Kunjungan dan Silaturahmi Pembina Almaz Fried Chicken

Kunjungan dan Silaturahmi Pembina Almaz Fried Chicken

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mendapat kehormatan menerima kunjungan silaturahim dari salah satu tokoh nasional, Ust. H. Muhammad Fakhrurrazi Anshar, B.Sh., MA., Ph.D., seorang pendakwah, akademisi, dan pengusaha asal Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis, 7 Agustus 2025/ 13 Safar 1447.

Kedatangan beliau disambut hangat oleh Wakil Direktur Pesantren, Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., bersama Ustadz H. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., MM. dan para ustadz lainnya. Pertemuan dilanjutkan dengan sesi ramah tamah di Ruang Kedirekturan, yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan saling tukar pandangan.

Ust. Fakhrurrazi Anshar merupakan Direktur Markaz Hijrah Indonesia, sekaligus pendiri Sekolah Tahfidzul Qur’an Markaz Hijrah Indonesia (STQ MHI) di Makassar. Dalam bidang ekonomi syariah, beliau juga membina Almaz Fried Chicken.

Beliau menyelesaikan pendidikan S1, S2, dan S3 di International University of Africa, Sudan, dan pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Wahdah Islamiyah Sudan, memperkuat jaringan dakwah internasionalnya.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah antara Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan para tokoh yang aktif dalam pembinaan umat.

Kunjungan Ketua Tim Beasiswa Utusan Daerah (BUD) IPB University

Kunjungan Ketua Tim Beasiswa Utusan Daerah (BUD) IPB University

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah kembali menerima kunjungan tokoh penting dalam bidang pendidikan tinggi nasional. Pada Ahad, 3 Agustus 2025 / 9 Safar 1447 H, Dr. Ir. Ibnul Qayim, Ketua Tim Beasiswa Utusan Daerah (BUD) IPB University.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Wakil Direktur Pesantren, Ust. H. Miftakhuddin, S.S., S.Pd.I., MM., dan Asatidz lainnya. Acara ramah tamah berlangsung dalam suasana akrab di ruang Kedirekturan, yang menjadi ajang diskusi penting mengenai peluang santri Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program BUD IPB.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Ibnul Qayim menjelaskan bahwa Beasiswa Utusan Daerah (BUD) merupakan salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru di IPB University untuk jenjang Sarjana (S1) dan Sarjana Terapan (D4). Program ini bertujuan menjaring mahasiswa-mahasiswa potensial dari berbagai penjuru Indonesia, terutama dari daerah yang kurang terwakili dalam jalur penerimaan nasional lainnya seperti SNBP atau SNBT.

Program ini dilaksanakan atas kerja sama antara IPB University dan berbagai pihak penyandang dana, seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan, atau lembaga swasta. Mahasiswa yang diterima melalui jalur BUD akan mendapatkan dukungan pembiayaan penuh atau sebagian dari pihak mitra tersebut.

Salah satu nilai penting dari Program BUD adalah komitmen pengabdian kepada daerah asal. Setelah lulus, mahasiswa penerima BUD diharapkan kembali dan berkontribusi langsung dalam pembangunan daerahnya, mengaplikasikan ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama studi di IPB.

Pendaftaran program ini dilakukan secara kelembagaan melalui mitra penyandang dana, bukan secara perseorangan. Proses seleksi calon mahasiswa pun dilakukan oleh pihak mitra, sedangkan hasil akhir ditetapkan oleh IPB University.

Kunjungan ini membuka peluang besar bagi para santri/wari Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah untuk mengakses pendidikan tinggi bermutu dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah masing-masing. Semoga sinergi ini terus terjalin kuat dan membawa keberkahan.

 

Wakil Direktur Hadiri Apel Tahunan Ponpes Modern Az-Zuhri sebagai Inspektur Upacara

Wakil Direktur Hadiri Apel Tahunan Ponpes Modern Az-Zuhri sebagai Inspektur Upacara

RAUDHAH – Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ust. Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., mendapat kehormatan istimewa sebagai tamu VIP sekaligus Inspektur Upacara dalam kegiatan Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Modern Az-Zuhri, Deli Serdang, pada Sabtu, 2 Agustus 2025/ 8 Safar 1447.

Upacara yang digelar secara khidmat dan penuh semangat tersebut diikuti oleh seluruh santri dan civitas akademika Pondok Modern Az-Zuhri. Dalam kapasitasnya sebagai Inspektur Upacara, Ust. Carles Ginting menyampaikan amanat penting yang berisi motivasi dan pesan kebangsaan, serta semangat keislaman dan kepesantrenan.

Sebelum menyampaikan amanat, beliau juga melakukan inspeksi barisan santri yang telah berbaris rapi dan penuh kedisiplinan sebagai bentuk kesiapan dan semangat dalam menyambut tahun ajaran baru.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., serta jajaran pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan para tamu undangan lainnya, yang menambah kesan hangat dan meriah dalam kegiatan tahunan tersebut.

