Good Character, For Indonesia To Be Better

Upacara Perayaan Hari Ulang Tahun RI di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Raudlah-Perayaan hari kemerdekaan indonesia pada tanggal 17 agustus adalah hari besar bagi negara indonesia,.hari peringatan kemerdekaan indonesia ini dirayakan di seluruh penjuru indonesia.upacara dan pengibaran bendera dilaksanakan hampir di  setiap sekolah maupun perkantoran sebagai bentuk penghormatan akan jasa para pahlawan.perlombaan-perlombaan penuh nyali dan kreatifitas juga diadakan demi memeriahkan hari besar indonesia.di pesantren Ar-Raudlatul – Hasanah, 17 agustus merupakan acara berbentuk kepanitiaan  yang diamanahkan kepada santri kelas 4 dan 3 intensiv dengan bimbingan ustad/ustazah tiap tahunnya.

Pada tahun ini, upacara dilaksanakan di lapangan hijau seperti tahun- tahun sebelumnya.upacara berjalan lancar dengan pemimpin acara dari panitia dan pembina upacara yaitu ust. Rasyidin Bina, MA selaku direktur pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.seluruh peserta upacara baik ustad/ustazah maupun santri/wati menggunakan baju pramuka dikarenakan bertepatan pada hari kamis. Continue reading “Good Character, For Indonesia To Be Better”

RAUDLATUL HASANAH 2 LUMUT MENGHADIRI APEL TAHUNAN DI RAUDLATUL HASANAH MEDAN

Gubernur SUMUT sedang memeriksa barisan santri
Gubernur SUMUT sedang memeriksa barisan santri

RAUDLATUL– Apel Tahunan yang diadakan pada (23/7) di hadiri oleh Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut Tapanuli Tengah. Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut Tapanuli Tengah tiba di Ar-Raudlatul Hasanah MEDAN pada jumat (21/7) sebanyak 5 bus dengan membawa 166 santri dan 41 santriwati. Ini merupakan kali pertama bagi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 mengikuti Apel Tahunan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah MEDAN. Di karenakan lapangan yang sebelumnya dipakai untuk Apel Tahunan menjadi sempit karena semakin bertambahnya santri dan in sha allah tahun depan akan dibuat lapangan bola sehingga bisa mengadakan Apel Tahunan.

Tidak hanya itu Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 juga meramaikan Apel Tahunan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah MEDAN dengan panampilan Marching Band gita buana. Marching Band ini beranggotakan 30 orang yang membawakan 3 lagu yaitu hymne oh pondokku, dikala cinta menggoda, dan damai bersamamu.Direncanakan mereka akan kembali pada selasa tepat. Ed,fat.

PARA SANTRI KELAS 5 MENYAKSIKAN HASIL KARYA SENI MEREKA.

                Raudlah.Para santri kelas 5 KMI PP.Ar-Raudlatul Hasanah menyaksikan hasil karya seni mereka (Drama Arena).Kegiatan tersebut dilakukan di gedung multimedia pada hari jumat malam yang diikuti oleh seluruh santri kelas 5 KMI PP.Ar-Raudlatul Hasanah.

Mereka berkumpul digegung multimedia dengan menggunakan jas berwarna hitam.Walaupun tidak hadirnya musrif yang disebabkan beberapa urusan penting, mereka tetap bersemangat dalam menjalankan kegiatan ini.

Perkumpulan ini diadakan agar mereka lebih bersemangat untuk menghasilkan karya seninya dipanggung gembira tahun depan.Ed.Asgal.

OPINI Oleh :Habibi akbar

OPINI

Oleh :Habibi akbar

Kehadiran Musyrif Merupakan Sesuatu yang Sangat Penting.

Drama Arena merupakan sutu karya seni yang dihasilkan oleh para santri kelas 5.Setelah mereka menampilkan hasil karya seni mereka didepan seluruh santri,maka mereka ingin melihat bagaimana hasil karya seni mereka tersebut.Maka dari itu,para musyrif maembuat kebijakan untuk nonton bersama digedung multimedia.

