RAUDHAH — Sebanyak 28 orang dari Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Darul Zakir Alwi, Serdang Bedagai, mengunjungi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah pada Ahad, 25 Oktober 2026, bertepatan dengan 14 Jumadil Awal 1448 H. Kunjungan ini menjadi ruang pertukaran pengalaman dalam pengelolaan dan pengembangan organisasi pelajar di lingkungan pesantren.
Rombongan yang terdiri atas 12 santri, 12 santriwati, dua ustaz, dan dua ustazah tersebut disambut oleh Ustaz Fadlan Habibi Harahap, guru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, bersama sejumlah Ustaz dan Ustazah lainnya. Rombongan dipimpin oleh Direktur Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Darul Zakir Alwi, Ustaz Dr. Dianto, M.Pd.
Agenda kunjungan diawali dengan ramah tamah bersama Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Ustaz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., di kantor kedirekturan. Dalam pertemuan tersebut, Beliau menyampaikan sejumlah pandangan mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, dan peran organisasi dalam membentuk karakter santri.

Menurut Ustaz Carles Ginting, jabatan dalam organisasi bukan semata-mata kedudukan yang harus dijalankan, melainkan amanah yang dapat menjadi sarana pengabdian. Beliau mengingatkan para santri agar mampu menikmati tanggung jawab yang diberikan dan memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk belajar.
“Apapun jabatan yang diamanahkan, hal itu akan bermanfaat bagi yang menjalankannya. Kalau kalian mendapatkan jabatan apa pun, maka nikmatilah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa menjalankan amanah merupakan bagian dari pengabdian. Dalam konteks pendidikan pesantren, organisasi pelajar menjadi salah satu instrumen untuk menempa santri dan santriwati agar terbiasa menghadapi tanggung jawab, mengambil keputusan, serta bekerja bersama dalam mencapai tujuan.
“Kita sebagai pengurus harus menjadi pengayom dan pengajak,” kata Ustaz Carles Ginting, menekankan pentingnya keteladanan dalam menjalankan kepemimpinan. Ia juga mengingatkan bahwa seorang pengurus perlu bersikap bijak, menyusun strategi yang tepat, dan mampu mengarahkan anggotanya tanpa mengabaikan nilai kebersamaan.
Sementara itu, Ustaz Dianto menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh pihak Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan sejumlah anggota rombongan sekaligus menyampaikan harapan agar kunjungan ini dapat memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi para peserta.

Usai pertemuan di kantor kedirekturan, rombongan melanjutkan kegiatan dengan berkeliling area Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Mereka juga berdiskusi secara langsung dengan para santri dan santriwati yang tergabung dalam Organisasi Pelajar Ar-Raudlatul Hasanah (OPRH). Interaksi tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat pelaksanaan kegiatan organisasi serta kehidupan santri.
Lebih dari sekadar kunjungan kelembagaan, pertemuan ini memperlihatkan pentingnya pertukaran pengalaman dalam pendidikan kepemimpinan santri. Organisasi pelajar tidak hanya menjadi wadah menjalankan program, tetapi juga ruang pembelajaran untuk menumbuhkan tanggung jawab, kepedulian, dan kemampuan bekerja bersama sebagai bekal pengabdian di tengah masyarakat.