Kunjungan Syekh Hisyam Kamil Hamid Musa

Kunjungan Syekh Hisyam Kamil Hamid Musa

RAUDHAh- Kamis malam, 5 September 2024/ 2 Rabi’ul Awal 1446, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mendapatkan kunjungan istimewa yaitu Syekh Hisyam Kamil Hamid Musa. Beliau merupakan Imam dan khatib Masjid Az-Zhahir Bibris dan pengajar di Masjid Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Adapun pendidikan formal beliau ditempuh di Universitas Al-Azhar dan merampungkan jenjang strata 1 Fakultas Syariah Wal Qanun pada tahun 1995. Selanjutnya beliau melanjutkan pendidikan Strata 2 di Fakultas Fikih Islam, Institut John Hever, Inggris dan  lulus pada tahun 2008.  

Pendidikan Strata 3, beliau mengambil Fakultas Fikih Islam pada universitas yang sama dan lulus tahun 2012. Juga, beliau merupakan salah seorang murid Dr. Ali Jum’ah, mantan Mufti Mesir, murid dari Syeikh Ismail Shadiq Al-Adawi Rahimahullah, mantan Imam Masjid Al Azhar serta Ulama Al-Azhar lainnya.

Syekh Hisyam Kamil Hamid Musa beserta rombongan hadir di bumi wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada pukul 19.30 WIB. Penyambutan hangat dilakukan oleh Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah al-Ustadz KH. Solihin Adin, S.Ag., MM., Wakil Direktur Pesantren yakni al-ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., dan beberapa Ustadz/ah. Para rombongan diajak terlebih dahulu untuk beramah-tamah sekaligus makan malam bersama di Kantor Kedirekturan.

Kemudian Syekh Hisyam Kamil Hamid Musa ditemani oleh Keluarga Besar Pesantren memberikan tausiyah di depan seluruh santri kelas 4-6 KMI. Menggunakan bahasa Arab sebagai pengantar dalam penyampaian tausiyah membuat para santri begitu serius tatkala menyimak untaian kalimat dari Syekh Hisyam Kamil Hamid Musa.

Di akhir acara, Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah memberikan cendera mata kepada Syekh Hisyam Kamil Hamid Musa dan melakukan sesi foto bersama seluruh santri.

 

SILATURAHMI USTADZ M. JAZIR ASP. – KETUA DEWAN SYURO MASJID JOGOKARIYAN –  YOGYAKARTA

SILATURAHMI USTADZ M. JAZIR ASP. – KETUA DEWAN SYURO MASJID JOGOKARIYAN – YOGYAKARTA

RAUDHAH – Ustadz Muhammad Jazir Asp. selaku Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan – Yogyakarta hadir dan bersilaturahmi di bumi wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Kehadiran beliau merupakan suatu kehormatan bagi keluarga besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah guna mendapatkan ilmu dan petuah darinya.

Ustadz Muhammad Jazir datang pada Ahad malam, 31 Agustus 2024/ 27 Safar 1446, tepatnya pukul 20.20 WIB. Kedatangannya langsung disambut hangat dan beramah tamah sekaligus makan bersama.

Selanjutnya, ia memberikan tausiyah dihadapan para Ustadz dan Ustadzah yang ikut menyambut kahadiran beliau. Tidak hanya itu, Ketua Umum Badan Wakaf pun turut hadir berdampingan dengan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah untuk menyimak materi yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Jazir.

Lugas, santun, dan terperinci, begitulah Ustadz Muhammad Jazir menyampaikan beberapa poin yang sangat bermanfaat perihal peran masjid dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Ia menceritakan dari sudut sejarah hingga tantangan masa kini yang patut diperhatikan dan bersiap untuk memperbaikinya.

Ustadz dan Ustadzah sangat menghayati ketika menyimak tausiyahnya. Semua pandangan terfokus ke beliau, karena petuah dan ilmu yang ia berikan begitu dahsyat dan khidmat. Kemudian, sesi tanya jawab juga dilangsungkan sehingga memperdalam materi yang disampaikan.

Berikut beberapa petuah dari Ustadz M. Jazir, Asp.:

“Sekarang dunia ini dikuasai oleh pasar, semua ditentukan oleh pasar. Maka dunia ini tidak akan pernah menawarkan kedamaian. Kedamaian akan muncul tatkala dunia ini dibawah peradaban yang bernuansa masjid. Masjid yang mengatur pasar bukan pasar yang mengatur masjid.”

“Negara yang dicintai Allah swt adalah negara yang berbasis masjid-masjid, sedangkan negara yang tidak disukai Allah swt. negara yang berbasis pasar-pasar.”

“Sama halnya pemimpin, raja/ pemimpin negara hanya dipimpin oleh ‘ulama bukan pemegang pasar. Ingatlah peradaban pasar tidak akan pernah mencipkatakan kedamaian dan kedaulatan namun peradaban masjid akan menciptakan kedamaian dan kedaulatan bagi seluruh umat.”

“Negara didirikan untuk menghapus penjajahan bukan melanjutkan penjajahan dengan model yang berbeda.”

“Masjid adalah basis peradaban yang dapat memberikan kedamaian terhadap umat manusia.”

