RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar Resepsi Khataman Santri/Wati Akhir Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Angkatan ke-35 selama dua hari, Sabtu–Ahad, 11–12 April 2026, bertepatan dengan 22–23 Syawal 1447 H. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna pesantren ini dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dihadiri oleh Ketua Umum Badan Wakaf, Pimpinan dan Direktur pesantren, para Ustaz dan Ustazah, Wali Santri/wati, Santri/wati kelas 5 KMI, serta tamu undangan.
Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube “Raudhah TV”, sehingga keluarga besar alumni dan masyarakat luas dapat turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Sebanyak 475 santri/wati resmi dikukuhkan sebagai alumni, terdiri dari 240 santri putra dan 235 santriwati. Angkatan ke-35 ini turut menorehkan prestasi membanggakan, dengan 38 santri/wati lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan 53 lainnya diterima melalui jalur SPAN-PTKIN di berbagai perguruan tinggi negeri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Oh Pondokku, serta Mars Ar-Raudlatul Hasanah. Acara kemudian berlanjut dengan sambutan-sambutan, pembacaan Khutbatul Wada’, prosesi serah terima pendidikan dari pihak pesantren kepada wali santri/wati, pembacaan Surat Keputusan beasiswa bagi santri berprestasi, penyerahan cendera mata, pembacaan janji alumni, hingga penutupan dengan nasihat dari Direktur Pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, lima santri/wati dengan capaian akademik tertinggi menerima penghargaan beasiswa, yaitu:
1. Muhammad Fatih Riziq Zain (nilai 9,02)
2. Muhammad Alvino Rizky Nasution (nilai 8,87)
3. Izzati Alfi Nasution (nilai 8,68)
4. Nurul Anggraini Samosir (nilai 8,63)
5. Eka Aulia (nilai 8,61)
Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz KH. Miftakhuddin, MM., dalam nasihatnya menyampaikan pesan mendalam kepada para alumni. Ia menegaskan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan.
“Para alumni bukan sekadar pemilik ijazah, melainkan pewaris nilai dan semangat perjuangan pesantren. Pesantren ini didirikan bukan hanya untuk mencetak orang pandai, tetapi untuk melahirkan pemimpin umat yang mampu memberi manfaat dan arah bagi masyarakat,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan pesan khusus kepada para santriwati agar menjadi perempuan yang utuh—memiliki kekuatan iman, keluasan ilmu, kebermanfaatan dalam karya, serta kemandirian dalam kehidupan. Santriwati diharapkan mampu menjadi pribadi yang tangguh dan tidak bergantung, serta senantiasa memberi kontribusi nyata bagi umat.
Selain itu, beliau mengingatkan seluruh alumni agar senantiasa menjaga hubungan dengan almamater, serta berperan aktif dalam membesarkan pesantren melalui karya dan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Ia juga menekankan bahwa Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berdiri dan berkembang di atas sistem wakaf, sebagai lembaga filantropi yang berorientasi pada pemberdayaan umat.
Pada kesempatan yang sama, alumni Angkatan ke-35 turut menyerahkan wakaf kepada pesantren berupa uang tunai sebesar Rp77.500.000 dan RM403. Wakaf tersebut diterima langsung oleh Ketua Umum Badan Wakaf, Pimpinan, Direktur, dan Wakil Direktur pesantren.
Pada hari yang sama, tepat pukul 14.00 WIB, para alumni Angkatan ke-35 juga melaksanakan prosesi yudisium sebagai bagian akhir dari rangkaian kegiatan kelulusan mereka.
Dengan terselenggaranya resepsi khataman ini, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muslim yang unggul secara intelektual, kokoh dalam moral, serta berakhlak mulia.

