RAUDHAH — Delegasi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah beramah tamah bersama keluarga besar Ikatan Keluarga Ar-Raudlatul Hasanah (IKRH) Cabang Mesir dalam kegiatan Silaturahmi dan Mudif Masal yang berlangsung di Sekretariat IKRH Mesir, Rabu, 4 November 2026. Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara pesantren dengan para alumni dan keluarga besar Ar-Raudlatul Hasanah yang berada di Mesir.

Dalam suasana penuh keakraban, delegasi pesantren yang diwakili Sekretaris Umum Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustaz Mar’an Sabuqi Siregar, S.Fil.I., M.Pem.I., berkesempatan bersua dan berbagi cerita bersama keluarga besar IKRH Mesir.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 waktu setempat tersebut diisi dengan lantunan Burdah, ramah tamah, serta berbagi kisah dan pengalaman. Kebersamaan ini sekaligus menjadi ruang untuk menjaga komunikasi dan kedekatan antara para guru dengan keluarga besar pesantren yang tengah menempuh pendidikan maupun beraktivitas di Mesir.

Ustaz Mar’an Sabuqi Siregar menyampaikan sejumlah nasihat kepada keluarga besar IKRH Mesir. Ia mengingatkan bahwa menjadi bagian dari Universitas Al-Azhar setelah menimba ilmu di pesantren merupakan sebuah keistimewaan sekaligus amanah yang mulia. Menurutnya, perjalanan menuntut ilmu di Bumi Kinanah tidak semata-mata tentang melanjutkan jenjang akademik, tetapi juga menjadi proses pendewasaan spiritual, intelektual, dan sosial.

Ia juga berpesan agar para mahasiswa mampu menyeimbangkan perkuliahan formal dengan tradisi talaqqi bersama para masyayikh Al-Azhar. Kedua jalur keilmuan tersebut perlu dijalani secara beriringan agar para penuntut ilmu tidak hanya memperoleh capaian akademik, tetapi juga kedalaman pemahaman keislaman dan keberkahan ilmu.

Pada kesempatan itu, Ustaz Mar’an turut memohon doa dan dukungan keluarga besar IKRH Mesir untuk proses muadalah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan Universitas Al-Azhar. Ia menyampaikan bahwa pesantren terus berupaya memperluas jaringan kerja sama dan pengembangan pendidikan ke luar negeri, tidak hanya terbatas di Mesir.

Selain menyampaikan salam dari Ketua Umum Badan Wakaf, Pimpinan, Direktur dan Wakil Direktur Pesantren, Ketua IKRH, serta seluruh guru, Ustaz Mar’an juga menyampaikan perkembangan terkini pesantren. Saat ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menaungi 3.299 santri dan santriwati. Sejumlah pengembangan terus dilakukan, di antaranya renovasi masjid, pengembangan lahan perkebunan kelapa sawit seluas 50 hektare di Subulussalam, pembibitan benih sawit di Laucih, pengurusan izin operasional (IJOP) Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Lumut, serta pemanfaatan lahan di Sugau.

Di bidang kemandirian ekonomi, pesantren juga mengembangkan usaha produksi tempe. Sementara itu, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah tengah mengkaji kemungkinan pengembangan institusi melalui pembukaan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU).

Menutup nasihatnya, Ustaz Mar’an mengingatkan bahwa IKRH merupakan rumah besar yang menaungi seluruh keluarga besar Ar-Raudlatul Hasanah. Karena itu, keberlangsungan dan kemajuan organisasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus, melainkan seluruh anggotanya. “IKRH adalah rumah besar, maka tugas kita bersama adalah membesarkannya,” pesannya.

Melalui pertemuan ini, hubungan antara Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan IKRH Mesir diharapkan terus terpelihara. Jarak geografis tidak menjadi penghalang untuk menjaga ikatan ukhuwah, tradisi silaturahmi, dan rasa kekeluargaan yang telah tumbuh di lingkungan Ar-Raudlatul Hasanah.

Chat Via WhatsApp