Namun,seperti yang telah diketahui bahwasanya setiap manusia pasti memiliki kesalahan. Dan diantara kesalahan tersebut ialah,ketidak hadiran bagi musyrif diasaat nonton bersama merupakan suatu kesalahan yang menyebabkan kegiatan tersebut tidak berjalan dengan seperti yang diinginkan santri-santri kelas 5. Sehingga, banyak dari mereka yang membuat keributan disaat kegiatan tersebut berlangsung. Namun hal tersebut hanyalah sekedar masalah kecil yang disebabkan oleh suatu kesalahan yang kecil.

Oleh karena itu kehadiran bagi musrif didalam kegiatan yang sifatnya membutuhkan bimbingan dari musrif. Meskipun, yang dating dari mereka satu atau dua orang.Asgal

Peresmian Gedung Al-Azhar oleh Menteri Agama RI; Garda Awal Peresmian Gedung-Gedung Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Lainnya

Menteri Agama RI, Wakil Wali Kota, Direktur Pon. Pes. Ar-Raudlatul Hasanah berjalan menuju tempat peresmian gedung Al-Azhar Raudlah
Menteri Agama RI, Wakil Wali Kota, Direktur Pon. Pes. Ar-Raudlatul Hasanah berjalan menuju tempat peresmian gedung Al-Azhar Raudlah
Membuka tirai gedung Al-Azhar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan dengan serine oleh Menteri Agama RI Bapak. Lukman Hakim
Membuka tirai gedung Al-Azhar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan dengan serine oleh Menteri Agama RI Bapak. Lukman Hakim

Peresmian gedung Al-Azhar Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah oleh Menteri Agama Republik Indonesia Bapak Lukman Hakim Saifuddin berjalan lancar. Selepas memberikan kata sambutan di Gedung Serba Guna, beliau lalu menuju lokasi pengesahan gedung, sambil berucap: “Dengan Senantiasa Memohon Ridha Allah swt dan Dengan Mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” Maka Gedung Al-Azhar Secara Resmi Saya Nyatakan Dibuka”

Penandatanganan Prasasti Gedung Al-Azhar Oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Bapak. Lukman Hakim Saifuddin
Penandatanganan Prasasti Gedung Al-Azhar Oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Bapak. Lukman Hakim Saifuddin

     Sambil menekan tombol serine tirai gedungpun terbuka beliau lalu menandatangani prasasti bangunan Gedung Al-Azhar. Sejurus setelahnya Bapak Wakil Wali Kota, Anggota DPR RI, pimpinan pesantren, ketua umum badan wakaf, direktur pesantren beserta para guru-guru berfose bersama bapak menteri Agama Republik Indonesia Mengabadikan Momen di depan gedung Al-Azhar yang baru saja di resmikan. Sampai akhirnya Ketua Umum Badan Wakaf Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Muhammad Ilyas Tarigan, besar berharap, meskipun saat ini  waktu berkunjung menteri ke RH sungguh sangat singkat, mudah-mudahan kedatangan selanjutnya bisa sedikit lapang sehingga bisa berjalan mengelilingi pesantren wakaf ini, sebab inilah pesantren antum, inilah pesantren kita, dan pesantren Kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh dunia. Jum’at, 18/11/16.

