by Ar-Raudlatul Hasanah | Oct 26, 2025 | Berita
RAUDHAH – Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar agenda silaturahmi bersama seluruh wali santri dan santriwati kelas 3 KMI di Gedung Fatimah, Ahad, 25 Oktober 2025/4 Jumadil Ula 1447. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat komunikasi antara pihak pesantren dan orang tua dalam upaya membangun kesamaan visi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Acara ini diawali dengan pengenalan kembali profil Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Lalu, para wali santri juga mendapatkan penjelasan tentang arah dan tujuan pendidikan pesantren yang meliputi pembentukan pribadi santri yang berjiwa kemasyarakatan, hidup sederhana, tidak berpartai, serta menuntut ilmu semata karena Allah SWT.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom, menegaskan pentingnya keseimbangan antara intelektual dan spiritual, yang menjadi ruh pendidikan Ar-Raudlatul Hasanah. Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang misi lembaga yang berorientasi pada pembentukan generasi mutafaqqih fi ad-din, cerdas, berkarakter, dan siap mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat dengan penuh keikhlasan.
Dalam paparannya, Ustadz Carles Ginting juga menyinggung tahapan pendidikan dan kurikulum di KMI yang tidak hanya menitikberatkan pada kegiatan belajar mengajar di kelas, melainkan juga pada seluruh aktivitas kehidupan santri di pesantren. “Apa yang santri dengar, lihat, dan rasakan adalah bagian dari pendidikan,” tegasnya.
Selain itu, disampaikan pula kiprah alumni Ar-Raudlatul Hasanah yang telah berkontribusi di berbagai bidang, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini menjadi bukti nyata keberhasilan pesantren dalam melahirkan kader umat yang unggul dan berpengaruh luas.
Usai sesi penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan tatap muka dan silaturahmi antara wali santri/wati dan wali kelas masing-masing. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, para wali berbagi pandangan serta harapan untuk terus bersinergi dalam mendampingi perkembangan putra-putri mereka di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Oct 25, 2025 | Berita
Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menggelar kegiatan Fath Kutub At-Turats Al-Islamiy sebagai bagian dari upaya mendalami dan memperluas wawasan santri/wati dalam memahami kitab kuning. Kegiatan ini diperuntukkan bagi santri kelas 5 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) dan berlangsung pada dua periode, yakni 11-16 Oktober 2025 untuk santri dan 19-25 Oktober 2025 untuk santriwati.
Pembelajaran kitab kuning merupakan bagian integral dalam kurikulum Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Sejumlah kitab klasik, seperti Bulughul Maram dan Bidayatul Mujtahid, menjadi materi utama yang dipelajari oleh para santri setiap harinya. Untuk memperdalam pemahaman mereka, pesantren menyelenggarakan kegiatan khusus ini sebagai wadah diskusi dan eksplorasi lebih lanjut mengenai berbagai disiplin ilmu Islam.
Acara ini resmi dibuka oleh Direktur dan Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, yang kemudian dilanjutkan dengan pengarahan berbagai materi terkait Fathul Kutub, mencakup bidang Aqidah/Tauhid, Hadits, Fiqh, dan Tafsir. Setiap harinya, pembahasan kitab dan diskusi permasalahan dalam tiap materi dilakukan secara intensif.
Guna mempermudah jalannya kegiatan, para peserta dibagi dalam 4 unit atau syu’bah. Setiap unit terdiri dari beberapa kelompok, dengan masing-masing kelompok beranggotakan kurang lebih 7-10 santri/wati. Pembagian ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran serta memfasilitasi diskusi yang lebih mendalam.
Kemudian, para peserta diharapkan tidak hanya memperluas wawasan keilmuan dalam bidang Kutub At-Turats, tetapi memiliki kemampuan untuk menganalisis problematika furu’iyah (cabang hukum Islam) dengan perspektif yang luas. Juga, mereka tidak bersikap fanatik terhadap satu madzhab tertentu, melainkan mampu meneliti keabsahan setiap madzhab berdasarkan dalil-dalil dalam Al-Qur’an dan Hadits.
