Ujian Lisan Semester Genap T.P. 2024-2025

Ujian Lisan Semester Genap T.P. 2024-2025

RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah telah melaksanakan ujian lisan semester genap tahun pelajaran 2024-2025. Ujian tersebut dimulai pada Sabtu, 24 Mei 2025/26 Dzulqa’dah 1446 hingga Kamis, 29 Mei 2025/1 Dzulhijjah 1446 H.

Materi yang diujikan meliputi Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Ibadah, serta Qira’ah Al-Qur’anu-l-Karim. Masing-masing materi disesuaikan dengan tingkat kelas santri/wati, agar penilaian lebih proporsional dan tepat sasaran.

Ujian lisan ini tidak hanya bertujuan untuk mengukur penguasaan materi secara akademik, tetapi juga berperan penting dalam membentuk mental dan kepercayaan diri santri/wati. Dalam suasana yang formal, para santri/wati dipanggil satu per satu untuk masuk ke ruang ujian dan berhadapan langsung dengan para penguji yang terdiri dari Ustadz dan Ustadzah.

Selama ujian, setiap peserta akan diberi beberapa pertanyaan dan diminta menjawab dalam batas waktu yang telah ditentukan. Proses ini sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter dan kesiapan mental santri dalam menghadapi tantangan, baik di dalam maupun di luar lingkungan pesantren.

 

Kunjungan YPI BM Muda Nurul Ilmi, Padang Sidempuan

Kunjungan YPI BM Muda Nurul Ilmi, Padang Sidempuan

RAUDHAH — Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz H. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., MM., dengan hangat menyambut kedatangan Pimpinan YPI BM. MUDA Nurul ‘Ilmi, Syahlan Ginting, SE., MA., MM., beserta rombongan pada kunjungan silaturahmi dan studi banding ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah serta berdiskusi dalam pengembangan pendidikan Pesantren. Rangkaian acara diawali dengan ramah tamah dan makan bersama, yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Setelah itu, rombongan diajak berkeliling komplek Bumi Wakaf Raudhah untuk melihat secara langsung lingkungan serta fasilitas yang ada di pesantren. Para tamu tampak antusias dan terpukau dengan suasana pesantren yang asri dan tertata rapi.

Di akhir kunjungan, Syahlan Ginting mewakili rombongan menyampaikan doa dan harapan agar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah senantiasa istiqamah dalam menebar kebaikan dan memberikan kontribusi positif bagi umat.

 

Kunjungan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat

Kunjungan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kehadiran tamu dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat pada Jum’at, 23 Mei 2025/ Dzulqa’dah 1446. Mereka adalah Wakil Sekretaris Umum: Dr. H. Misbahul Anam, M.A., Bendahara Umum: H. Ade Salamun, M.Si., Ketua Bidang ZISWAF: Tjaturadi Walujo, M.Si., Ketua Bidang Pendidikan: Dr. Ujang Habibie, M.Pd.

Ketua Umum Badan Wakaf, Wakil Direktur, Sekretaris Umum Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyambut hangat kunjungan dan silaturahmi dari rombongan tersebut.

Agenda awal dimulai dari shalat subuh berjama’ah di Masjid Pesantren, pemberian motivasi oleh Dr. H. Misbahul Anam, M.A., kepada seluruh santri. Kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah di Ruangan Kedirekturan.

Kedua belah pihak berbincang selayak saudara yang membahas tentang strategi dakwah di era sekarang. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pun dari dulu hingga sekarang pun memiliki peran dalam hal ini yakni dakwah di khalayak masyarakat terutama di Tanah Karo melalui sistem lembaga pendidikan Islam.

Raudhah Gelar Bedah Buku: “Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Dari Harapan dan Do’a Hingga Menjadi Milik Umat”

Raudhah Gelar Bedah Buku: “Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Dari Harapan dan Do’a Hingga Menjadi Milik Umat”

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sukses menggelar acara bedah buku berjudul “Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Dari Harapan dan Do’a Keluarga Hingga Menjadi Milik Umat” pada Rabu, 21 Mei 2025 / 23 Dzulqa’dah 1446 H, bertempat di Gedung Hafsah lantai 3.

Acara yang dikemas dalam format talkshow ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari Badan Wakaf Pesantren, Pimpinan Pesantren, Direktur dan Wakil Direktur, Kepala Bidang, Asatidzah, hingga beberapa pimpinan pesantren se-Kota Medan. Keluarga besar Badan Wakaf dan para tamu undangan turut memeriahkan kegiatan intelektual tersebut.

Forum diskusi yang penuh antusias ini dimoderatori oleh Ustadz H. Andi Wahyudi, dengan menghadirkan dua narasumber utama: Dr. H. M. Arifin Ismail, MA, M. Phil., dan Prof. Dr. H. Muhammad Hatta, MA.

Dalam pemaparannya, Prof. Muhammad Hatta mengungkapkan kekagumannya terhadap buku ini. “Membaca buku ini, layaknya saya membaca karya Buya Hamka. Bahasa yang digunakan begitu teratur dan mudah dipahami,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. H. M. Arifin Ismail menyampaikan bahwa buku ini adalah cerminan perjuangan dan dedikasi pesantren untuk umat. “Dari Raudhah, kita menyapa dunia,” ungkapnya penuh makna.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang refleksi sejarah dan perkembangan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, tetapi juga sebagai momentum untuk menguatkan nilai-nilai perjuangan dan kontribusi pesantren dalam skala yang lebih luas.

Arahan Inspiratif Direktur Bagi Guru Pengabdian Baru

Arahan Inspiratif Direktur Bagi Guru Pengabdian Baru

RAUDHAH – Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz KH. Solihin Adin, memberikan arahan dan nasihat kepada seluruh guru pengabdian baru dalam sebuah pertemuan resmi yang berlangsung di kantor kedirekturan pada Selasa, 20 Mei 2025 bertepatan dengan 22 Dzulqa’dah 1446. Acara ini dihadiri oleh seluruh guru pengabdian baru, baik yang akan mengabdi di lingkungan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah maupun yang ditugaskan ke pesantren-pesantren lainnya.

Dalam arahannya, KH. Solihin Adin menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan atau uswah bagi para santri dan santriwati. Beliau berpesan agar para guru senantiasa menjaga akhlak mulia, memperdalam ilmu pengetahuan, serta terus menebarkan manfaat di manapun berada.

Guru pengabdian tahun ini berasal dari alumni angkatan ke-34 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Kegiatan pengarahan ini menjadi momen penting untuk membekali para guru dengan nilai-nilai dasar dan tanggung jawab moral yang harus mereka emban selama masa pengabdian. Harapannya, dengan jumlah guru pengabdian yang semakin bertambah, akan lahir sosok-sosok pendidik Islami yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia serta mampu menjadi kader penerus perjuangan pesantren di masa mendatang.

Chat Via WhatsApp