Prasasti Peresmian Gedung Al-Azhar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah
Prasasti Peresmian Gedung Al-Azhar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah
Menteri berfose bersama Asatidz Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah
Menteri Agama Republik Indonesia, Bapak. Lukman Hakim Saifuddin berfose bersama Asatidz Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Menteri Berfose bersama Ustadzah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah
Menteri Agama Republik Indonesia, Bapak Lukman Hakim Saifuddin, berfose bersama Ustadzat Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Raudlah Akhirnya Mengutus Pramuka Putri ke Tanah Jawa Untuk Bersaing

Santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti jambore Nasional dalam rangka 90 tahun ulang tahun Gontor
Santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengikuti jambore Nasional dalam rangka 90 tahun ulang tahun Gontor

       Setelah sekian lama Pramuka Putri Raudlah berkreasi dan digembleng di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, dan baru kali ini mereka dilepas untuk bersaing di kancah nasional di bumi Jawa Timur, Gontor Putri 1 Mantingan Ngawi pada acara ulang tahun Gontor (pa) ke 90 dan Gontor (pi) ke 25 tahun. Menurut timingnya, kegiatan berlangsung 1 minggu, sejak tanggal 29/08 sampai dengan 29/09. Dan dalam hal ini Raudlah mengirim kontingen putri terdiri dari penggalang dan penegak, masing-masing sepuluh, dan di temani 2 bindamping penggalang dan 2 bindamping penegak dari kelas 6. Total ada 24 santriwati dengan di temani 2 ustadzah pengajar di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Ush. Hani dan Ush. Silvi.

Dalam upacara pelepasannya di RH kepala Pusat Pendidikan Latihan Kwartir Daerah SUMUT (KAPUSDIKLATDA dan WAKAPUSDIKLATDA) beserta staff ikut hadir dan melepas keberangkatan kontingen Raudlah, dan dalam sambutannya beliau berpesan singkat “Buat Sumatera Utara Bangga” begitu singkat pesannya. Namun seketika itu juga menjadi amanah bagi mereka, agar pergi berkompetisi bukan untuk sia-sia, namun pergi untuk pulang sebagai sang juara.

       Pesan ka’ Abdullah Sani selaku Mabikori kepramukaan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan “Dikirimnya Putri ke Jawa ini, adalah sebuah kesempatan dan sekaligus peluang dari pesantren yang dipercayakan pada kalian. Kesempatan kalian untuk bersaing di kancah Nasional kini terbuka lebar. Kalian akan temukan banyak kesempatan, pengalaman dan peluang. Ingat kalian adalah barometer putri kedepannya. Jika kalian berhasil menampilkan yang terbaik sekaligus memberikan kesan yang positif, maka hal ini bisa menjadi pertimbangan jikalau ada undangan berikutnya. Merupakan tolak ukur pertimbangan guru-guru untuk memberikan izin adik-adikan kelas kalian ke depannya, namun jika jelek dan melakukan banyak pelanggaran begitu juga sebaliknya. Maka dari itu, karena kalian adalah pengiriman kontingen putri perdana; besar harapan kami, agar kalian bisa menjadi juara, pulanglah dengan membawa piala; pintar-pintarlah membaca situasi, agar sepulangnya dari sana, kalian bisa menularkan pengalaman kepada teman-teman dan adikan kelas di RH.”

Kejuaraan Santriwati Pesantren Ar Raudlatul Hasanah, Medan.
Kejuaraan Santriwati Pesantren Ar Raudlatul Hasanah, Medan.

Sebagai hasil dari pencapaiannya, kontingen Pramuka Putri berhasil mendapat 3 emas, 7perak, dan 5 perunggu. Tambahan emas untuk peserta tergiat dan semangat. Pentas seni (Tari Batak + Melayu) juga masuk final dan diminta tampil pada malam unggun gembira. Id. Irhas

Awal Tahun 2016 Diawali Dengan Silaturrahim Wali Murid Dengan Keluarga Pon. Pes. Ar-Raudlatul Hasanah.