Kegiatan Fath Kutub At-Turats Al-Islamiy ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam mencetak santri yang memiliki pemahaman mendalam terhadap ilmu-ilmu keislaman serta mampu berpikir kritis dalam menyikapi berbagai permasalahan fiqih di tengah masyarakat.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Oct 24, 2025 | Berita
RAUDHAH – Cerahnya pagi Jumat, 24 Okober 2025 atau bertepatan dengan 2 Jumadil Ula 1447 H menjadi saksi kebersamaan barisan generasi berbudi pekerti Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Dengan berpakaian jas hitam, para santri dan santriwati Akhir KMI Angkatan ke-35 berapresiasi dalam kegiatan Perfotoan Akhir KMI yang berlangsung penuh semangat dan kekompakan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Badan Wakaf, Pimpinan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah, Kepala-kepala Bidang, serta para Asatidzah. Mereka berpose bersama seluruh santri/wati kelas 6 KMI di berbagai titik lokasi yang telah disiapkan oleh panitia, antara lain Halaman Masjid Pesantren, Halaman Gedung Serbaguna, Lapangan Sepak Bola, Tangga Utama Masjid, dan Halaman Gedung Rabi‘ah Adawiyah.
Usai sesi perfotoan bersama jajaran pimpinan dan asatidzah, para santri/wati Akhir KMI melanjutkan pengambilan foto bersama Wali Kelas masing-masing di lokasi yang telah ditentukan.

Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan penuh keceriaan. Persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari pun terbayar dengan suksesnya kegiatan tahun ini. Wajah-wajah bahagia tampak memancar dari para santri/wati yang kini resmi terdokumentasikan sebagai Angkatan ke-35—generasi berbudi pekerti yang diharapkan senantiasa menjunjung tinggi al-akhlak al-karimah serta meneguhkan nilai-nilai Islam dan identitas Raudhah dalam mewujudkan khairul ummah.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Oct 23, 2025 | Berita
RAUDHAH — Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz KH. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., M.M., menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025 tingkat Kota Medan yang dilaksanakan pada Rabu, 22 Oktober 2025, bertempat di Pesantren Tahfiz Ibnu Aqil, Medan Labuhan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, para pimpinan pesantren se-Kota Medan, tamu undangan, dan perwakilan santri dari berbagai lembaga pendidikan Islam. Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib sejak pagi hingga menjelang siang hari.
Dalam kesempatan tersebut, kehadiran Ustadz KH. Miftakhuddin menjadi bentuk partisipasi aktif Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam memperingati momentum nasional yang menegaskan peran santri sebagai penjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”. Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya peran santri dalam menjaga kedaulatan dan martabat bangsa, sekaligus mendorong dunia pesantren untuk terus melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan global dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam dan cinta tanah air.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Oct 22, 2025 | Berita
Rabu, 22 Oktober 2025/1 Jumadil Awal 1447, Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., menjadi salah satu narasumber dalam program “Titik Kumpul: Obrolan Santai Penuh Makna” yang disiarkan oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI) Sumatera Utara. Acara tersebut mengusung tema “Jihad Santri, Jayakan Negeri” dan tayang secara langsung melalui kanal YouTube serta siaran nasional TVRI Sumatera Utara pada pukul 15.00–16.00 WIB.
Dalam kesempatan itu, Ustadz Carles menegaskan bahwa pesantren senantiasa menjaga filosofinya.
“Pesantren tetap menjaga filosofinya, menerapkan kurikulum yang holistik. Apa yang kamu lihat, apa yang kamu rasa, apa yang kamu dengar—semuanya adalah pendidikan,” ujarnya.
Beliau juga menjelaskan secara lugas nilai-nilai kepesantrenan yang diterapkan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, serta memaparkan dinamika dan peran pesantren dalam menjawab tantangan zaman modern. Menurutnya, pesantren harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai pendidikan dan kepesantrenannya.