Dalam amanatnya, Wakil Direktur Ar-Raudlatul Hasanah mengapresiasi terselenggaranya apel tahunan ini sebagai bagian dari tradisi pondok modern yang mencerminkan kesiapan mental, spiritual, dan intelektual santri dalam menempuh pendidikan Islam secara menyeluruh.

Semoga momen penuh makna ini menjadi langkah awal yang membawa keberkahan, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan tekad santri untuk terus menapaki jalan ilmu, iman, dan perjuangan.

Muhadharah Kembali Bergema, Santri/wati Latih Kemampuan Orasi Tiga Bahasa

Muhadharah Kembali Bergema, Santri/wati Latih Kemampuan Orasi Tiga Bahasa

RAUDHAH – Setelah sempat diberhentikan sementara waktu, kegiatan latihan berpidato atau yang dikenal dengan muhadharah kembali dibuka pada Kamis, 31 Juli 2025/6 Safar 1447. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri/wati dari kelas 1 hingga kelas 6 KMI, dan dilaksanakan secara terpisah antara putra dan putri.

Untuk santri, pembukaan muhadharah berlangsung di Gedung Serba Guna dan dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Pesantren, Ust. Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom. Sementara itu, untuk santriwati, kegiatan digelar di Aula Pertemuan Gedung Fatimah Lantai 3, dengan pembukaan oleh Kepala Bidang Pengasuhan Putri, Ust. H. Fathurrahman, S.Ag., M.M.

Acara pembukaan ini turut dimeriahkan dengan penampilan orator-orator pilihan dari santri/wati yang menyampaikan pidato dalam tiga bahasa: Indonesia, Arab, dan Inggris. Penampilan ini bertujuan untuk memotivasi peserta sekaligus memberi gambaran nyata mengenai teknik berpidato yang baik dan benar.

Muhadharah merupakan salah satu program unggulan pesantren yang dilaksanakan secara rutin tiga kali dalam sepekan, yaitu:

• Kamis siang untuk pidato bahasa Arab,

• Kamis malam untuk pidato bahasa Indonesia,

• Ahad malam untuk pidato bahasa Inggris.

Dilaksanakan di kelas-kelas yang telah ditentukan, kegiatan ini bukan hanya melatih keberanian dan keterampilan berbicara di depan umum, tetapi juga membina kemampuan santri/wati menjadi pembawa acara yang andal dan siap tampil dalam berbagai agenda resmi pesantren.

Dengan kembalinya muhadharah, diharapkan kemampuan komunikasi, keberanian, serta penguasaan bahasa para santri/wati semakin terasah dan siap digunakan dalam berbagai kesempatan, baik di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat.

Kuliah Umum Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy

Kuliah Umum Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy

RAUDHAH – Selepas pelaksanaan Apel Tahunan, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah melanjutkan rangkaian kegiatan awal tahun dengan mengadakan Kuliah Umum Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 28–30 Juli 2025 atau bertepatan dengan 3–6 Safar 1447 H.

Kuliah umum ini merupakan agenda wajib yang diikuti oleh seluruh ustadz/ustadzah serta santri/wati kelas 1 hingga 6 KMI, dan dilaksanakan terpisah antara putra dan putri. Untuk santri putra, kegiatan dipusatkan di Gedung Serbaguna, sedangkan santri putri bertempat di Gedung Fatimah Lantai 3.

Mengangkat berbagai tema penting seputar kehidupan dan visi pesantren, kuliah umum ini bertujuan menanamkan nilai-nilai dasar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sejak awal tahun pelajaran. Beberapa materi yang disampaikan antara lain: Mukaddimah Khutbatul ‘Arsy, Pesantren dan Sejarah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Panca Jiwa dan Panca Jangka Pesantren, Pendidikan dan Pengajaran, Ke Raudhah, Apa yang Kau Cari?, Disiplin dan Bahasa, Cara Hidup di Pesantren (Pergaulan dan Berpakaian), Kesadaran Berorganisasi, Administrasi, dan Keuangan Pesantren.

Salah satu istilah sentral yang digaungkan dalam kegiatan ini adalah “Khutbatul ‘Arsy”, yang secara harfiah berarti khutbah yang agung dan bernilai tinggi. Istilah ini mengandung makna bahwa penyampaian visi, misi, dan aturan hidup di pesantren adalah sesuatu yang sangat penting dan fundamental, agar seluruh warga pesantren memiliki arah yang sama dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian Khutbatul ‘Arsy ini tidak berhenti pada kuliah umum semata, tetapi akan terus berlanjut hingga akhir Agustus 2025.

Chat Via WhatsApp