Silaturrahim Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan Wali Murid Baru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah
Silaturrahim Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan Wali Murid Baru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, tahun pelajaran 2016-2017

     Undangan silaturrahim wali murid baru dengan keluarga besar Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah berlangsung hangat. Acara yang diadakan setahun sekali ini mengundang sekitar 894 tamu lebih, disesuaikan dengan jumlah anak yang mendaftar, dihadiri oleh bapak-bapak badan wakaf, bapak direktur dan wakilnya, guru-guru senior dan segenap wali kelas kelas 1 dan 1 Intensif Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Acara berlangsung di gedung serba guna, dimulai sejak pukul 09.00 dini hari hingga kurang lebih 3 jam, serta di lanjutkan ke acara konsultasi orang tua dengan wali kelas terkait tentang perkembangan anak selama mondok sekitar sebulan lebih di Pesantren ini. Sabtu, 20/08.

     Dalam hal sistem disinilah pondok Pesantran Ar-Raudlatul Hasanah, menjalin hubungan kedekatan antara wali murid dengan wali kelas, seraya menciptakan komunikasi akrab perihal perkembangan anak di pesantren, sebab begitu anak di titipkan di pesantren sejak saat itu juga orang tua harus ikhlas, agar keberhasilan didikan pesantren berakselerasi lebih cepat kepada anak. Aamiin ya Rabbal’alamiin.

     Dalam sambutannya, direktur pesantren ar-Raudltul Hasanah mengungkapkan bahwa “Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, telah ikhlas menerima anak-anak didik yang di titipkan di pesantren ini, maka dari itu orang tua juga harus ikhlas melepaskan anak-anaknya untuk di didik di pesantren dengan segala kebijakan pondok untuk mendidik mereka. Dengan cara jangan sering-sering di kunjungi, jangan terlalu di manja, dan semua permintaan anak tidak semuanya harus di turuti, biarkan anak-anak bergabung dengan teman-temannya dan bercengkrama dengan kegiatan sehingga lupa akan kenangan-kenangan di rumah.” Demikian ungkap bapak Rasyidin Bina yang pidatonya berkobar-kobar tersebut.

Silaturrahim Kelurga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan Wali Santri Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Tahun Pelajran 2016-2017
Silaturrahim Kelurga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan Wali Santri Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Tahun Pelajran 2016-2017

     Selain dari pada itu wakil direktur; Ust. Solihin juga memberikan wejangan berupa keikhlasan, perkembangan pendidikan, apa itu wakaf serta semangat berwakaf dan berinfak kepada wali-wali murid baru pondok pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. “Ikhlas dalam melepaskan anak, ikhlas dalam beribadah dan ikhlas dari pada melepaskan harta dan seluruh yang ada di dunia untuk beribadah” begitu semboyannya. Dengan semangat wakaf, dengan menerangkan bumi pesantren adalah bumi wakaf, maka di kelilingkanlah donasi wakaf yang ingin di wakafkan di pondok, pada akhirnya terkumpul uang berjumlah 38 Juta Rupiah. Alhamdulillah. Namun ketika di tanya perwakilan seorang; dari bapak, dan seorang dari ibu, keduanya menjawab uang yang jumlahnya sedikit tersebut baru cocok untuk infak belum cocok untuk wakaf, karena jumlahnya terlalu kecil. Sehingga uang yang terkumpul tersebut di infakkan di Pesantren, agar kiranya di salurkan kepada yang berhak. Seraya berdo’a semoga tanah wakaf raudlah ini terus berkah dan bertambah luasnya guna memperjuangkan pendidikan Islam di masa sekarang dan untuk masa yang akan datang. Aamiin ya Rabbal’alamiin. ed.irhas

Resepsi Khataman Kelas Akhir KMI Ar-Raudlatul Hasanah, Berlangsung Khidmat.