Partisipasi Ustadz Carles dalam program TVRI ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam menyuarakan nilai-nilai pendidikan Islam dan peran strategis Pesantren dalam membangun negeri.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Oct 20, 2025 | Berita
Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan menjadi tuan rumah pelaksanaan Sarasehan Nasional Undang-Undang Pesantren di Indonesia yang digelar pada Ahad, 19 Oktober 2025 bertepatan dengan 26 Rabi’ul Akhir 1447 H. Acara yang berlangsung di Gedung Hafsah lantai 3 ini menghadirkan para tokoh pesantren nasional dari berbagai daerah dan lembaga, yang membahas tema besar “UU Pesantren: Peluang dan Tantangan” serta “Satuan Pendidikan Muadalah dan Prospeknya di Masa Depan.”
Sarasehan ini menghadirkan sejumlah pemateri nasional, antara lain Dr. KH. Zulkifli Muhadli, S.H., M.M. (Ketua Umum FPAG; Pimpinan Ponpes Al-Ikhlas, NTB), KH. Lukman Hakim, M.A. (Pengasuh PP Assalafie Babakan Ciwaringin; Jabar), Dr. KH. M. Tata Taufik, M.A. (Presiden P2I; Pimpinan PP Al-Ikhlas, Jabar), serta KH. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs. (Pimpinan Ponpes Darunnajah, Jakarta). Adapun moderator acara ialah KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D. (Sekjen FPAG; Pimpinan PM Tazakka).
Turut hadir pula para tokoh penting dunia pesantren seperti Drs. KH. Noor Syahid, M.Pd. (Ketua Umum PP IKPM), Drs. KH. Rif’at Husnul Ma’afi (Ketua PP IKPM), Assoc. Prof. Dr. KH. Sofwan Manaf, M.Si. (Wakil Ketua Umum FPAG; Pimpinan Ponpes Darunnajah, Jakarta) serta sejumlah pimpinan pondok pesantren dan akademisi dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, KH. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., M.M., selaku Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan berskala nasional ini di Raudhah. Beliau menegaskan bahwa milad pesantren bukan hanya perayaan usia, melainkan momentum syukur dan muhasabah atas nikmat perjuangan dan keistiqamahan dalam mengelola amanah umat.
“Pesantren ini berdiri atas dasar wakaf umat, sebagaimana Gontor, Darunnajah, dan Tazakka. Sejak 1982, Ar-Raudlatul Hasanah tumbuh dari tanah seluas 4.000 meter persegi yang diikrarkan untuk kepentingan pendidikan umat. Dari awal, para perintis seperti almarhum H. Hasan Tarigan, H. Arsyad Tarigan, dan Ust. Usman Husni telah meletakkan prinsip bahwa pesantren ini bukan milik pribadi atau keluarga, melainkan milik umat,” ungkapnya.
KH. Miftakhuddin juga menuturkan bahwa semangat keterbukaan dan kolektivitas menjadi nilai penting dalam perjalanan Raudhah. Hal ini dibuktikan melalui penyusunan AD/ART bersama antara Badan Wakaf dan Pengurus Pesantren, yang menegaskan batas peran individu dan menjaga agar pesantren tetap berorientasi pada kepentingan umat. “Kami berkomitmen untuk terus menjaga kultur wakaf, agar pesantren ini tetap murni menjadi lembaga pendidikan, dakwah, dan pengabdian,” tambahnya.
