Kulsum.

Chat Via WhatsApp