Panggung Utama Resepsi Khataman Santri-Santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah
Panggung Utama Resepsi Khataman Santri-Santriwati Angkatan ke 25 Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

     Setelah 6/4 tahun berjalan dari masa pendidikan para santri/wati pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, kini tiba masanya untuk menuai hasil dari pendidikan selama 6 / 4 tahun tersebut. Acara yang di wakili oleh 6 orang perwakilan sambutan tersebut, berlanjut agenda ke Serah Terima Pendidikan Santri/wati Dari Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Kepada Wali Santri, oleh Ust. H. Solihin Addin, S.Ag, dilanjutkan kembali dengan Pembacaan Nominasi Beasiswa Akademik dan Beasiswa Non Akademik dari Santri/wati yang berprestasi, kemudian Penyerahan Cenderamata, Janji Alumni ke-25, hingga Prosesi Puncak Wisuda Alumni KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Angkatan ke 25, sebelum akhir Santri/wati akhir KMI menyanyikan persembahan lagu berjudul “Terima Kasih Guruku” dan terakhir ditutup Do’a oleh Wakil Ketua MUI SUMUT, Ust. Drs. H. Arso S.H, M.Ag. Sabtu, 30/04/16.

     Selain pengabdian di Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, kini Para Alumni Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudlatul Hasanah telah diminta mengabdi di 13 pondok pesantren di pulau sumatera. Adapun Nama-Nama Pondok Pesantren Pengabdian Alumni Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2016, adalah: PP Modern Hadhratul Islamiyah, PP Dayah Perbatasan Darul Amin, PP Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha, PP Al-Uswah, Mts Muhammadiyah Bireuen, PP Modern Daarurrahmah, PP Khaira Ummah AL Muhtadi, PP Darul Mutauwabin, PP Darussalam Al Arabiyah, PP Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut, Yas. Pen. PP Terpadu Raudhatul Ulum, PP. Mata Hati Kepri, PP. Darul Muhsinin.

    Dalam sambutan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Ustadz. Drs. K.H. Rasyidin Bina, MA, menyampaikan:

Sambutan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Drs. K.H. Rasyidin Bina, MA
Sambutan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Drs. K.H. Rasyidin Bina, MA Pada Resepsi Khataman Santri/Wati Akhir KMI Ar Raudlatul Hasanah, sabtu, 30/04/16

     “Terima kasih kami ucapkan kepada orang tua wali, yang telah mempercayai pesantren selama ini untuk mendidik anak-anak ibu-bapak disini, yang Alhamdulillah pada tahun ini kita bisa menamatkan 352 orang, merupakan anak-anak yang terpilih Insya Allah, anak-anak yang telah lulus uji, yang siap kami turunkan untuk berkiprah di Masyarakat semampu yang mereka bisa lakukan. Sejurus dengan pesan pondok pada mereka bahwa Ijazah santri bukan tujuan selembar ijazah, sebab kalau ke pondok tujuannya mencari ijazah nanti kecewa. Akan tetapi tujuan yang paling utama adalah Pengakuan dari masyarakat, pengakuan masyarakat tentang kesantriannya itulah namanya ijazah menurut pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. “Dibumi manapun ananda berpijak disanalah tempat ananda bertanggungjawab akan keislamannya”. Begitu kira-kira pesan tersiratnya.

      Ijazah bukan tujuan, tapi bermanfaat di masyarakat itulah tujuannya. Maka dari itu tuntutlah ilmu setinggi-tingginya anak-anakku namun jangan lupa tetap yang lebih baik adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Bukan yang pintar yang menjadi tujuan kita, namun yang bermanfaat di masyarakatlah yang kita utamakan, tapi jika anak-anak kami banyak ilmu dan pintar, maka tentunya lebih banyak lagi manfaatnya yang bisa diberikan di masyarakat.

     Kemudian kami juga memohon maaf jika dalam proses mendidik mereka terkadang kami salah sangka, yang kami kira begini ternyata aslinya seperti itu, yang kami kira anak kita melanggar disiplin karena memang bandel padahal semua pelanggaran mereka adalah efek dari adanya masalah keluarga. Mohon maaf kami dari guru-gurumu kepadamu anak-anak kami, kami ridho akan kelulusan kalian, kami ikhlas atas tamatnya pendidikan kalian di pondok ini, kami do’akan semoga kalian semua menjadi anak-anak yang berguna di masa yang akan datang, menjadi generasi yang gemilang di masa depan, menjadi penggerak yang bisa mewarnai dan bisa merangkul masyakarat.