Sarasehan ini menjadi wadah dialog konstruktif untuk meneguhkan peran pesantren sebagai pilar pendidikan. Para narasumber menyoroti perlunya penguatan satuan pendidikan muadalah, penyusunan kurikulum adaptif, serta kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat agar pesantren mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan semangat keilmuan, diakhiri dengan doa bersama dan penegasan komitmen untuk terus memperjuangkan kemajuan pendidikan pesantren di Indonesia. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mendapat apresiasi tinggi atas kiprahnya sebagai tuan rumah yang suskes dalam mewujudkan pagelaran tersebut.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Oct 18, 2025 | Berita
Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyemarakkan milad ke-43 dengan menggelar Tabligh Akbar bersama KH. Syamsul Arifin Nababan, Pimpinan Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia (PMDII), Bogor, pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Acara ini menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan dalam rangka kesyukuran 43 tahun berdirinya Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Kedatangan KH. Syamsul Arifin Nababan pada pukul 08.00 WIB disambut hangat oleh Keluarga Besar Pesantren. Hadir dalam penyambutan tersebut Ketua Umum Badan Wakaf, Direktur, Wakil Direktur, Ketua STIT, serta para Kepala Bidang. Rombongan kemudian menuju ke makam di bumi wakaf Raudhah untuk berziarah dan mendoakan para pendiri, Badan Wakaf, Asatidz, serta keluarga besar Pesantren yang telah berpulang ke rahmatullah.
Usai ziarah, rombongan bersama KH. Syamsul Arifin Nababan menuju Gedung Serbaguna, tempat berlangsungnya Tabligh Akbar. Ribuan santri dan santriwati telah menanti kehadiran beliau untuk menyimak tausiyah yang penuh hikmah dan inspirasi. Acara juga diisi dengan pembacaan takhtim, tahlil dan do’a bersama untuk keberkahan pesantren.
Dalam tausiyahnya, KH. Syamsul Arifin Nababan menekankan peran penting pesantren dalam melahirkan generasi yang berilmu, beriman, dan beramal saleh, sekaligus mencetak pemimpin hebat di masa depan. Beliau juga berbagi pengalaman selama 11 tahun berdakwah di Amerika Serikat.
“Selama 11 tahun saya keliling di Amerika Serikat, saya melihat banyak pembangunan masjid yang telah ada. Ini merupakan langkah menuju kebangkitan Islam kembali,” ungkapnya.
KH. Syamsul juga mengisahkan perjalanan dakwahnya dalam mengislamkan ratusan orang, yang membuat para hadirin terpukau dan terharu bangga atas keteguhan dan semangat beliau dalam menyebarkan cahaya Islam ke berbagai penjuru dunia.
Kesyukuran milad ke-43 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menjadi momentum untuk meneguhkan kembali tekad dalam melanjutkan perjuangan para pendiri. Dengan semangat ukhuwah dan pengabdian, pesantren terus berkomitmen mencetak generasi unggul yang berpegang teguh pada ilmu, iman, dan amal saleh demi kejayaan Islam dan kemajuan bangsa.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Oct 17, 2025 | Berita
RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mendapat kunjungan istimewa dari Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., pada Jumat, 17 Oktober 2025. Kehadiran beliau disambut hangat oleh segenap Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, mulai dari Ketua Umum Badan Wakaf, Pimpinan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah, para Kepala Bidang, hingga Ustadz/ah lainnya.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarpesantren, tetapi juga momentum berharga untuk memperkuat wawasan pengelolaan lembaga melalui kegiatan Capacity Building Manajemen Pesantren, yang berlangsung di Gedung Zainab.
Dalam paparannya, K.H. Sofwan Manaf menekankan pentingnya memahami posisi pesantren pasca disahkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, yang memberikan pengakuan dan rekognisi negara terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan. Ia menjelaskan bahwa undang-undang tersebut menghadirkan peluang besar untuk peningkatan mutu, pemberdayaan masyarakat, dan dukungan pemerintah, sekaligus tantangan dalam menjaga independensi dan kekhasan pesantren.
Beliau juga menguraikan konsep “Circle of Concern, Circle of Influence, and Circle of Control”, sebagai pendekatan manajerial dalam mengembangkan sikap proaktif dan fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan. “Pemimpin pesantren harus memulai perubahan dari dalam — dari hal yang bisa dikontrol dan berpengaruh langsung terhadap lingkungan pesantren,” tegasnya.
