Serba-Serbi Ujian Di Ar-Raudlatul Hasanah

Sebentar lagi para santri akan menghadapi ujian akhir tahun. Tepat pada tanggal 13/5 ujian akhir tahun akan dimulai, ujian akhir tahun akan menentukan apakah santri dapat melanjutkan kelas yang lebih tinggi di tahun depan? Dalam hal ini penulis akan memaparkan serba-serbi ujian di Ar-Raudlatul Hasanah. Berikut catatannya.

 

  1. Menurut ustadz apakah itu ujian?

“Menurut saya ujian itu untuk mengetahui seorang santri apakah ia telah paham akan pelajaran tersebut. Dan hal ini juga menguji apakah guru juga berhasil mendidik muridnya sehingga dapat nilai tertinggi dalam ujian.”

  1. Kenapa di Ar-Raudlatul Hasanah diadakan ujian syafahi (lisan)? Bukankah ujian tulis sajakan cukup? Dan kenapa di ujian semester 1 pengujinya kelas 6?

“Kenapa dibuat seperti itu? Karena untuk melatih mental alumni-alumni Raudlah ketika menghadapi orang lain. Kalau untuk penguji kelas 6 itu, santri harus tahu pelajaran yang sudah di pelajarinya oleh karena itu santri harus pandai menguji, ini juga bagian pendidikan untuk santri/wati kelas enam yang kelak akan menjadi alumni.”

  1. Bisa Minta solusi mengapa santri/wati terkadang malas belajar Ustadz?

Kalau untuk malas belajar itu berasal dari dirimu sendiri apakah kamu peduli terhadap orang tua mu? Apakah kamu tahu prioritas utama di pesantren ini adalah belajar? Dan apa yang kamu cari di Ar-Raudlatul Hasanah? Itu semua berasal dari dalam diri santri, lewat pendekatan pesonal berharap dapat menyelesaikan permasalahan ini, sebab niat itu berasal dari dalam diri, dan niat itulah yang harus kita perkuat agar santri/wati tidak  malas lagi

  1. Kenapa di Raudlah nilai standart kelulusan itu 5,00? Kenapa tidak di naikkan sedikit? Dan kenapa tidak ada remedialnya ustadz?

Misalnya saya pertanyaan 10 kamu bisa jawab 5 kamu sudah bisa, tapi kalau kamu bisa jawab 8 berarti kamu cerdas dan kalau kamu bisa jawab 10 berarti kamu hebat. Kalau untuk masalah remedial, remedial membentuk mental anak-anak menjadi lemah. Ujian diibaratkan sebagai peperangan, jadi kalaulah seorang pejuang perang mengatakan “untuk apa perang mati-matian, nantikan kalau kalah di kasih makan juga.” Hal ini juga sama seperti ujian, “untuk apa belajar mati-matian menghadapi ujian, nantikan nilai bisa ditopang dengan remedial.”

  1. Pesan ustadz untuk santri Ar-raudlatul Hasanah terhadap ujian kali ini?

“Jadilah yang terbaik untuk dirimu, in shaa Allah itu akan menjadi hal yang terbaik untuk orang lain.”

 

NARASUMBER    : UST. CARLES GINTING, BHSc

PEWAWANCARA: “FAT”

 

Leave a Reply