RAUDHAH – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah Medan menyelenggarakan forum diskusi internasional bersama Universitas Islam Selangor (UIS), Malaysia, pada Jumat, 30 Mei 2025 atau bertepatan dengan 2 Dzulhijjah 1446 H. Agenda ini berlangsung di Ruang Pertemuan Zainab, Lantai 1, Kompleks Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.
Forum tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan antara dua institusi pendidikan Islam tersebut. Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah, Ustadz Dr. KH. Rasyidin, MA, membuka kegiatan dengan ucapan selamat datang serta memperkenalkan civitas akademika STIT RH kepada para tamu dari Malaysia.
Perwakilan dari UIS, Dr. Mohd Faeez Bin Ilias, memaparkan profil Universitas Islam Selangor secara menyeluruh. Ia menjelaskan program studi, sistem akademik, hingga lingkungan kampus yang ditampilkan melalui video singkat. Dengan gaya yang hangat dan bersahabat, Dr. Faeez menyampaikan bahwa UIS berada di lokasi strategis, di antara dua universitas terkemuka Malaysia: Universitas Kebangsaan Malaysia dan Universitas Sains Malaysia.
Dalam sesi tanya jawab, dosen STIT RH, Fitri Mawaddah Bako, menanyakan tentang sistem asrama di UIS. Dr. Faeez menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa program sarjana wajib tinggal di asrama, sementara mahasiswa pascasarjana dan doktoral yang belum menikah juga mengikuti sistem tersebut. Setiap asrama memiliki mentor pembelajaran, serta regulasi ketat mengenai waktu keluar-masuk, di mana gerbang asrama ditutup pada pukul 11 malam.
Wakil Ketua Internal STIT RH, Ustadz Zuhai Mubarrak Hazza, Lc., MA, turut menyampaikan profil singkat STIT RH, mencakup sejarah perizinan, sistem akademik, hingga pola kaderisasi yang diterapkan di kampus berbasis pesantren tersebut.
Ustadz Dr. KH. Rasyidin, MA, kemudian membahas konsep “Pesantren Modern”, mengulas perkembangan dari pesantren modern hingga pendirian perguruan tinggi berbasis pesantren, termasuk suasana dan metode pembelajaran yang khas.
Diskusi ini juga diisi oleh pemaparan ilmiah dari para akademisi UIS dan STIT RH, di antaranya:
Dr. Noor Azli Bin Mohamed Masrop (Ketua Pascasiswazah Fakulti Multimedia & Komputeran, Universiti Islam Selangor, Malaysia) dengan tema Mengintegrasi Tradisi dan Teknologi dalam program dwi-major pengajian Islam dan multimedia.
Dr. Maimanah Binti Samsuri (Pensyarah Kanan UiTM Cawangan Pahang Kampus Raub) membahas Gamifikasi dalam Pengajaran Bahasa melalui kajian bibliometrik.
Dr. Maafi Husin Bin Ali Amran (Duta Antarbangsa UIS, KDH, UKM) menyampaikan analisis perbandingan antara Ahli Sunnah dan Syiah terkait figur Saidina Ali Bin Abi Talib.
Ikramsyah Irwali B.Hons, MA memaparkan studi tentang Hukuman Adat dalam Penanganan Kasus Jarimah Khalwat di Kerajaan Aceh.
Radinal Mukhtar Harahap, S.H.I., M.Pd, Ketua Penjamin Mutu STIT RH, menyampaikan urgensi keberadaan pendidikan tinggi pesantren dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Islam.
Acara ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara STIT Ar-Raudlatul Hasanah dan Universitas Islam Selangor, sebagai bentuk komitmen kerja sama dalam pengembangan pendidikan Islam. Acara juga diakhiri dengan pembagian sertifikat dan sesi foto bersama seluruh peserta forum.