Selain itu, K.H. Sofwan Manaf memperkenalkan gagasan Learning Organization, yaitu pesantren sebagai organisasi pembelajar yang terus beradaptasi, berinovasi, dan mampu mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan manajemen modern. Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara hard skill, soft skill, dan knowledge bagi seluruh elemen pesantren.
Dalam konteks kepemimpinan, beliau menjabarkan fungsi pemimpin sebagai manager, administrator, leader, supervisor, inovator, motivator, dan evaluator, yang harus dijalankan dengan keluwesan, kejujuran, dan semangat kolektif demi kemaslahatan pesantren.
Tak kalah penting, beliau menutup materinya dengan penegasan tentang kaderisasi pesantren sebagai proses berkelanjutan yang melibatkan keteladanan, pengarahan, pembekalan, serta pembinaan lahir dan batin, agar lahir generasi yang terlatih dan teruji dalam mengemban amanah dakwah dan pendidikan.
Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran berharga bagi civitas Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dalam memperkuat tata kelola dan kapasitas lembaga menuju pesantren yang adaptif dan unggul.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Oct 17, 2025 | Berita
Selasa, 14 Oktober 2025 / 11 Rabiul Akhir 1447, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, menerima kunjungan kehormatan dari Prof. Dr. Hjh. Bibi Florina binti Abdullah, Rektor Lincoln University College Malaysia, bersama rombongan. Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam menjalin silaturahim sekaligus membuka peluang kolaborasi pendidikan antara kedua lembaga.
Kedatangan delegasi Lincoln University disambut hangat oleh Wakil Direktur Pesantren, Asatidzah dan para santriwati kelas 6 KMI. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, yang membahas sosialisasi perguruan tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Dr. Bibi Florina menyampaikan apresiasinya terhadap peran pesantren dalam membangun karakter dan kecakapan ilmu para santri. Menurutnya, model pendidikan pesantren memiliki nilai yang relevan dengan tantangan global saat ini.
Sementara itu, Wakil Direktur, Ust. Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., menyambut positif inisiatif apa yang telah dijelaskan oleh Rektor Lincoln University untuk memperkaya wawasan santri serta memperluas jejaring pendidikan Islam internasional.
Kunjungan ini diakhiri dengan pertukaran cenderamata dan sesi foto bersama, menandai semangat kebersamaan serta komitmen kedua institusi dalam memperkuat hubungan edukatif antara Indonesia dan Malaysia.
by Ar-Raudlatul Hasanah | Oct 14, 2025 | Berita
RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menjadi tujuan kunjungan lembaga pendidikan yang ingin memperdalam pembelajaran bahasa Arab. Kali ini, rombongan dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Medan melakukan studi banding Bahasa Arab ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, pada Senin 13 Oktober 2025 / 20 Rabi’ul Akhir 1447 H.
Kunjungan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini bertujuan untuk mempelajari sistem penerapan bahasa Arab di lingkungan pesantren, baik dalam pembelajaran di kelas maupun dalam keseharian santri. Rombongan disambut hangat oleh keluarga besar pesantren dengan suasana penuh keakraban dan semangat berbagi ilmu.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pengasuhan Putri, Ustadz H. Fathurrahman, S.Ag., M.M., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan MAN 2 Model Medan yang menjadikan Raudhah sebagai tempat belajar bersama.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta dari MAN 2 Model Medan berkesempatan mengamati langsung penerapan bahasa Arab dalam interaksi santri. Mereka juga mengikuti sesi sharing terkait strategi pembiasaan bahasa Arab di lingkungan pesantren bersama para santri/wati Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH).
Sebagai lembaga pendidikan yang terus berkomitmen mengembangkan budaya bahasa Arab, Raudhah memandang kunjungan seperti ini sebagai bagian dari dakwah keilmuan dan silaturahmi ukhuwah Islamiyah.