Jika kita mau sedikit membuka mata dan hati kita, kita akan melihat banyaknya orang miskin yang membutuhkan uluran tangan serta bantuan kita. Jangankan untuk membeli kebutuhan tambahan, untuk membeli kebutuhan pangan san sandang saja mereka ada yang kesulitan.

Hasil gambar untuk miskin

Di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Tidak pernah membandingkan antara yang kaya ataupun yang miskin.

Disinilah cinta kita diuji. Adakah kepedulian kita terhadap mereka? Khususnya saudara seiman kita. Maukah kita membantu mereka dengan tulus dan ikhlas?. Sayangnya  fakta yang kita temukan hari ini tidak sesuai harapan. Masih abnyak saudara kita yang enggan membantu orang miskin. Padahal sesungguhnya Rasulullah Saw. justru sangat mencintai orang-orang miskin.

Diriwyatkan oleh Jabir r.a. “ Kami bersama Rasulullah ketika hari mulai siang. Lalu ada beberapa orang yang datang dengan pakain compang-camping, berjubah robek, tidak mengenakan alas kaki, dan membawa pedang. Mereka berasal dari suku Mudhar. Melihat hal itu, raut wajah Rasulullah berubah. Beliau kemudian masuk ke rumah. Dan tak lama kemudian, beliau keluar lagi. Beliau memerintahkan Blilal untuk mengumandangkan adzan, lalu melanjutkan dengan Iqamat. Beliau memimpin sholat,setelah itu beliau berkhutbah,

Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang  telah menciptakanmudari diri yang stu (Adam) , dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang bnyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargan. Sesungguhnya Allah selalun menjaga dan mengawasimu.’(QS An-Nisaa’ [4]:1)

Beliau juga membaca Surah Al-Hasyr ayat ke-18,

‘Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang  telah dilakukannya untuk hari akhirat dan bertakwalah kepada Allah.’(QS Al-Hasyr [59]:18)

Karena itu, ada orang yang menyedekahkansebagian dinarnya, sebagian dirhamnya, sebagian pakaiannya, satu sha’ gandum, satu sha’ kurma hingga Rasulullah Saw. berkata,”…meskipun separoh kurma.”

Jabir r.a. melanjutkan, “Lalu datanglah seorang laki-laki dari kalangan Anshar dengan membawa sebungkus makanan yang hampir tidah muat dibawanya dangan telapak tangannya, bahkan makanan itu tidak bisa dibawanya. Lalu, orang-orang datang menyusul sambil membawa sedekah hingga aku melihat dua tumpuk makanan dan pakaian. Aku melihat wajah Rasulullah Saw. amal bberseri keemasan.

Hasil gambar untuk menolong sesama

Santri/wati Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah terbiasa untuk saling membantu satu sama lain.

Kemudian Rasulullah Saw. bersabda,” Barang siapa   merintis suatu amal baik untuk islam, ia mendapat pahala amal itu ditambah dengan pahala orankannyag-orang yang ikut mengamalkan amalan itu tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang-orang yang yang ikut mengamalkannya. Barang siapa yang merintis amal buruk dalam islam, ia mendapat dosa amal itu, ditambah dosa orang-orang yang mengikuti amalan itu tanap mengurangi dosa-dosa orang yang mengamal.” (HR Muslim)

Terlihat betapa Rasulullah peduli terhadap orang-orang miskin, Bagaimana dengan kita? Tidakkah ada perasaan iba melihat saudara kita berada dalam kemiskinan? Hendaknya kita mengikuti cinta dan kepedulian Rasulullah kepada orang miskin, yang pastinya Allah akan memberi kita banyak pahala untuk tabungan Hari Akhir kelak. Ed. Icha Chery.