RAUDHAH — Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah resmi memulai pelaksanaan ulangan umum semester ganjil tahun pelajaran 2026/2027. Pembukaan ujian ditandai dengan upacara resmi di Lapangan Sepak Bola Pesantren pada Sabtu, 26 September 2026, yang bertepatan dengan 14 Rabi’ul Akhir 1448 Hijriah.

Sejak pukul 07.00 WIB, ribuan santri, santriwati, beserta jajaran ustadz dan ustadzah tampak memadati lapangan untuk mengikuti jalannya upacara pembukaan.

Dalam amanatnya, Wakil Direktur Pesantren, Ustadz Carles Ginting, BHSc., M.I.Kom., menekankan pentingnya kesungguhan dan profesionalisme para santri selama menempuh masa ujian. Ia mengingatkan bahwa momentum ujian harus dimaknai sebagai sarana penempaan diri.

“Ujian itu untuk belajar, bukan belajar untuk ujian,” tegas Ustadz Carles Ginting di hadapan para peserta upacara.

Ia menambahkan, bertambahnya usia para santri dan santriwati harus diimbangi dengan peningkatan wawasan dan pengetahuan. Menurutnya, seseorang yang bertambah umur tanpa mengalami peningkatan kualitas ilmu termasuk dalam golongan orang yang merugi.

Selama masa ulangan umum berlangsung, para peserta didik akan diuji 2 hingga 3 mata pelajaran setiap harinya. Masing-masing ruang ujian diisi oleh 38 sampai 40 santri/wati dari tingkatan kelas yang acak, serta diawasi secara ketat oleh 2 hingga 3 Ustaz ataupun Ustazah. Panitia mengalokasikan waktu selama satu jam untuk setiap sesi pengerjaan soal.

Guna menjaga fokus dan kualitas persiapan santri/wati, Pesantren membebastugaskan seluruh kegiatan ekstrakurikuler untuk sementara waktu. Selain itu, Bidang Pendidikan mewajibkan seluruh santri dan santriwati mengikuti sesi belajar malam di area yang telah ditentukan di bawah pendampingan Ustaz dan Ustazah.

Skema ini diterapkan agar santri dapat langsung berkonsultasi jika menemukan materi pelajaran yang sulit dipahami. Melalui rangkaian persiapan dan pelaksanaan yang disiplin ini, diharapkan seluruh santri mampu meraih hasil optimal.

 

Chat Via WhatsApp