“Masjid merupakan tempat mencetak para pemimpin yang saleh.”

 

PANGGUNG GEMBIRA 634 “SHINE TO MAFAAZAA”; KREATIF, INOVATIF, DAN SPEKTAKULER!

PANGGUNG GEMBIRA 634 “SHINE TO MAFAAZAA”; KREATIF, INOVATIF, DAN SPEKTAKULER!

RAUDHAH – Santri/wati Akhir KMI angkatan ke-34 sukses melaksanakan Pagelaran Seni Akbar Panggung Gembira 634 pada Kamis – Jum’at malam, 29-30 Agustus 2024/ 24-25 Safar 1446 di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan. Acara yang dimulai pada pukul 20.30 WIB ini berlangsung meriah dan spektakuler. Penonton pun tampak antusias dan menikmati setiap penampilan yang ada.

Berbagai penampilan seni ditampilkan dengan apik dalam acara tersebut. Mulai dari penampilan nasyid, drama, musik, dan seni lainnya, berhasil membuat decak kagum penonton. Ini semua dilaksanakan oleh santri/wati sebagai wadah pendidikan mereka.

Dalam sambutannya, baik Direktur maupun Wakil Direktur Pesantren menyatakan bahwa acara tersebut tidak hanya sebatas penampilan seni, tapi memiliki tujuan pendidikan.

“Panggung Gembira bukan sekedar tontonan hiburan, melainkan bagian dari pendidikan juga. Sehingga, ini benar-benar tujuannya mendidik.” kata Al-Ustadz H. Miftakhuddin.

Selanjutnya, diharapkan nantinya santri/wati akhir KMI angkatan ke-34 bisa menjadi generasi yang mewariskan nilai-nilai Islam dan Kepondokmodernan. Sehingga mereka dapat mewujudkan peradaban umat yang bercahaya dan gemilang menuju kemenangan. Sesuai dengan jargon Panggung Gembira tahun ini: “Shine to Mafaazaa.”

Pelepasan Peserta Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional di Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Pelepasan Peserta Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional di Ternate, Maluku Utara, Indonesia

RAUDHAH – Rabu pagi, 30 Agustus 2024/ 25 Safar 1446, Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah al-Ustadz KH. Solihin Adin, memberikan arahan serta restu bagi santri yang akan mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional di Ternate, Maluku Utara, Indonesia.
Santri tersebut ialah Muhammad Rifa Dwinanta yang saat ini menempuh pendidikannya di Pesantren di kelas 6 KMI/ XII. Ia akan bersaing bersama para peserta lainnya yang berasal dari daerah-daerah se-Indonesia.
Kompetisi Sains Madrasah (KSM) akan berlangsung selama 4 hari, mulai pembukaan KSM 2024 pada Selasa, 3 September 2024/ 29 Safar 1446 hingga Jum’at, 6 September 2024/ 2 Rabi’ul Awal 1446. Namun keberangkatan peserta akan dimulai di hari Jum’at siang (30/8) pukul 11.00 WIB.
Muhammad Rifa Dwiananta akan melakukan keberangkatan dari Asrama Haji Bersama para peserta lainnya yang mewakili kontingen Provinsi Sumatera Utara. Mereka akan menuju ke Kota Ternate, Maluku Utara melalui jalur udara (pesawat terbang) dari kota Medan-Jakarta-Ternate.
Adanya perlombaan ini diharapkan menjadi salah satu rangkaian rencana pencapaian pembelajaran santri di Pesantren. Juga, dapat memberi wawasan dan menambah pengalaman bagi ananda Muhammad Rifa Dwiananta.

DRAMA ARENA 535; “BE THE CHANGE”

DRAMA ARENA 535; “BE THE CHANGE”

RAUDHAH – Santri/wati kelas 5 KMI berhasil memberikan penampilan terbaiknya di Maha Karya Akbar Drama Arena 535. Acara tersebut dilaksanakan pada Kamis-Jum’at malam, 22-23 Agustus 2024/ 17-18 Safar 1446.

Drama Arena merupakan salah satu rangkaian acara Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Drama Arena adalah kegiatan penampilan kreatifitas seni yang dilakoni oleh santriwati kelas 5 KMI.

Pada tahun ini, Drama Arena mengangkat tema “Be The Change”. Maksud dari tema tersebut bertujuan agar para santri/wati dapat mengubah dunia menjadi yang lebih baik dari segala aspek.

Beragam kreasi seni yang ditampilkan dalam acara ini sangat menarik. Di antaranya ialah wonderful Indonesia, sendu, shalawat akbar, Sayyidah Al-Hurrah, alunan bertaut, drama komedi, drama inspiratif, tari daerah, rap battle, pencak silat, pantomim, folk song dan lain-lain.

Selain itu, di sela-sela pergantian acara, ditampilkan video-video pendek yang berisikan pesan pendidikan terkait kehidupan dan pendidikan yang bernuansa nilai-nilai Islam. Karena Drama Arena bukan hanya sekedar pertunjukan kreatifitas, tetapi juga mengandung unsur pendidikan bagi seluruh santri/wati dan guru.

Chat Via WhatsApp