RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 bagi seluruh santri dan santriwati Akhir Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi dua gelombang, yakni gelombang pertama bagi santri putra pada 26–29 Oktober 2026 (15–18 Jumadilawal 1448 H), serta gelombang kedua bagi santriwati pada 2–5 November 2026 (22–25 Jumadilawal 1448 H). Pembagian tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ujian sekaligus memastikan setiap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara tertib dan terorganisasi.

TKA menjadi salah satu bagian penting dalam evaluasi akademik santri tingkat akhir guna mengukur capaian pembelajaran serta mempersiapkan mereka menghadapi tahapan pendidikan selanjutnya. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, setiap hari pelaksanaan terdiri atas tiga sesi dengan waktu yang berbeda. Panitia juga mengatur pembagian kelompok berdasarkan laboratorium serta menempatkan pengawas di setiap laboratorium untuk menjaga ketertiban dan kelancaran ujian.

Rangkaian TKA mencakup sejumlah materi akademik, yakni Bahasa Indonesia dan Literasi, Bahasa Inggris, serta Matematika dan Numerasi. Selain itu, peserta juga mengikuti Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Pada hari terakhir, peserta dijadwalkan mengikuti dua mata pelajaran pilihan, masing-masing dengan alokasi waktu 60 menit.

Lebih dari sekadar mengukur kemampuan akademik, pelaksanaan TKA menjadi momentum bagi para santri dan santriwati untuk mengamalkan nilai-nilai kepesantrenan yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di pesantren. Sikap jujur, disiplin, amanah, dan bertanggung jawab merupakan nilai penting yang harus senantiasa menyertai setiap proses menuntut ilmu. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan kejujuran dan kesungguhan sebagai landasan dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam menghadapi evaluasi pembelajaran.

Dalam perspektif Islam, menuntut ilmu merupakan ikhtiar untuk meningkatkan kualitas diri dan memperoleh kebermanfaatan bagi sesama. Kesungguhan dalam mempersiapkan diri, ketelitian dalam mengerjakan soal, serta kejujuran selama ujian menjadi wujud nyata adab seorang penuntut ilmu. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11, Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Ayat ini mengingatkan bahwa ilmu dan keimanan hendaknya berjalan beriringan dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia.

Sebagai lembaga pendidikan, Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah terus berupaya membentuk generasi yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Dengan berpegang pada prinsip bahwa ilmu harus berjalan beriringan dengan adab, para santri dan santriwati diharapkan tidak hanya meraih hasil akademik yang optimal, tetapi juga mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh serta menghadirkan manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Chat Via WhatsApp