     Pesan kami Keikhlasan jangan pernah di tanggalkan, kesederhanaan juga tidak boleh dilupakan, Tubuh dan jiwa yang sehat harus terus di jaga, Ukhuwah Islamiyah harus terus dijalin, dan berpikiran terbuka, bebas tapi teratur itulah ciri kita, sehingga menjadikan alumni kita sesuai dengan motto pesantren Ar-Raudlatul Hasanah “Raudlah Di Atas Dan Untuk Semua Golongan”

     Adapun penyampaian kata sambutan 5 orang lainnya, disampaikan oleh perwakilan Santri dan Santriwati oleh Lita Mantofani, Perwakilan Santri kelas 6 oleh: Sartika Khairani Siregar, Perwakilan wali kelas santri/wati oleh bapak Drs. H. Almihan, SH, MH, Pimpinan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah oleh bapak H.Abdul Aziz Tarigan Lc. MA, dan Ketua umum badan wakaf bapak Drs. H.M.Ilyas Tarigan.

    Dalam hal prestasi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah juga memberikan 2 penghargaaan. Pertama, kepada santri/wati yang berpreestasi Akademik dan Kedua, kepada santri/wati yang berprestasi Non Akademik. Maka dari itu Berdasarkan hasil surat keputusan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Nomor: 265/DIR/F.IV/2016 Tentang Penetapan Penerima Penghargaan Bagi Santri/wati Kelas VI Yang Berprestasi Pada Ujian Akhir Tahun Pelajaran 2015-2016 adalah sebagai berikut: Mustofa Kamal, kelas 6B, Asal Daerah Pematang Siantar, Nilai Rata-Rata: 8,72, (Rangking I), Maulana Umar In’Amul Hasan, kelas 6B, Asal Daerah Medan Sunggal, Nilai Rata-Rata: 8,64, (Rangking II), Muhammad Aulia Achyar Nst, kelas 6B, Asal Daerah Medan Sunggal, Nilai Rata-Rata: 8,38, (Rangking III), Fikri Al Muhaddits Dalimunthe, kelas 6B, Asal Daerah Medan Tembung, Nilai Rata-Rata: 8,36, (Rangking IV), Nova Mentari, kelas 6C, Asal Daerah Aceh Tamiang, Nilai Rata-Rata: 8,21, (Rangking V).

      Yang kedua, Berdasarkan hasil surat keputusan Direktur Pesantren Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudlatul Hasanah Nomor: 266/DIR/F.IV/2016 Tentang Penetapan Penerima Penghargaan Bagi Santri/wati Kelas VI Yang Berprestasi di Bidang Non Akademik Tahun Pelajaran 2015-2016 adalah sebagai berikut: Pertama, Maulana Umar In’amul Hasan, kelas 6B, Asal Daerah Medan Sunggal, Kriteria: Peserta Terbaik I Musabaqoh Fahmil Qur’an MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015 di Kisaran Kab. Asahan. Kedua, Adlyanshah Pasaribu, kelas 6D, Asal Daerah Percut Sei Tuan, Kriteria Penulis Buku “Negeri Santri”. Ketiga, Ibnu Prayetno, kelas 6D, Asal Daerah Medan Tuntungan, Penulis Buku “Fell”. Keempat, May Novita Astri, kelas 6E, Asal Daerah Lubuk Pakam, Penulis Buku “Filosofi Santriwati”.

      Dengan demikian prosesi Resepsi Khataman Kelas Akhir KMI Ar-Raudlatul Hasanah telah selesai di laksanakan. Diakhir acara adalah pamitan Santri/wati kepada Guru-Guru Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan menyalami guru-guru satu persatu, di Balai Pertemuan sambil mengucapkan selamat atas kelulusan mereka.